Datang untuk Makan Soto di Warung Mbak Mintol Trucuk Klaten, Miya Pulang Bawa Senyum Sang Cucu
Vincentius Jyestha Candraditya August 09, 2026 09:29 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Semangkuk soto hangat bukan satu-satunya alasan Miya datang ke Warung Soto dan Sop Mbak Mintol di Dukuh Prayan, Desa Planggu, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten. Bagi warga Kecamatan Pedan itu, ada hiburan sederhana yang membuat kunjungannya bersama sang cucu terasa lebih menyenangkan.

Di sela menikmati soto, Miya bersama suaminya memperhatikan sang cucu yang asyik bermain air di kolam ikan yang berada di salah satu sudut warung.

Sesekali, sang cucu tampak antusias melihat ikan-ikan yang berenang di dalam kolam. Suasana itu pula yang membuat Miya betah menikmati santapannya tanpa terburu-buru.

"Cuma pengen makan sama hiburan, kebetulan sama cucu lihat ikan ya seneng," ujarnya.

KULINER KLATEN - Warung Soto dan Sop Mbak Mintol, sajikan warung soto dengan konsep kolam ikan di Dukuh Prayan, Desa Planggu, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jumat (7/8/2026).
KULINER KLATEN - Warung Soto dan Sop Mbak Mintol, sajikan warung soto dengan konsep kolam ikan di Dukuh Prayan, Desa Planggu, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jumat (7/8/2026). (TribunSolo.com/Zharfan Muhana)

Tak hanya melihat ikan, sang cucu juga diperbolehkan bermain air di kolam. Bagi Miya, aktivitas sederhana itu menjadi hiburan tersendiri bagi anak-anak.

"Disini bisa nyegur (cipratan), jadi buat hiburan anak," paparnya.

Kunjungan Miya ke warung tersebut pun bukan kali pertama. Ia bahkan telah menyiapkan pakaian ganti untuk sang cucu, mengantisipasi setelah bermain air.

Baca juga: Mbah Tukinil di Klaten Berduka Kehilangan Yanto, Kucing Oren Kesayangan yang Dianggapnya Bawa Makmur

Pemilik Warung Soto dan Sop Mbak Mintol, Mini (39), mengatakan konsep kolam tersebut memang menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung, terutama keluarga yang datang membawa anak-anak.

"Kalau sudah yang sering ke sini dibawain ganti baju. Kita di sini menyediakan perlengkapan mandi, sabun mandi," jelasnya.

Anak-anak yang sudah selesai makan pun diperbolehkan bermain air di kolam.

"Jadi kan kadang kalau habis Pada habis makan, terus anak-anak minta berenang dibolehin," tambahnya.

Ratusan Ikan Nila Jadi Teman Bermain

Kolam di Warung Mbak Mintol tidak hanya menjadi pemanis suasana. Di dalamnya terdapat ratusan ikan nila dengan ukuran beragam. Sebagian ikan sudah terlihat besar, sementara lainnya masih berukuran kecil.

Mini memilih ikan nila karena dinilai lebih menarik untuk menjadi teman bermain anak-anak.

"Soalnya kan banyak anak-anak, kalau dikasih ikan terapi kan enggak menarik. Jadi kita cuman dikasih ikan nila saja," kata Mini.

Namun, kebebasan bermain air bukan berarti pengunjung boleh mengambil ikan dari kolam.

Di sekitar kolam, Mini memasang sejumlah rambu peringatan. Salah satunya berbunyi, "Ikannya jangan ditangkap ya, kasihan nanti pusing,".

Peringatan tersebut dibuat setelah sebelumnya ada pengunjung yang mengambil ikan dari kolam untuk dibawa pulang.

Baca juga: Ada yang Berani Coba Kuliner Hidden Gem di Klaten? Makan Soto Rp5 Ribu Sambil Kaki Dikelilingi Ikan

"Kita bebasin mau berenang terserah lah, tapi jangan ditangkap ikannya. Soalnya kemarin-kemarin itu banyak yang ikannya ditangkap, dibawa pulang," ucapnya.

Kalimat soal ikan yang bisa pusing ternyata hanya gurauan untuk membuat pengunjung tidak menangkap ikan.

"Yang punya (yang pusing), bukan ikannya," ucapnya sambil tertawa.

Bagi Miya dan keluarganya, konsep sederhana itu membuat Warung Mbak Mintol menawarkan pengalaman berbeda. Datang untuk menyantap soto, tetapi pulangnya membawa cerita dan senyum sang cucu setelah puas bermain air.



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.