Biodata Candra Waskito, Bos Royal Phone Ambarawa Tewas Dirampok, Terkuak Motif Pelaku dan Kronologi
Rusaidah August 09, 2026 09:37 PM

 

POSBELITUNG.CO – Candra Waskito (25), Bos Royal Phone Ambarawa ditemukan tewas dalam mobil Honda Jazz miliknya di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (6/8/2026).

Setelah pemeriksaan intensif, Candra Waskito menjadi korban pembunuhan yang melibatkan dua orang pelaku.

Terungkap jika Candra Waskito tewas dibunuh oleh DPP (20) warga Green Ambarawa Residence, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, dan TI (25) warga Pundan, Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Motif pembunuhan yang dilakukan oleh kedua pelaku adalah faktor ekonomi, DPP dan TI ingin menguasai harta korban.

Menurut Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, motif perampokan Royal Phone Ambarawa sudah terlihat dari percakapan awal tersangka.

"Itu berawal saat DPP bertemu TI. Dia berkata, koe gelem duit ra (kamu mau uang enggak?) kemudian mereka berencana melakukan pencurian di Royal Phone," ujarnya, Sabtu (8/8/2026) dilansir dari Kompas.com.

Baca juga: Geger Pencari Udang Galah Temukan Potongan Tengkorak di Kebun Bangka Barat

Bodia mengatakan, dari hasil pemeriksaan awal tidak ada keterlibatan pihak lain dalam tindak pidana tersebut.

"Hanya dua orang, motif utamanya soal ekonomi. Mereka ingin menguasai harta korban untuk mendapatkan uang," katanya.

Biodata Candra Waskito

Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, Candra Waskito merupakan pemuda kelahiran 2001 atau tutup usia di umur 25 tahun.

Korban tercatat sebagai warga Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Sekretaris Desa Wirogomo, Slamet Sunar, membenarkan Candra Waskito merupakan warganya.

"Mas Candra asli warga sini. Dia setiap kerja pulangnya dua hari sekali."

"Kadang nginep di konter, kadang nginep di rumah sendiri (di Ambarawa). Beli rumah di situ, baru direhab," jelas Sunar, dikutip dari TribunJateng.com, Sabtu (8/8/2026).

Sunar lalu membongkar sosok Candra Waskito.

Ia bersaksi korban selama hidup dikenal sebagai pribadi yang baik, secara sikap maupun kehidupan sosial.

Candra Waskito diketahui memiliki kepribadian baik.

Tidak sampai di situ, ia juga dermawan kerap memberikan bantuan orang-orang yang membutuhkan.

"Mas Candra itu orangnya bagus, ramah, sopan, sumeh, bahkan dia sama siapapun dia sering berbuat baik."

"Akhir-akhir ini bilamana dia bekerja mendapatkan hasil yang lebih itu sering bagi-bagi untuk sedekah untuk lansia, untuk anak-anak," tandasnya, dikutip kanal YouTube Tribunnews.

BOS KONTER HP TEWAS - Candra Waskito bos konter HP di Ambarawa, Jawa Tengah tewas dirampok. Jasad ditemukan di dalam mobil Honda Jazz. (TikTok/Tribun Jateng/Anissa Dea Widiarini)

Kini, kebaikan dari Candra selama hidup ikut dikubur bersama jasadnya di TPU Lemahabang, Dusun Seseh, Desa Wirogomo, Jumat (7/8/2026) pagi.

Kasus tewasnya bos Royal Phone Ambarawa juga viral lewat media sosial.

Warganet ikut membanjiri kolom komentar Instagram @royal_phone.amb dengan ucapan duka.

Baca juga: Besok Putusan Usulan Pemakzulan Hellyana, Lanjut atau Tidak Wagub Babel? Penentu Final di MA

Ada yang merasa ikut kehilangan karena pernah mendapat potongan harga dari korban saat membeli ponsel.

"Turut berduka cita mas, terimakasih dulu pernah ngasih saya diskon lumayan gede, semoga tenang disana ya mas," tulis akun @denidnyadontol.

"Mas Chandra suwun biyen diskone hape lan rela hujan hujan nganter hape nek omahku ,swargi langgeng ya mas can sampean orang baik," timpal akun @ivhar_jamz_sindycate.

Ada juga warganet yang berharap pelaku segera ditangkap.

"Turut berdukacita yg sedalam2 nya,semoga Husnul khatimah dan pelaku segera ditemukan," tulis @windhifebr19.

Kronologi Kejadian

Candra ditemukan meninggal, dua karyawan Konter Royal Phone, M Danu (21) dan M Fahmi (19), sempat kembali ke konter sekitar pukul 02.30 WIB setelah pulang dari Salatiga.  

Namun, saat mengetuk pintu, tidak ada respons dari dalam sehingga keduanya memutuskan pulang.

"Peristiwa bermula ketika dua karyawan konter M Danu (21) dan M Fahmi (19) pulang dari Salatiga sekira pukul 02.30 dan bermaksud kembali ke konter."

"Saat itu, mereka sempat mengetuk pintu, namun tidak ada respons dari dalam sehingga keduanya memutuskan pulang ke rumah masing-masing," terang Kapolsek Ambarawa AKP Ririh Widiastuti.

Sementara itu, saksi bernama Nurul mengungkapkan bahwa sekitar pukul 03.00 WIB, Candra masih berada di dalam konter setelah tiga orang lainnya meninggalkan lokasi.

