Renungan Remaja Kristen, Filipi 2:12-18, Lakukanlah Sesuatu Tanpa Bersungut dan Berbantah
Chintya Rantung August 09, 2026 06:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan untuk remaja kristen.

Dalam isi renungan ini dikhususkan untuk para remaja kristen dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Agar hidup sesuai dengan firman Tuhan.

Renungan ini pun bisa digunakan para remaja atau pembina remaja yang akan memimpin ibadah.

Ataupun dalam pertemuan kelompok kecil remaja.

Pembacaan alkitab terdapat pada Filipi 2:12-18.

Tema perenungan adalah Lakukanlah Segala Sesuatu dengan Tidak Bersungut-Sugut dan Berbantah-bantahan.

Khotbah:

Kakak-kakak pembina dan adik-adik remaja yang dikasihi Tuhan Yesus, kasih yang benar di hadapan Tuhan selalu 
terungkap dalam kesediaan untuk taat.

Tidak ada kasih yang benar tanpa kesediaan untuk taat. Tuhan Yesus berkata, "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku" (Yohanes 14:15). Hari-hari ini, adakah kita sungguh-sungguh membuktikan kasih kita kepada Tuhan Yesus melalui kesediaan untuk taat? 

Rasul Paulus menunjukkan kepada jemaat penerima Surat Filipi bahwa bukti iman mereka harus nyata dalam ketaatan, 
bukan hanya di saat-saat tertentu, melainkan secara terusmenerus.

Ketaatan orang percaya menjadi bukti kesediaan mencontoh Kristus Yesus dalam ketaatan-Nya (lih. Filipi 2:8).

Ketaatan menjadi sangat krusial, mengingat orang banyak dapat jatuh pada kesalahpahaman tentang doktrin keselamatan karena iman. 

Itulah sebabnya Paulus mendorong jemaat untuk tetap mengerjakan keselamatan yang telah mereka terima dengan takut 
dan gentar.

Dalam hal inilah keselamatan berbuah dalam perbuatan, yakni dalam ketaatan. "Takut dan gentar" yang dimaksud adalah penghormatan, kekaguman, dan rasa takjub di hadapan Allah yang telah menyelamatkan itu.

Sikap di hadapan Allah ini digambarkan dalam nyanyian Musa, "Ngeri dan takut menimpa mereka, karena kebesaran tangan-Mu mereka kaku seperti batu, sampai umat-Mu menyeberang, ya Tuhan, sampai umat yang Kauperoleh menyeberang" (Keluaran 15:16). 

Kekaguman di hadapan Allah nyata, bukan hanya karena Ia telah menyelamatkan umat-Nya, tetapi karena kuasa-Nya yang 
menyelamatkan itu adalah juga kuasa yang memampukan dan menguatkan orang percaya untuk hidup dalam kesetiaan dan ketaatan terhadap kehendak-Nya.

Maka, Paulus mengatakan, "karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya" (ayat 13). 

Dalam menjalani hidup Kristen yang taat, terdapat bahaya yang harus disadari dari waktu ke waktu, yakni saat seseorang 
mulai melakukan segala sesuatu dengan bersungut-sungut dan berbantah-bantahan.

Sikap demikian bukan hanya merusak kesatuan dan membawa perpecahan, melainkan bertentangan dengan sikap hormat, kagum, dan takjub di hadapan Tuhan.

Israel menunjukkan sikap ini tepat setelah mereka dibebaskan Tuhan dari Mesir. Keluaran 15:24 menunjukkan sikap Israel tersebut: 

Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?" 

Sungut-sungut ini hanyalah awal dari banyak sungut-sungut lainnya, yang membuat Tuhan membuat bangsa Israel berputar-putar selama 40 tahun di padang gurun untuk merendahkan hati mereka.

Angkatan Israel yang bersungut-sungut itu pada akhirnya habis di padang gurun, di mana generasi kedua sajalah yang boleh memasuki tanah Kanaan. 

Itulah sebabnya Paulus memberikan dorongan dengan nada positif, "Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut
sungut dan berbantah-bantahan."

Pada bagian lain, Paulus berbicara dengan nada negatif, ketika ia memakai Israel sebagai contoh yang tidak boleh diikuti perihal sikap sungut-sungut mereka.

Paulus berkata dalam 1 Korintus 10:10, "Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang 
dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut." 

Sikap yang melakukan segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan tidak berbantah-bantahan akan menjadi 
pembeda anak-anak Allah dengan orang-orang yang tidak percaya, yakni mereka yang disebut Paulus bengkok hatinya dan 
sesat.

Anak-anak Allah yang telah diselamatkan oleh pengorbanan Kristus dipanggil untuk menjalani hidup yang tiada 
beraib, tiada bernoda, dan tiada bercela, sehingga bercahaya seperti bintang-bintang di dunia.

Orang percaya yang bercahaya seperti bintang-bintang adalah kalimat kutipqn dari Daniel 12:2- 3 di mana orang percaya yang bijaksana merefleksikan karakter Allah melalui sikap hidup mereka yang menolak untuk mengikuti kegelapan dunia dan menunjukkan transformasi di dalam Tuhan. 

Lihatlah hidup Daniel dan kawan-kawan yang bersinar di antara orang sezamannya, di tanah pembuangan, Mereka masih begitu muda, namun sikap hidup mereka yang tetap taat di tengah tekanan, membuat mereka berdampak bagi kemuliaan Tuhan. 

Orang percaya dapat menyatakan sikap hidup yang berbeda dari dunia tersebut hanya bila orang percaya berpegang pada 
firman kehidupan, yakni Injil Yesus Kristus yang telah menyelamatkan setiap orang yang percaya.

Bila seseorang melepaskan dirinya dari firman kehidupan, maka kekeringan rohani mengintai, membuat seseorang terancam mati rohaninya. 

Sebab, mungkinkah seseorang mengalami hidup sejati terlepas dari firman Tuhan? Tuhan Yesus berkata, "Di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa " (Yohanes 15:5).

Kakak-kakak pembina dan adik-adik remaja yang dikasihi Tuhan Yesus, kita yang sudah diselamatkan oleh pengorbanan 
Kristus memiliki cita rasa baru di dalam hati dan pikiran kita, yakni kita ingin selalu menyenangkan hati Juruselamat yang telah menyelamatkan kita, Yesus Kristus. 

Itu berarti kita mau taat kepada-Nya sebagai bentuk kasih kita kepada-Nya. I love you Jesus tanpa kesediaan untuk taat di hadapan-Nya, hanyalah menunjukkan kasih yang tidak benar.

Biarlah kasih yang berbuah dalam ketaatan itu dimulai dari sikap hidup yang mau mengerjakan segala sesuatu tanpa sungut-sungut.

Kita bisa bersungut-sungut yang pada akhirnya membuat kita berbantah-bantahan dengan orang tua kita, teman dan sahabat kita, atau dengan rekan sepelayanan kita.

Sungut-sungut menunjukkan bahwa kita sedang menganggap remeh kebaikan Tuhan bagi kita, atau bahkan melupakan segala kebaikan-Nya yang telah menyelamatkan kita.

Apa kata dunia bila pembina dan remaja Kristen hidupnya sama dengan dunia, bukannya mencerminkan terang Kristus? Tuhan Yesus menolong kita memperjuangkan hidup yang menjadi terang di tengah dunia. Amin. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.