23 Pantun Patah Hati, Luapan Pilu Bagi Kalian yang Tersakiti, Sarana Menghibur Diri
Cornel Dimas Satrio August 09, 2026 07:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM - Simak kumpulan pantun patah hati, luapan pilu bagi kalian yang tersakiti, cocok untuk menertawakan kepedihan, Minggu (9/8/2026).

Pantun bisa menjadi sarana mengekspresikan suasana hati.

Saat patah hati, ada baiknya diekspresikan dengan hal positif agar batin tenang dan pikiran lega.

Pantun adalah salah satu medianya, yang bisa menyuarakan perasaan dengan kata-kata kiasan.

Tak cuma ungkapan hati, kumpulan pantun berikut bisa menjadi penghibur diri untuk mengembalikan lagi motivasi.

Gunakan pantun patah hati ini sebagai cara menertawakan kepedihan agar tak terlalu larut dalam kesedihan, sebab setiap luka memiliki keindahan.

Berikut kumpulan pantun patah hati dari TribunKaltara.com.

Kumpulan pantun

1.
Pertama kali mendaki gunung
Lihat monyet ekornya buntung
Aku sungguh tidak beruntung
Mencintaimu, hati terkatung-katung.

2.
Mawar tak selalu putih
Merah tak selalu darah
Sekian lama kita memendam pedih
Baiknya kita mengucap pisah

3.
Lihat sunset di pantai drini
Tertelan air rasanya asin
Malang nian nasibku ini
Mantan kawin dengan yang lain.

4.
Aku termenung di Kota Tarakan
Sambil menatap jenuh lautan
Hati bingung dan nggak karuan
Mantan pacar minta balikan.

5.
Rumah itu tak punya kunci
Meskipun kadang tak berpenghuni
Patah hati ini sungguh kubenci
Namun terpaksa harus kujalani.

Baca juga: 20 Pantun Teka-teki Tema Hewan, Cocok untuk Anak-anak Belajar Mengenal Binatang

6.
Indah pelangi di waktu pagi
Kupu-kupu hendak mendekati
Mengapa ini harus terjadi
Padahal dirimu sangat kucintai.

7.
Tengah kuburan ketemu peri
Mengajak minum dan makan labu
Musimpan duka di dalam hati
Saat kudapat cinta palsumu.

8.
Hidunya tupai di atas dahan
Tak bisa lari pintar meloncat
Semua tawa aku berikan
Namun tangisan yang aku dapat.

9.
Dicampur dengan daun seledri
Menjadi lezat nikmat rasanya
Kamu tinggalkan aku sendiri
Karena aku tak cukup harta.

10.
Kepala tengok kiri dan kanan
Sedang tangannya memegang lidi
Cinta yang asli aku berikan
Kau beri cinta yang asli.

11.
Naik perahu ke ujung teluk 
Perahu berlabuh di pelabuhan 
Diriku hanya kamu jadikan gubuk 
Tempat kamu berteduh di waktu hujan.

12.
Aku tambatkan perahu ke tepi 
Layarnya patah aku perbaiki 
Setelah kulepaskan dirimu pergi 
Jangan pernah kamu kembali.

13.
Masak pagi di atas loyang
Rasanya kurang ketumbar
Katanya benar-benar sayang
Tapi makin lama makin hambar.

14.
Hujan panas turun berderai
Patah galah haluan perahu
Hasrat hati tak akan bercerai
Kuasa Tuhan siapa yang tahu.

15.
Tanpa perahu gunakan rakit
Dibuat dari bambu yang muda
Gelisah resah menahan sakit
Ketika pacar bermain mata.

17.
Selalu beli susu yang murni
Itu minuman bergizi tinggi
Denyut di nadi bagai berhenti
Cintamu singgah ke lain hati.

18.
Mengiris daging dengan belati
Dimasak emak berbentuk pipih
Sudah lama ku menaruh hati
Nyatanya dia yang kau pilih.

19. Buat apa pergi ke pasar
Kalau hanya membeli peniti
Buat apa punya pacar
Kalau hanya menyakiti hati.

20. Bagaimana membuat rakit
Dari kayu bukan dari kain
Bagaimana hati ini tidak sakit
Melihat kekasih dengan yang lain.

21.
Rasa kecewa timbul di hati 
Dia pergi karena terluka 
Siap-siap yang menyakiti 
Suatu saat karma akan menyapa.

22.
Mati lampu di waktu malam 
Hilang tatapan gelap gulita 
Jika kamu pilih yang tampan 
Maka akan kehilangan yang betul setia.

23.
Jalan-jalan naik pesawat
Pesawatnya terbang ke Bali
Kukira kamu pergi sesaat
Ternyata tidak pernah kembali.

(*)

(TribunKaltara.com / Cornel Dimas S.K.)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.