35 Hektar Lahan Rawa di Perbatasan Kabupaten HSU dan Balangan Terbakar
Ratino Taufik August 09, 2026 08:49 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus dilakukan secara maksimal melalui sinergitas lintas sektor. Polres Hulu Sungai Utara (HSU) bersama Polres Balangan dan Pemerintah Kabupaten HSU melaksanakan kegiatan kolaborasi penanganan Karhutla di wilayah perbatasan Kabupaten HSU dan Kabupaten Balangan, Minggu (09/08/2026).

Kebakaran lahan di Desa Teluk Mesjid, Kecamatan Batumandi, Kabupaten Balangan yang berbatasan langsung dengan Desa Beringin, Kecamatan Banjang, Kabupaten HSU.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh personel gabungan melakukan pengecekan langsung ke lokasi titik panas (hotspot) sekaligus melaksanakan pembasahan lahan yang masih mengeluarkan asap guna mengurangi intensitas asap dan mencegah terjadinya perluasan kebakaran.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, area yang masih mengeluarkan asap diperkirakan mencapai sekitar 35 hektare atau sekitar 2 kilometer persegi. Proses pemadaman dan pembasahan dilakukan menggunakan berbagai peralatan, diantaranya pompa air pemadam portable milik Polres HSU dan Polres Balangan, tangki pemadam BPBD HSU dan Balangan, serta pompa air pemadaman milik Manggala Agni dan BPK Kecamatan Banjang.

Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto melalui Kasi Humas Polres HSU IPTU Asep Hudzainur menyampaikan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama dan kepedulian dari seluruh elemen masyarakat.

Baca juga: Karhutla Terjadi Beberapa Titik di Banjarbaru, Api Dekati Pemukimam Warga dan Kandang Ayam

"Penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergitas dan kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, relawan pemadam kebakaran, pemerintah desa, serta masyarakat agar setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi lebih besar," ujar IPTU Asep Hudzainur mewakili Kapolres HSU.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan pembasahan ini merupakan langkah preventif untuk mengurangi dampak Karhutla, terutama terhadap kesehatan masyarakat akibat kabut asap serta menjaga keselamatan pengguna jalan yang dapat terganggu akibat berkurangnya jarak pandang.

"Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Mari bersama-sama menjaga lingkungan, karena pencegahan Karhutla jauh lebih baik daripada melakukan penanganan setelah kebakaran terjadi. Peran aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga wilayah kita tetap aman, sehat, dan bebas dari kabut asap," tambahnya.

Selain melaksanakan penanganan langsung di lokasi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan patroli dan kesiapsiagaan posko gabungan dalam mendeteksi serta merespons titik api secara cepat.

Kapolres HSU menegaskan bahwa Polri bersama pemerintah daerah dan seluruh stakeholder akan terus berkomitmen dalam mendukung program pemerintah dalam mewujudkan lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan berkelanjutan serta melindungi masyarakat dari dampak Karhutla.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati HSU H. Sahrujani, Wakil Bupati HSU Hero Setiawan, Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, Kapolres Balangan AKBP Arif Mansyur Supartono, jajaran Forkopimda Kabupaten HSU, BPBD HSU dan BPBD Balangan, unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPK, pemerintah desa, serta seluruh unsur terkait lainnya. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.