Kehadiran Yahya Cholil Staquf di NTT Jadi Penyemangat Pengurus NU untuk Perkuat Organisasi
Cristin Adal August 09, 2026 07:47 PM

 

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG – Kehadiran Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi momentum bagi jajaran pengurus NU di daerah untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan melanjutkan berbagai program pelayanan kepada jam'iyah dan umat.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi dan Silaturahmi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Nusa Tenggara Timur (NTT) yang digelar di Hotel Neo Kupang, 6–7 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi forum konsolidasi sekaligus memperkuat komunikasi antar-pengurus NU di NTT.

Ketua PCNU Kabupaten Lembata, KH Mukhtar Sarabity, menilai kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf di tingkat PBNU telah menunjukkan sejumlah upaya penguatan organisasi.

Baca juga: Melchias Mekeng Ingatkan Indonesia Bisa Tertinggal jika Investasi Pendidikan Diabaikan

Menurut Mukhtar, sejumlah gagasan yang disampaikan KH Yahya saat Muktamar NU di Lampung mulai terlihat melalui program-program yang berjalan di tingkat kepengurusan daerah.

“Saya menjadi saksi sebagai muktamirin ketika pemilihan Ketua Umum PBNU di Lampung. Apa yang disampaikan oleh KH Yahya Cholil Staquf pada waktu itu, hari ini mulai dapat kita lihat melalui berbagai program yang berjalan,” ujar Mukhtar di sela-sela kegiatan.

Ia bahkan menilai KH Yahya Cholil Staquf layak untuk kembali memimpin PBNU.

“KH Yahya Cholil Staquf layak dan harus terpilih kembali,” tegasnya.

Baca juga: Potret Uskup Agung Ende Bertamu ke Tetangga Muslim yang Rayakan Idul Fitri, Sangat Sederhana

Salah satu program yang dinilai mulai memberikan dampak adalah Digdaya Persuratan NU. Program tersebut merupakan bagian dari upaya transformasi digital dalam tata kelola administrasi dan persuratan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Mukhtar mengatakan, penerapan sistem tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi mulai menjangkau kepengurusan NU di tingkat cabang.

Hal senada disampaikan Admin PCNU Kabupaten Sikka, Aklamin. Ia mengatakan, Digdaya Persuratan NU mulai membantu membangun konektivitas antarpengurus, termasuk dalam komunikasi antar-PCNU di berbagai daerah.

“Digdaya Persuratan hari ini sudah mulai terlihat hasilnya. Kemarin bahkan terjadi komunikasi melalui Digdaya antara PCNU Situbondo dengan PCNU Kabupaten Sikka,” kata Aklamin.

Menurut dia, manfaat program tersebut tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga dengan upaya membangun tata kelola organisasi yang lebih tertib, efektif, dan terhubung.

“Ini adalah bukti nyata. Karena itu, mari kita lanjutkan dan rawat hal-hal baik yang sudah berjalan. Apa yang sudah dimulai harus terus diperkuat agar semakin memberikan manfaat bagi jam'iyah Nahdlatul Ulama dan umat,” ujarnya.

Rapat koordinasi dan silaturahmi PWNU serta PCNU se-NTT tersebut menjadi ruang konsolidasi bagi pengurus NU di berbagai tingkatan. Pertemuan itu juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi dan mengevaluasi keberlanjutan program organisasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.