Awas Pencurian Akun WhatsApp Besar-besaran, Banyak Pengguna Dikirimi SMS 'Akun Akan Diblokir'
Naufal Fauzy August 09, 2026 08:03 PM

Pesan itu masuk sebagai pesan SMS dengan pengirim mencatut nama WhatsApp.

Pesan itu juga disertai link situs penipuan.

Langkah-langkah yang dimaksud pengirim itulah yang ternyata proses pencurian data akun WhatsApp oleh si Hacker.

Ketika pengguna terjebak pesan tersebut, maka akun korban mungkin akan diambil alih atau dibajak atau disadap.

Sehingga Hacker yang melakukan peretasan itu bisa mendapat data-data penting korban seperti kontak, atau data akun lainnya.

Kabar maraknya Hacker yang mencoba membajak pengguna WhatsApp ini juga beredar di media sosial.

Seperti di unggahan akun Instagram @sekitaran_jakut baru-baru ini.

Dalam unggahan itu terlihat sebuah video seseorang menunjukan pesan yang dikirim Hacker di ponsel iPhone miliknya.

Di sana terlihat pesan yang bertuliskan menggunakan bahasa Mandarin kemudian menggunakan bahasa Inggris.

Isinya berbunyi, "akun Anda telah melakukan pelanggaran dan akan dinonaktifkan. Silakan kunjungi [link] untuk unblok. Jika dalam 6 jam tak dilakukan, maka akun anda akan diblokir permanen."

Orang di video tersebut juga mengatakan bahwa orang-orang di sekitarnya juga banyak yang menerima pesan serupa.

"Saat ini sedang terjadi pencurian akun WhatsApp besar-besaran," ucap pria di video tersebut.

"Dan banyak sekali orang yang baru di sekitar gua ini kena teman-teman," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa hal ini tidak hanya dialami pengguna WhatsApp di Android, tapi juga pengguna WhatsApp di iPhone.

Sebelumnya pada 17 Juli 2026 kemarin, modus Hacker serupa juga sempat dibahas oleh pakar keamanan siber dari Vaksin.com, Alfons Tanujaya yang mana cara melaluii SMS Ini disebut modus baru peretasan atau hack akun WhatsApp.

Pengiriman SMS ini, kata dia, bukan Bug WhatsApp, ini adalah SMS Sender ID Spoofing.

Field 'nama pengirim' bisa diisi teks bebas tanpa autentikasi apa pun.

Nama "WhatsApp" tinggal dipesan lewat SMS gateway alfanumerik.

HP otomatis menggabungkan pesan ke thread pengirim yang sama.

Pesan palsu pun numpang di thread OTP asli.

"Ini kelemahan protokol SMS di level operator, bukan celah di sistem atau aplikasi WhatsApp," katanya.

Melalu SMS itu, korban kemudian diarahkan ke link situs palsu berwajah mirip situs asli WhatsApp.

Korban lalu diminta Nomor HP, ini untuk verifikasi nomor yang dimasukkan sebenarnya dipakai memicu permintaan tautan perangkat SUNGGUHAN ke server WhatsApp.

Situs phishing itu meneruskan kode pairing yang SAH dari WhatsApp, bukan kode karangan. 

"Inilah yang membuat modus ini sulit dikenali," katanya.

Korban dipandu step-by-step di situs phishing tersebut.

Seperti membuka Settings di HP dan lain-lain.

Sampai akhirnya akun WhatsApp Anda akan disadap dan dibajak oleh pelaku.

Pelaku bisa dapat akses penuh tanpa password, SIM swap, membaca semua chat, dan menipu seluruh kontak korban.

Waspadalah jika mendapat SMS serupa dan jangan pernah mengklik atau masuk ke link penipuan yang dilampirkan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.