PCNU Tangsel Resmi Dilantik, Ini Tujuh Arah Khidmat 2026-2031
Glery Lazuardi August 09, 2026 06:35 PM

TRIBUNNEWS.COM, TANGSEL - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Tangerang Selatan (PCNU Tangsel) Periode 2026-2031 resmi dilantik pada Sabtu (8/8/2026) di Graha Aswaja II, Kota Tangsel, Banten.

Pelantikan dan pembacaan baiat dilakukan langsung oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Jajaran PCNU Tangsel Periode 2026-2031 dipimpin oleh KH Himam Muzahir sebagai Rais Syuriah dan KH Abdullah Mas’ud sebagai Ketua Tanfidziyah.

“Kami ingin menyatukan tekad dan komitmen untuk berhidmah di PCNU Kota Tangerang Selatan,” ujar Gus Mas’ud dalam sambutan perdananya usai dilantik. 

Menurutnya, memasuki abad kedua NU, para kader NU tidak boleh berhenti hanya menjadi pengguna perubahan.

NU harus mampu menjadi pencipta perubahan. “Kita tidak cukup menjadi user. Kita harus menjadi creator, innovator, dan problem solver,” tuturnya. 

Karena itu, PCNU Tangsel telah membuat arah khidmat 2026-2031 yang bertumpu pada tiga agenda besar, yakni menguatkan jamiyah, memberdayakan jamaah dan membangun peradaban bangsa.

Pertama, penguatan jamiyah. NU yang besar membutuhkan organisasi yang kuat.

Karena itu, konsolidasi organisasi menjadi agenda prioritas. MWCNU harus kuat dan Ranting harus hidup. Lembaga dan badan otonom juga harus produktif. Kaderisasi harus berjalan. Administrasi harus tertib.

Data jamaah harus terintegras dan keputusan organisasi harus semakin berbasis data dan pengetahuan.

“Kita ingin membangun PCNU Tangsel menjadi organisasi yang modern, profesional, transparan, akuntabel, tetapi tetap berakar kuat pada tradisi pesantren dan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah. Modernitas tidak boleh membuat NU kehilangan ruhnya.l,” tuturnya.

Kedua, pemberdayaan jamaah. Kekuatan organisasi pada akhirnya harus dirasakan oleh jamaah. Karena itu ukuran keberhasilan PCNU bukan berapa banyak rapat yang kita lakukan.

Bukan berapa banyak baliho atau kegiatan seremonial.

“Ukuran keberhasilan kita adalah. Apakah kehadiran NU membuat kehidupan jamaah menjadi lebih baik? Apakah anak-anak warga NU mendapatkan pendidikan yang lebih berkualitas? Apakah guru-guru kita semakin sejahtera? Apakah UMKM warga NU naik kelas?,” katanya.

Ketiga, membangun kemandirian ekonomi. Dikatakan Gus Mas’ud, jamiyah yang besar harus memiliki kemandirian.

“Karena itu, lima tahun ke depan kita harus serius membangun ekosistem ekonomi NU Tangerang Selatan. Kita harus menghubungkan pengusaha NU, profesional, UMKM, pesantren, koperasi, lembaga keuangan syariah, filantropi, wakaf produktif, dan potensi ekonomi jamaah,” urainya.
 
Arah khidmat selanjutnya adalah revolusi pendidikan dan SDM. Sebab, abad kedua NU akan ditentukan oleh kualitas manusianya.

Karena itu pendidikan harus menjadi medan khidmah utama. “Kita ingin anak-anak NU tidak hanya menjadi penonton perubahan.

Mereka harus hadir di kampus-kampus terbaik,” katanya.

Berikutnya adalah transformasi digital. Sebab, saat ini Digitalisasi bukan lagi pilihan, namun sebuah keniscayaan. Karena itu, PCNU Tangsel harus bergerak menuju Digital NU.

“Kita ingin memiliki basis data jamaah. Digitalisasi administrasi. Knowledge Center. Digital Archive. Dashboard organisasi dan Peta potensi jamaah,” urainya.

Selanjutnya, memperkuat pesantren, dakwah dan Aswaja. Di tengah seluruh agenda transformasi tersebut, ada sesuatu yang tidak boleh berubah Yaitu jati diri NU.

“Pesantren harus tetap menjadi jantung peradaban NU. Majelis taklim harus hidup. Lailatul Ijtima’ harus kuat. Tradisi keagamaan harus diwariskan. Sanad keilmuan harus dijaga. Aswaja An-Nahdliyah harus terus ditanamkan kepada generasi muda,” katanya.

Ketujuh, NU sebagai rumah besar kebangsaan. 

NU tidak pernah memisahkan Islam dan Indonesia. Bagi NU, kata Mas’ud, mencintai agama dan mencintai tanah air berjalan dalam satu tarikan napas.

Karena itu, PCNU Tangsel akan terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, DPRD, TNI-Polri, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan bahwa NU sebagai ormas keagamaan terbesar telah memberikan kontribusi tidak hanya menjadi penjaga islam rahmatan lillalami tapi juga menjaga kebangsaan dan harmoni, nilai yang relevan dalammembangun masyarajat khususnya di Kota Tangsel.

 “Pemkot meyakini pembangunan tak hanya fisik tapi juga karakter masyarakat, SDM dan spiritual masyarakat,” katanya.

Karena itu, Pemkot Tangsel siap membangun kemitraan strategis dengan PCNU di berbagai bidang.

“Kami harap sinergi akan terjalin erat dalam berbagai progam pembangunan pendiidkan kesehatan pembinaan generasi musa dan kemasyarakatan,” tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.