Pengertian tentang Hepatitis B, Lengkap dengan Gejala dan Cara Mencegahnya
Febri Prasetyo August 09, 2026 08:19 PM

TRIBUNNEWS.COM - Hepatitis B merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat menyerang organ hati dan pada kondisi tertentu berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.

Walau tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal, hepatitis B dapat berlangsung dalam jangka panjang dan menyebabkan kerusakan hati.

Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer (KKLP) sekaligus dosen UKSW Salatiga, dr. Indrawan Adhitomo, M.Kes., SpKKLP dan dr. Enny Listiawati, MPH, selaku MPH dari LKP Sukaba menjelaskan bahwa hepatitis B merupakan salah satu jenis hepatitis yang disebabkan oleh virus.

"Hepatitis itu dari kata 'hepar' itu hati, dan 'itis' itu peradangan, jadi Hepatitis itu peradangan hati," jelas dr. Enny dalam wawancara program Healthy Talk di kantor redaksi Tribunnews Solo di Karanganyar, Jawa Tengah, dikutip pada Minggu (9/8/2026).  

Jadi hepatitis B merupakan peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B.

"Peradangannya berjalan perlahan-lahan, terus ditambah dengan gaya hidup yang tidak sehat juga, ungkap dr. Indrawan, dalam wawancara program Healthy Talk.

Baca juga: WHO: Hepatitis Masih Mematikan, Jutaan Orang Belum Tahu Terinfeksi

Apa Itu Hepatitis B?

Hepatitis B adalah infeksi virus yang menyerang hati.

Penyakit ini menjadi perhatian karena gejalanya pada tahap awal dapat sangat samar.

Seseorang bahkan dapat terlihat sehat dan tetap beraktivitas seperti biasa meskipun pemeriksaan menunjukkan adanya virus hepatitis B.

Virus hepatitis B dapat berada dalam tubuh dalam kondisi tidak aktif sehingga seseorang belum merasakan keluhan.

Virus tersebut dapat kembali aktif ketika jumlah virus meningkat atau ketika kondisi daya tahan tubuh menurun.

Karena itulah, hepatitis B kerap disebut sebagai penyakit yang dapat berjalan secara diam-diam.

Jika tidak terdeteksi dan berkembang menjadi kronis, hepatitis B dapat menyebabkan sirosis hati hingga kanker hati.

Gejala Hepatitis B

  • Badan terasa lemas
  • Tidak nafsu makan
  • Mual
  • Meriang atau merasa tidak enak badan
  • Penurunan kondisi tubuh

Gejala tersebut dapat menyerupai keluhan kesehatan lainnya sehingga seseorang terkadang tidak menyadari dirinya mengalami hepatitis B.

Sementara itu, kondisi kuning pada tubuh tidak selalu muncul sejak awal.

Menurut dr. Indrawan, warna kuning dapat terjadi ketika fungsi hati sudah mengalami gangguan yang berat.

Karena itu, masyarakat tidak sebaiknya menunggu munculnya tanda kuning untuk mulai memeriksakan kondisi kesehatan.

Baca juga: 5 Manfaat Daun Meniran untuk Kesehatan dan Efek Samping yang Perlu Diwaspadai

Hepatitis B Bisa Berkembang Menjadi Kronis

Hepatitis B dapat sembuh sendiri pada sebagian orang, tetapi sebagian lainnya dapat berkembang menjadi infeksi kronis.

Risikonya berbeda pada anak-anak, infeksi hepatitis B pada bayi dan anak-anak memiliki kemungkinan lebih besar untuk berkembang menjadi kondisi kronis.

Karena itu, pencegahan sejak dini menjadi hal yang sangat penting, termasuk melalui vaksinasi.

Dampak Hepatitis B pada Hati

Apabila hepatitis B berkembang menjadi kronis dan menyebabkan kerusakan hati, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi sirosis.

Sirosis merupakan kondisi ketika struktur dan fungsi hati mengalami kerusakan.

Hati memiliki berbagai fungsi penting, termasuk membantu proses metabolisme dan menangani zat-zat yang masuk ke dalam tubuh.

Jika fungsi hati mengalami penurunan, dampaknya dapat merambat ke berbagai fungsi tubuh lainnya.

Pada kondisi sirosis yang sudah berat, penanganan dapat membutuhkan transplantasi hati.

Baca juga: 50 Ucapan Hari Hepatitis Sedunia 28 Juli 2026, Penuh Semangat dan Harapan

Bagaimana Cara Mencegah Hepatitis B?

1. Melakukan Vaksinasi Hepatitis B

Vaksinasi menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah hepatitis B.

Dalam transkrip dijelaskan bahwa hepatitis B telah masuk dalam program imunisasi dasar pemerintah.

Bayi juga mendapatkan vaksin hepatitis B sejak lahir sesuai program imunisasi.

Selain vaksinasi, perhatian khusus diperlukan pada ibu hamil.

Ibu hamil perlu menjalani pemeriksaan hepatitis B.

Apabila HBsAg positif, diperlukan penanganan khusus untuk mencegah penularan virus kepada bayi.

2. Tidak Menggunakan Barang Pribadi Secara Bergantian

Masyarakat juga perlu berhati-hati dalam menggunakan barang yang berpotensi terkena darah atau cairan tubuh.

Contohnya adalah 

  • sikat gigi,
  • gunting kuku, 
  • Alat cukur, dan
  • peralatan lain yang berpotensi menyebabkan luka atau kontak dengan darah.

Hal serupa berlaku pada gunting kuku dan alat cukur yang dapat menyebabkan luka kecil sehingga berpotensi menjadi media penularan.

3. Menjaga Pola Hidup Sehat

Menjaga pola hidup sehat juga menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi tubuh.

Pola makan yang baik, istirahat cukup, dan olahraga secara teratur dianjurkan untuk membantu menjaga kesehatan tubuh.

Kondisi tubuh yang sehat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena virus hepatitis B dapat menjadi aktif ketika kondisi tubuh menurun.

4. Menghindari Alkohol

Konsumsi alkohol juga perlu diwaspadai, terutama pada orang yang sudah memiliki hepatitis B.

Dalam transkrip dijelaskan bahwa konsumsi alkohol dapat semakin memperburuk kondisi hati pada orang yang mengalami hepatitis B.

Apabila muncul keluhan yang mengarah pada hepatitis atau terdapat faktor risiko penularan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter dan menjalani pemeriksaan yang diperlukan.

(Tribunnews.com/Oktavia WW)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.