"Jam tiga mereka baru datang dari Salatiga. Yang lain pulang, pemilik (Candra) masih di konter," ujar Nurul.

Baca juga: Sepakat! Harga Beli Timah Rakyat Rp200 Ribu per Kilogram

Kecurigaan semakin menguat ketika nomor telepon Candra tidak lagi aktif.  Nurul kemudian meminta para karyawan mendobrak pintu belakang setelah konter tak kunjung buka hingga siang.

"Mas Chandra dihubungi tidak aktif. Saya suruh anak-anak (karyawan) dobrak pintu dari belakang," katanya.

Candra Tewas Dirampok

Pada Rabu (5/8/2026) pukul 23.00 WIB, kedua tersangka mengadakan pertemuan di rumah DPP.

Saat itu, DPP dan TI membahas rencana pencurian di Royal Phone, termasuk mempersiapkan palu, knuckle dan keling besi, sebagai antisipasi jika terjadi perlawanan.

Kemudian pada Kamis (6/8/2026) pukul 01.00 WIB, keduanya menunggu selama kurang lebih selama satu jam sembari memantau keadaan.

"Sekaligus menunggu teman-teman pemilik Royal Phone, Chandra Waskito (25), pulang dari konter tersebut," ucap Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana.

Sekitar pukul 03.00 WIB, TI masuk ke konter dan berpura-pura membeli ponsel, kemudian diikuti DPP.

"Saat korban lengah, DPP mengeluarkan palu dari tas dan dipukulkan ke kepala Chandra Waskito sebanyak tiga kali. Setelah korban tersungkur, TI ikut memukul sebanyak lima kali," kata Bodia.

Mengetahui korban tak berdaya, mereka membopong Chandra ke mobil Honda Jazz, termasuk memasukkan ponsel dari konter tersebut.

"Korban meninggal di lokasi dan langsung dibawa ke Gubug Kabupaten Grobogan. Selanjutnya ditinggal di lokasi tersebut," ungkapnya.

Dari hasil kejahatan tersebut, pelaku telah menjual tujuh ponsel dengan hasil Rp 7,9 juta.

"Sebanyak 53 ponsel ditinggal di mobil korban karena pelaku hanya membawa satu tas. Jadi tidak cukup kalau membawa semua barang," ungkap Bodia.

Setelah penyelidikan intensif, kedua pelaku berhasil ditangkap pada Kamis (7/8/2026). DPP ditangkap pukul 15.00 di Kota Semarang dan TI di Ambarawa pukul 15.00 WIB.

Tidak Ada Keterlibatan Sosok Perempuan

Beredar isu pencurian dan pembunuhan terhadap Candra Waskito didalangi oleh seorang perempuan.

Menurut informasi yang beredar, sosok perempuan tersebut meminta salah satu pelaku untuk membunuh korban karena tak terima ditagih utang.

Baca juga: Postingan Sadis 8 Dokter dan Nakes Terhadap Mendiang Yurizal Pasien BPJS dan Nasib Kariernya Kini

Namun, isu itu dibantah oleh AKP Bodia Teja Lelana.

Bodia mengakui memang muncul satu nama saat memeriksa DPP dan TI.

Tetapi, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, pihak kepolisian memastikan tidak ada keterlibatan pihak lain dalam kasus ini, termasuk perempuan yang viral di media sosial.

"Dalam interogasi awal memang sempat tersebut satu nama. Tapi, setelah kami laksanakan pemeriksaan tersangka secara proper di Polres Semarang, ternyata tidak ada. Hanya mereka berdua saja sampai saat ini," kata Bodia, Sabtu, dikutip dari TribunJateng.com.

"Untuk yang beredar di masyarakat bahwa adanya perempuan itu yang dimaksud adalah pacarnya salah satu tersangka, itu tidak ada hubungan sama sekali berkaitan dengan tindak pidana ini sampai saat ini," imbuhnya.

Kendati demikian, Bodia memastikan pihaknya terus menindaklanjuti informasi yang beredar di masyarakat. Termasuk soal kemungkinan keterlibatan pihak lain.

"Kami tetap melaksanakan penyelidikan seiring dengan adanya isu-isu yang beredar di masyarakat untuk mengetahui kebenarannya."

"Namun, sampai saat ini berdasarkan pemeriksaan tersangka tidak ada korelasi antara perempuan tersebut dengan pokok perkara yang sedang kita tangani," pungkasnya.

Pelaku Berhasil Ditangkap

Kapolres Semarang, AKBP Heru Dwi Purnomo menjelaskan, pihaknya langsung melakukan pendalaman usai menerima laporan adanya perampokan.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memintai keterangan sejumlah saksi.

Hasilnya polisi berhasil menangkap dua terduga pelaku yang membunuh Candra Waskito.

"Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari dua hari, tim gabungan berhasil mengamankan dua terduga pelaku," katanya, dikutip dari TribunJateng.com.

Baca juga: Terindentifikasi Identitas 10 Nakes yang Tulis Komentar Hujatan ke Yurizal Pasien BPJS

Meskipun sudah ditangkap, Kapolres Semarang belum bisa mengungkap detail kasus karena masih didalami.

"Saat ini, seluruh fakta hukum masih terus kami dalami."

"Penyidik masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini, sehingga kami belum dapat menyampaikan secara rinci mengenai motif maupun hasil pemeriksaan."

"Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan setelah proses penyidikan memperoleh fakta yang lengkap," tandasnya.

(Posbelitung.co/Bangkapos.com/Kompas.com/TribunJateng.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.