TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG — Kabar membanggakan datang dari sektor pariwisata Kabupaten Bogor.
Dua desa wisata di Bumi Tegar Beriman ini sukses menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Smiling West Java Integrated Tourism Destination Management Award (SWJ ITDMA) 2026.
Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara berhasil masuk ke dalam jajaran Top 15 Desa/Kampung Wisata Terbaik tingkat Jawa Barat.
Baca juga: Festival Desa Wisata 2025 Meriahkan HJB Ke-543, Catat Tanggal dan Lokasinya
Kedua desa ini sukses menyisihkan puluhan peserta lainnya dari total 44 desa atau kampung wisata yang ikut ambil bagian melalui seleksi portofolio digital yang diumumkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat pada 29 Juli 2026 lalu.
Capaian gemilang ini menunjukkan semakin matangnya kemampuan desa-desa di Kabupaten Bogor dalam mengolah potensi lokal menjadi daya tarik wisata bernilai ekonomi tinggi, sekaligus menyuguhkan pengalaman autentik bagi para pelancong.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparekraf) Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan yang diraih oleh Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara.
Menurutnya, prestasi ini sekaligus menjadi bukti ketangguhan daya saing pariwisata daerah di kancah provinsi.
“Prestasi di SWJ ITDMA 2026 ini membuktikan bahwa desa wisata kita memiliki daya saing tangguh di tingkat provinsi. Kami berkomitmen terus menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi berkelanjutan,” ungkap Ria di Cibinong, Minggu (9/8/2026).
Ria menilai bahwa kekuatan utama dari sebuah desa wisata tidak semata-mata bertumpu pada keindahan lanskap alamnya saja.
Lebih dari itu, keterlibatan aktif masyarakat dalam mengemas potensi lokal menjadi produk wisata yang bernilai jual memegang peranan paling krusial.
Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas pengelola, warga lokal, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus digenjot secara konsisten.
Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disparekraf Kabupaten Bogor, Yuliana Idrus, membeberkan kunci sukses di balik lolosnya kedua desa tersebut.
Ia menjelaskan bahwa Gunung Malang dan Tugu Utara dinilai sangat unggul dalam menerapkan standar pengelolaan pariwisata berbasis 5A, yakni Administrasi, Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas, dan Advertising.
Penerapan standar tersebut kian sempurna karena dipadukan secara harmonis dengan kearifan lokal khas Sunda yang dikenal dengan konsep 5K, yaitu Kadeuleu, Kaambeu, Kadangu, Karaba, dan Karasa.
“Perpaduan tersebut berhasil menghadirkan pengalaman wisata holistik. Mereka tidak hanya rapi secara tata kelola dan fasilitas, tetapi juga sukses menyajikan pengalaman sensorik otentik yang berakar pada budaya Sunda,” jelas Yuliana.
Kehadiran desa wisata berbasis masyarakat ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian lokal secara signifikan.
Melalui lonjakan kunjungan wisatawan, pertumbuhan sektor UMKM, kuliner, industri kreatif, hingga penciptaan lapangan kerja baru bagi warga sekitar dapat terus diakselerasi.
Sebagai bagian dari finalis Top 15 SWJ ITDMA 2026, Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara kini berhak mendapatkan program coaching clinic langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Di sisi lain, Pemkab Bogor juga berkomitmen untuk mendampingi kedua desa tersebut agar siap menatap tahapan selanjutnya.
Pendampingan intensif ini diproyeksikan mampu membawa Desa Wisata Gunung Malang dan Tugu Utara melangkah lebih jauh hingga ke tingkat nasional lewat ajang Wonderful Indonesia Tourism Award (WITA) 2026.
Keberhasilan ini diharapkan dapat memantik semangat desa-desa wisata lainnya di Kabupaten Bogor untuk terus berinovasi, menggali potensi lokal, serta mengandalkan kekuatan alam dan budaya demi mengukuhkan diri sebagai destinasi unggulan pemacu ekonomi kerakyatan.