Terkubur 162 Tahun, 20 Botol Bir Kuno Tahun Ditemukan dalam Bangkai Kapal
GH News August 09, 2026 07:09 PM
Jakarta -

Botol bir berusia 162 tahun ditemukan di bangkai kapal di pantai Inggris. Sampelnya diteliti untuk mengungkap DNA dan mencoba membuat ulang bir kuno.

Penemuan benda kuno kerap membawa cerita menarik dari masa lalu. Apalagi jika benda tersebut masih menyimpan jejak kehidupan dan kebiasaan masyarakat pada zamannya.

Kali ini, sebuah temuan menarik datang dari dasar laut yang jadi sorotan di dunia kuliner. Para peneliti bahkan melihat peluang untuk mengungkap kembali cita rasa dari masa yang telah berlalu.

Dilansir dari Food NDTV, (7/8/2026), sebuah botol bir berusia 162 tahun ditemukan di bangkai kapal dekat Dover, Inggris. Botol tersebut diperkirakan berasal dari 1864 dan masih menyimpan sampel minuman di dalamnya.

Baca juga: Endorse Makin Sepi, Bowo 'TikTok' Kini Jualan Donat Thailand Rp8 Ribuan!

Terkubur 162 Tahun, 20 Botol Bir Kuno Tahun Ditemukan dalam Bangkai KapalPuluhan botol bir kuno ditemukan dari sebuah kapal yang karam dekat pantai Inggris. Foto: Food NDTV

Penemuan itu dilakukan penyelam bawah laut asal Belgia, Stefan Panis. Ia menemukan botol-botol tersebut di bangkai kapal Mindora yang tenggelam pada 27 November 1864.

Kapal Mindora diketahui bertabrakan dengan kapal lain di perairan dekat Dover. Sebelumnya, kapal tersebut berangkat dari London menuju Vancouver dan tenggelam sekitar sepekan kemudian.

Bangkai kapal berada sekitar lima kilometer dari pesisir Dover. Di bagian kargonya, Panis menemukan hingga 20 botol bir yang diperkirakan berasal dari 1864.

Panis yang sudah menyelam selama lebih dari 40 tahun awalnya hanya membawa satu botol ke permukaan. Setelah dibersihkan, tulisan Guinness sebagai mereknya terlihat jelas pada botol tersebut.

Terkubur 162 Tahun, 20 Botol Bir Kuno Tahun Ditemukan dalam Bangkai KapalMenurut labelnya, bir tersebut bermerk Guiness dengan usia yang diperkirakan 120 tahun. Foto: Food NDTV

"Kami mengangkat artefaknya, lalu setelah dibilas sebentar di permukaan, terlihat tulisan 'Guinness'," ujar Panis. Ia menduga kotak yang ditemukan berisi 24 botol.

Menurut Panis, masih ada kemungkinan ditemukan botol lainnya di lokasi tersebut. Ia pun menghubungi pihak Guinness untuk memberikan informasi mengenai penemuan bersejarah itu.

Sampel dari botol tersebut kemudian dikirim kepada ahli mikrobiologi di KU Leuven University, Belgia. Peneliti akan menganalisis kandungan biologis yang masih tersisa di dalamnya.

Bagi peneliti, botol-botol tersebut bukan sekadar benda kuno. Isinya dapat menjadi petunjuk mengenai bahan dan proses pembuatan bir pada abad ke-19, serta bagaimana kebiasaan pola makan pada abad itu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.