Biodata Kombes Pol Teddy Fanani, Ditreskrimum Polda Sumbar Diduga Pukul Sopir, Propam Turun Tangan
Rusaidah August 09, 2026 08:20 PM

 

POSBELITUNG.CO -- Propam Polda Sumbar turun tangan menangani kasus dugaan pemukulan yang dilakukan oleh Ditreskrimum Polda Sumbar, Kombes Pol Teddy Fanani.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan, perintah penyelidikan diberikan setelah video dugaan pelanggaran itu beredar di media sosial pada Jumat (7/8/2026).

Polda Sumbar menegaskan proses penegakan aturan berlaku bagi seluruh personel kepolisian tanpa membedakan pangkat maupun jabatan.

Kombes Pol Teddy Fanani diduga terlibat cekcok dengan seorang pengendara bernama Bill Irzano (23) hingga viral di media sosial. 

Dalam video tersebut, Teddy diduga melakukan pemukulan terhadap Bill Irzano di kawasan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Jumat (7/8/2026). 

Peristiwa itu kemudian berbuntut laporan ke Propam Polda Sumbar, sementara Teddy membantah telah melakukan pemukulan.

Baca juga: Biodata Awkarin, Anak Jenderal TNI Tak Gengsi Tawarkan Kerja Sama ke Brand: Namanya Nyari Duit

Sorotan terhadap Teddy semakin besar lantaran ia merupakan pejabat utama Polda Sumbar yang memiliki pengalaman panjang di kepolisian.

Sebelum menduduki posisi Dirkrimum Polda Sumbar, perwira lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 itu telah menjalani sejumlah penugasan di berbagai daerah, salah satunya Bangka Belitung.

Biodata Kombes Pol Teddy Fanani

Kombes Pol Teddy Fanani merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1999.

Ia sudah bertahun-tahun menjadi anggota Polri serta bertugas di berbagai daerah, seperti Maluku Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Banten hingga Sumatera Barat.

Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, Kombes Pol Teddy pernah menjabat sebagai Penyidik/Kepala Unit II Satuan III di Direktorat Reserse Kriminal Polda Maluku Utara.

Lalu Kepala Sub Direktorat II Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Bangka Belitung. 

Pada awal 2019, dirinya dipercaya duduk di kursi Kasubdit 2 Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah.

Kombes Pol Teddy melanjutkan kariernya dengan menjadi Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Banten.

Jabatan tersebut berakhir pada 7 April 2025.

Ia menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan SPN Polda Banten ke Kombes Pol. Alfaris Pattiwael.

Kombes Pol Teddy dimutasi dengan jabatan barunya Dirkrimum Polda Sumbar hingga detik ini.

Dalam urusan akademis, dia memiliki sederet titel mentereng.

Mulai dari Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K.); Magister Hukum (M.H.); Magister Manajemen (M.M.); dan Certified Human Resources Analyst (CHRA), sertifikasi profesi non-akademik di bidang analisis sumber daya manusia.

Diduga Pukul Sopir, Kombes Teddy Membantah

Di tengah video yang viral, Teddy memberikan bantahan terkait dugaan pemukulan terhadap Bill.

Menurut Teddy, kejadian bermula ketika dirinya hendak menuju bandara.

Saat itu, kendaraan yang dikemudikan Bill disebut menyalip mobilnya dari sebelah kiri dengan kecepatan tinggi hingga hampir menyebabkan kecelakaan.

Baca juga: Biodata Kombes Pol Andi Kirana, Diperiksa Divpropam Mabes Polri, Pernah Dilaporkan Istri Dugaan KDRT

"Saya mau ke bandara, dia nyalip dari sebelah kiri," kata Teddy, dikutip dari Kompas.com.

Setelah itu, kendaraan Bill dikejar dan diminta berhenti.

Teddy mengatakan anggotanya kemudian mendatangi pengemudi tersebut.

Namun, Teddy mengklaim dirinya justru meminta agar tidak terjadi kekerasan dalam kejadian tersebut.

"Saya yang teriak, jangan dipukul-pukul, bawa sini saja, kita omongin," ujarnya.

Ia juga menyebut kacamata Bill terjatuh ketika pengendara tersebut bersandar ke mobil saat keduanya berbicara.

"Kacamatanya jatuh. Mungkin pecah karena itu," katanya.

Keterangan Teddy berbeda dengan cerita Bill Irzano mengenai insiden tersebut.

Bill membenarkan dirinya menyalip mobil yang dikendarai Teddy.

Ia bahkan mengakui tindakannya salah dan menyatakan telah meminta maaf.

