Kirab 9 Keris Meriahkan CFD Solo, Museum Keris Nusantara Kenalkan Warisan Budaya ke Generasi Muda
Elfan Fajar Nugroho August 09, 2026 07:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Museum Keris Nusantara yang berada di Solo menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-9 pada Minggu (9/8/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Artula Vidiya, Merawat Pusaka, Menjaga Peradaban” dengan melakukan kirab dimulai dari Loji Gandrung menuju Museum Keris Nusantara mulai pukul 07.00 WIB.

Melalui tema tersebut, Museum Keris Nusantara ingin mengajak masyarakat melihat kembali bagaimana luar biasanya teknologi yang digunakan pada zaman dahulu dalam proses pembuatan keris.

Kepala Museum Keris Nusantara, Bonita Rintyowati, S.S., M.M., menjelaskan bahwa teknologi pada zaman dahulu sudah sangat luar biasa meski belum didukung berbagai peralatan seperti pada masa sekarang.

Menurutnya, masyarakat pada masa tersebut mampu membuat keris dengan memanfaatkan peralatan sederhana.

"Teknologi zaman dahulu sudah luar biasa tanpa alat apa pun, hanya dengan api dan palu batu," ungkap Bonita.

MUSEUM KERIS NUSANTARA - Potret kegiatan budaya Kirab yang digelar Museum Keris Nusantara bersamaan dengan aktivitas Car Free Day (CFD) di kawasan museum, Jalan Bhayangkara Nomor 2, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (9/8/2026).
MUSEUM KERIS NUSANTARA - Potret kegiatan budaya Kirab yang digelar Museum Keris Nusantara bersamaan dengan aktivitas Car Free Day (CFD) di kawasan museum, Jalan Bhayangkara Nomor 2, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (9/8/2026). (peserta magang Tribunwow.com/Ragil Amalia)

 

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Museum Keris Nusantara untuk mendekatkan budaya keris kepada masyarakat.

Masyarakat yang sedang mengikuti aktivitas Car Free Day (CFD) di sekitar museum dapat sekaligus melihat dan mengenal lebih dekat berbagai hal yang berkaitan dengan keris.

Rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi upaya untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya mengenal serta menjaga warisan budaya Indonesia.

Selain perayaan ulang tahun ke-9, Museum Keris Nusantara juga menggelar sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian budaya keris.

Bonita menjelaskan, sosialisasi mengenai keris dilakukan setiap dua tahun sekali.

Sementara itu, Museum Keris Nusantara juga memiliki event tahunan berupa kegiatan mengarak atau mengirap masterpiece.

Dalam kegiatan kali ini terdapat sembilan keris yang menjadi bagian dari event tahunan tersebut.

Bonita menjelaskan bahwa sebelumnya masterpiece tersebut berada di Loji Gandrung.

Masterpiece tersebut kemudian disemayamkan di Loji Gandrung sebelum akhirnya dibawa menuju Museum Keris Nusantara.

"Event tahunan mengarak atau mengirap masterpiece. Kemarin sore disemayamkan di sana, baru ke Keris Nusantara," jelas Bonita.

Kiai Tengoro, Masterpiece Milik Jokowi yang Jadi Daya Tarik

MUSEUM KERIS NUSANTARA - Potret kegiatan budaya Kirab yang digelar Museum Keris Nusantara, Jalan Bhayangkara Nomor 2, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (9/8/2026).
MUSEUM KERIS NUSANTARA - Potret kegiatan budaya Kirab yang digelar Museum Keris Nusantara, Jalan Bhayangkara Nomor 2, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (9/8/2026). (peserta magang Tribunwow.com/Ragil Amalia)

 

Dari seluruh koleksi yang ada di Museum Keris Nusantara, Bonita mengatakan setiap keris memiliki daya tarik masing-masing.

Namun, terdapat masterpiece yang menurutnya paling menarik perhatian, yakni Kiai Tengoro milik Presiden Joko Widodo.

Kiai Tengoro memiliki filosofi yang berkaitan dengan 17 Agustus dan Pancasila.

Selain itu, terdapat unsur Garuda yang mencerminkan Negara Indonesia.

Baca juga: Tanggapan Istana soal Isu Kapolri Listyo Sigit Prabowo: Belum Ada Suppres dari Presiden

"Keris semua menarik, tapi yang paling menarik punya Pak Jokowi, masterpiece Kiai Tengoro," kata Bonita.

Meski demikian, Bonita juga menyebut masih banyak keris sepuh yang memiliki nilai tersendiri.

Menurutnya, keris-keris tersebut juga memiliki nilai dan cerita yang menarik untuk diketahui masyarakat.

"Tapi banyak keris-keris sepuh yang bertuah," lanjutnya.

Museum Keris Nusantara Siapkan Sejumlah Agenda

Museum Keris Nusantara juga telah menyiapkan sejumlah agenda yang akan dilakukan dalam waktu dekat hingga akhir 2026.

Bonita menyebut akan ada pengumuman lomba film dokumenter pada 28 Agustus 2026.

Selain itu, masih ada kegiatan sosialisasi yang dijadwalkan pada 28 November 2026.

Untuk kegiatan pada November tersebut, Bonita mengatakan kemasannya masih belum ditentukan.

"28 Agustus masih ada sosialisasi, 28 November kemasannya belum," ungkap Bonita.

Tidak hanya itu, Museum Keris Nusantara juga memiliki agenda museum keliling.

Museum tersebut juga akan melakukan kolaborasi dengan 65 museum di seluruh Indonesia.

Selain itu, terdapat kegiatan belajar bersama dengan busana Nusantara.

Berbagai agenda tersebut menjadi bagian dari upaya Museum Keris Nusantara untuk terus memperkenalkan keris dan budaya Nusantara kepada masyarakat.

