Ahli Bermain Layang-layang, Andre Sering Bawa Pulang Hadiah Uang Jutaan Rupiah
Eko Darmoko August 09, 2026 07:45 PM

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Permainan layang-layang tidak sekadar sebuah aktivitas untuk mengisi waktu luang.

Di tangan beberapa orang, bermain layangan bisa mendatangkan cuan.

Bagi Andre Bagus Eka Putra, hobi yang dijalaninya hampir beberapa tahun ke belakang ini dapat mendatangkan keuntungan finansial.

Ia kerap berkeliling mengikuti berbagai perlombaan, bahkan hingga luar pulau.

Andre mengaku rutin mengikuti lomba layangan aduan. Dalam sebulan, ia bisa mengikuti beberapa pertandingan, baik di Kota Malang maupun di luar daerah.

"Sering. Tiap minggu satu kali, kadang satu bulan ada event besar," ujar Andre kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (9/8/2026).

Tak hanya mengejar kesenangan, mengikuti lomba juga menjadi kesempatan bagi Andre untuk mendapatkan hadiah dari pertandingan. Ia mengaku beberapa kali berhasil menjadi juara di berbagai daerah.

"Kalau di luar kota pernah juara satu, kadang juara dua, kadang juara tiga. Tergantung hoki," katanya.

Baca juga: Memeriahkan Bulan Kemerdekaan, Lomba Layang-layang Hadir di Kota Malang

Menurut Andre, hadiah dari lomba layangan menjadi salah satu hal yang membuatnya semakin serius menekuni hobi tersebut. Ia pernah membawa pulang Rp 40 juta dari bermain layangan di Pekalongan.

Terbaru, ia membawa Rp 6 juta setelah menjadi juara satu di ajang Malang Solidarity Sky Fest yang dilaksanakan di Kota Malang, Minggu (9/8/2026).

Kecintaannya terhadap layangan aduan bahkan membawanya mengikuti perlombaan hingga luar Pulau Jawa. Andre menyebut pernah mengikuti pertandingan di Manado dan Kalimantan.

Namun, uang bukan satu-satunya alasan dirinya terus mengikuti berbagai perlombaan.

Ia menyebut daya tarik utama layangan aduan justru terletak pada teknik dan kemampuan masing-masing pemain. Setiap pemain memiliki gaya dan strategi berbeda ketika beradu layangan di udara.

"Yang seru itu main teknik, adu skill. Kemampuan setiap orang berbeda-beda," jelasnya.

Dalam pertandingan, terdapat sejumlah teknik yang biasa digunakan pemain, di antaranya teknik jepret, jagrak, dan ulur. Dari sejumlah teknik tersebut, Andre mengandalkan teknik jepret untuk mengalahkan lawannya.

"Kalau saya andalannya main jepret," ujarnya.

Baca juga: Angkutan Pelajar di Kota Malang Diwacanakan Beroperasi Pertengahan Agustus 2026

Teknik itulah yang membawanya menjadi juara saat mengikuti kejuaraan Malang Solidarity Sky Fest (MSSF).

Bagi Andre, kompetisi layangan juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan. Pertemuan para pemain dari berbagai daerah membuat komunitas layangan aduan semakin terhubung.

"Yang penting itu silaturahmi, menyambung silaturahmi sesama teman," katanya.

Karena itu, Andre berharap olahraga tradisional tersebut semakin berkembang dan komunitas pemain layangan aduan semakin solid.

"Harapan saya, semua pencinta layangan aduan semoga semakin maju, kompak selalu, dan terus menyambung silaturahmi sesama teman," pungkasnya.

Wakil Wali Kota (Wawali), Malang Ali Muthohirin yang juga pembina Malang Solidarity Sky Fest (MSSF) mengatakan, kegiatan lomba layangan adalah aktivitas sederhana namun mendorong kreativitas orang.

Menurutnya, perlombaan seperti Malang Solidarity Sky Fest perlu dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya. Pemkot Malang tidak hanya membangun fisik klperkotaan, namun juga membangun inovasi dan kreativitas warganya.

"Malang Solidarity Sky Fest ini menunjang program kami, Dasa Bakti kami, Malang Tahes dan Kreativitas. Tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana membangun kreativitas yang muncul dan berkembang di Kota Malang," ujar Ali.

Ia berharap kegiatan yang mengangkat permainan dan kreativitas layang-layang tersebut dapat semakin berkembang. Menurutnya, keberadaan berbagai komunitas kreatif menjadi salah satu potensi yang dapat memperkuat daya tarik Kota Malang.

"Saya turut senang karena juga mengajak pelaku UMKM. Ke depan, harus lebih besar lagi," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.