Namun, menurut Bill, persoalan kemudian berkembang setelah mobilnya dihentikan rombongan Teddy.

Bill mengaku mendapat perlakuan kekerasan hingga bagian wajahnya dipukul dan kacamatanya mengalami kerusakan.

"Terus tiba-tiba dia langsung arogan buat mukulin. Saya dipukulin di bagian wajah. Terus bagian kacamata saya ini patah," ungkap Bill, dikutip dari TribunPadang.com.

Bill juga mengatakan pria yang diduga Teddy meninggalkan lokasi setelah kejadian.

"Usai kejadian itu dia langsung pergi gitu aja. Karena saat itu dia marah-marah langsung pergi," ujarnya.

Bill kemudian membawa persoalan tersebut ke ranah hukum dengan melaporkan Teddy ke Propam Polda Sumbar pada Jumat (7/8/2026).

Laporan itu tercatat dengan nomor STTLP/B/218/VIII/2026/SPKT/Polda Sumbar.

Kapolda Sumbar Perintahkan Propam Selidiki

Laporan tersebut kini ditangani Bidang Propam Polda Sumbar.

Kapolda Sumbar Irjen Djati Wiyoto Abadhy telah memerintahkan pemeriksaan untuk mengetahui fakta sebenarnya di balik insiden tersebut.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Susmelawati Rosya membenarkan adanya perintah tersebut.

Menurut Susmelawati, Kapolda Sumbar juga telah memberikan penegasan bahwa setiap anggota yang terbukti melakukan pelanggaran akan dikenakan tindakan sesuai aturan.

“Pak Kapolda juga menyampaikan tegas apabila ada anggota Polri melakukan pelanggaran, ditindak tegas pasti ada sanksinya. Siapa pun dia, apa pun pangkatnya,” tegasnya.

Meski demikian, Propam belum menarik kesimpulan mengenai siapa yang benar dalam insiden tersebut.

Pemeriksaan terhadap sejumlah pihak masih dilakukan untuk mencocokkan keterangan masing-masing.

“Semuanya kan akan dipanggil diperiksa dimintai keterangan. Baik pihak polri, korban, maupun pihak lain seperti lalu lintas akan dimintai keterangan. Jadi seperti apa kejadian sebenarnya, hasil Lidik Propam,” tukas Susmelawati.

Sebelumnya, video berdurasi sekitar 27 detik mengenai kejadian tersebut beredar luas di media sosial pada Jumat siang.

Video tersebut diunggah akun @bill_irzano dan memperlihatkan sebuah kendaraan berhenti di depan mobil lain.

Seorang pria yang diduga merupakan perwira Polda Sumbar kemudian turun dari kendaraan dan menghampiri mobil pengemudi lainnya.

Dalam rekaman juga terlihat adanya kontak fisik yang tampak seperti dorongan.

Bill Irzano dalam unggahannya mengaku sebagai pengemudi kendaraan dinas Sumatera Barat yang sedang menuju Bandara Internasional Minangkabau.

Ia mengakui telah menyalip kendaraan di depannya dari sebelah kiri.

"Saya sebagai driver dinas Sumbar, ada giat ke BIM menjemput bapak @e.aminudinaziz saya menyelip mobil dia sebelah kiri. Kebetulan jalan kosong, jadi driver bapak polisi kaget," tulisnya.

Bill mengatakan dirinya telah membunyikan klakson dan menyalakan lampu sein sebelum melakukan manuver tersebut.

Ia juga mengakui tindakan menyalip kendaraan dari sebelah kiri merupakan kesalahan.

"Padahal saya sudah klason dan lampu sen juga hidup. Saya akui saya salah menyelip mobil sebelah kiri. Dan mobil diapun gak ada sedikitpun tersenggol," tegasnya.

Bill mengaku telah meminta maaf berulang kali setelah kejadian di jalan tersebut. Namun, ia mengeklaim kemudian mendapat pukulan di bagian mata hingga kacamatanya patah.

"Saya sudah meminta maaf berkali-kali lalu dia memukul mata saya dengan keras. Sampai patah kacamata saya," jelasnya.

Pengakuan tersebut saat ini masih menjadi bagian dari materi yang akan didalami Propam Polda Sumbar.

Polda Sumbar belum menyampaikan hasil pemeriksaan ataupun kesimpulan yang memastikan adanya pemukulan dalam kejadian tersebut.

Susmelawati mengatakan perkembangan penyelidikan akan disampaikan setelah proses pemeriksaan berjalan.

(Posbelitung.co/Kompas.com/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.