Target Kunjungan Museum Terus Meningkat

POTRET DEPAN MUSEUM KERIS NUSANTARA - Potret kegiatan budaya Kirab yang digelar Museum Keris Nusantara, Jalan Bhayangkara Nomor 2, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (9/8/2026).
POTRET DEPAN MUSEUM KERIS NUSANTARA - Potret kegiatan budaya Kirab yang digelar Museum Keris Nusantara, Jalan Bhayangkara Nomor 2, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (9/8/2026). (peserta magang Tribunwow.com/Ragil Amalia)

 

Bonita juga menjelaskan mengenai target kunjungan Museum Keris Nusantara dari tahun ke tahun.

Menurutnya, target tersebut terus mengalami peningkatan.

Pada 2022, target kunjungan berada di angka 80 juta.

Kemudian pada 2023, target meningkat menjadi 100 juta.

Baca juga: Soroti Kejanggalan Kematian Eks Istri Polisi di Medan, Komisi III DPR Panggil Kapolda Sumut

Pada 2024, target tersebut masih berada di angka 100 juta.

Sementara pada 2025 hingga 2026, target kembali meningkat menjadi 125 juta.

Bonita juga menyampaikan capaian hingga Agustus 2026 yang berkaitan dengan Kiai Tengoro telah mencapai 58 persen.

Warga Sambut Positif Kirab Keris

MUSEUM KERIS NUSANTARA - Potret kegiatan budaya Kirab yang digelar Museum Keris Nusantara, Jalan Bhayangkara Nomor 2, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (9/8/2026).
MUSEUM KERIS NUSANTARA - Potret kegiatan budaya Kirab yang digelar Museum Keris Nusantara, Jalan Bhayangkara Nomor 2, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (9/8/2026). (peserta magang Tribunwow.com/Ragil Amalia)

 

Winarsih, warga Karanganyar, mengaku senang dengan adanya kegiatan kirab.

Menurutnya, kegiatan tersebut membuat masyarakat dapat melihat secara langsung sekaligus mengetahui sejarah yang ada di balik budaya yang ditampilkan.

"Saya senang memang itu dengan adanya kirab-kirab, masyarakat bisa menilai, oh itu dulu sejarahnya seperti ini," ujar Winarsih.

Winarsih mengatakan kegiatan seperti ini baru pertama kali ia saksikan karena digelar bersamaan dengan parade Pramuka.

"Event-event seperti ini baru pertama kali bersamaan dengan parade Pramuka," katanya.

Ia juga mengaku sangat mendukung kegiatan tersebut, terlebih digelar dalam suasana semarak menyambut 17 Agustus.

"Sangat mendukung sekali, apalagi pas semarak 17 Agustus," ungkap Winarsih.

Ketika ditanya mengenai bagian yang paling menarik, Winarsih menyebut tombak yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, tombak tersebut menarik karena dahulu digunakan sebagai senjata dalam perjuangan.

"Yang paling menarik yang tombaknya itu dulunya senjata waktu perjuangan dulu," ujarnya.

Winarsih juga yakin kegiatan seperti ini dapat membuat masyarakat semakin mengetahui sejarah yang diperkenalkan.

"Saya yakin bisa, dengan melihat itu masyarakat tahu," tuturnya.

Pengunjung Minta Rute Kirab Diperpanjang

MUSEUM KERIS NUSANTARA - Potret kegiatan budaya Kirab yang digelar Museum Keris Nusantara, Jalan Bhayangkara Nomor 2, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (9/8/2026).
MUSEUM KERIS NUSANTARA - Potret kegiatan budaya Kirab yang digelar Museum Keris Nusantara, Jalan Bhayangkara Nomor 2, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (9/8/2026). (peserta magang Tribunwow.com/Ragil Amalia)

 

Sementara itu, Bambang, warga Gompang, Kartasura, Sukoharjo, juga memberikan tanggapannya mengenai kegiatan tersebut.

Bambang mengaku sudah melihat kegiatan kirab Museum Keris Nusantara sejak sekitar empat tahun lalu setiap kali ada acara.

"Sudah melihat empat tahun yang lalu setiap acara kirab," Ujar Bambang.

Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Namun, Bambang memberikan masukan agar rute kirab dapat diperpanjang, khususnya ketika melewati kawasan CFD.

"Kalau bisa rutenya agak dipanjangkan pas di jalanan CFD agar yang lagi jalan-jalan semua tahu," ujar Bambang.

Menurutnya, rute yang lebih panjang akan membuat semakin banyak masyarakat yang sedang beraktivitas di kawasan CFD mengetahui adanya kegiatan kirab.

Bambang Terpukau dengan Barongan

Selain kirab dan koleksi keris, Bambang juga mengaku terkesan dengan penampilan barongan dalam kegiatan tersebut.

Ia mengaitkan penampilan tersebut dengan budaya Bali.

Namun, Bambang masih mempertanyakan apakah barongan yang diperagakan tersebut memang berasal dari Bali dan diperagakan oleh orang Bali.

"Terkesan sekali sama barongannya dari budaya Bali, tapi apakah benar-benar dari Orang Bali yang memperagakannya?" tutur Bambang.

Menurut Bambang, kegiatan budaya seperti ini menjadi semakin menarik ketika digelar di tengah aktivitas masyarakat.

Ia juga menilai kegiatan tersebut dapat membuat kalangan anak muda lebih mengenal budaya.

"Lebih menarik sekali dan membuat kalangan anak muda lebih tahu, apalagi pas CFD, Ujar Bambang.

(TribunWow.com/Peserta Magang dari UIN Salatiga /Ragil Amalia)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.