Filosofi Shin Tae-yong Jadi Inspirasi Transformasi Bank Jakarta
Dodi Hasanuddin August 09, 2026 11:19 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Semangat bermain cepat, berani mengambil peluang, dan bergerak sebagai satu tim yang dibawa pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong ternyata memiliki irisan dengan arah transformasi yang tengah dibangun Bank Jakarta.

Kesamaan nilai tersebut disampaikan Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo saat acara Bank Jakarta x Persija Collaboration Kick-Off di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/8/2026).

Agus menilai karakter permainan yang ingin dibangun Shin Tae-yong di Persija memiliki kesamaan dengan perubahan yang sedang didorong di internal Bank Jakarta.

Kecepatan, kelincahan, keberanian menangkap peluang, hingga kekompakan organisasi menjadi nilai yang menurutnya relevan diterapkan di kedua institusi.

“Kami tertarik dengan filosofi Coach Shin, yaitu bermain cepat, menyerang, memiliki mobilitas tinggi dan bergerak sebagai satu tim. Itu juga yang sedang kami lakukan di Bank Jakarta. Kami ingin lebih cepat, lebih agile, lebih berani menangkap peluang dan yang terpenting seluruh organisasi bergerak sebagai satu tim,” kata Agus.

Baca juga: Rano Karno: New Look Bank Jakarta KCP Kebayoran Park Komitmen Transformasi Jawab Kebutuhan Nasabah

Persamaan tersebut muncul ketika Persija memasuki babak baru bersama Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan itu dipercaya menukangi Macan Kemayoran dengan harapan dapat membawa perubahan sekaligus meningkatkan daya saing tim pada musim kompetisi mendatang.

Di sisi lain, Bank Jakarta juga tengah melakukan pembaruan untuk memperkuat posisi sebagai lembaga keuangan yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Menurut Agus, pertemuan antara Persija dan Bank Jakarta memiliki dasar yang kuat karena keduanya sama-sama membawa identitas Jakarta.

Persija merepresentasikan Jakarta melalui sepak bola, sedangkan Bank Jakarta membawa nama kota tersebut dalam layanan perbankan dan ekosistem ekonomi masyarakat.

“Persija membawa nama Jakarta di dada. Bank Jakarta membawa nama Jakarta dalam identitas kami. Kita lahir dan tumbuh bersama di kota yang sama dan membawa satu nama, yaitu Jakarta,” kata Agus.

Atas dasar kesamaan tersebut, Agus menegaskan kerja sama kedua pihak tidak diarahkan sebatas hubungan sponsorship. 

Bank Jakarta ingin kemitraan dengan Persija berkembang menjadi kolaborasi yang mampu mempertemukan olahraga, komunitas, layanan keuangan, teknologi, dan masyarakat Jakarta.

“Kerja sama ini bukan sekadar sponsorship dan bukan hanya soal logo Bank Jakarta di jersey Persija. Kami ingin mempertemukan dua ekosistem besar Jakarta, yaitu Persija dengan sepak bola komunitas dan passion yang luar biasa, serta Bank Jakarta dengan layanan keuangan, teknologi, dan ekosistem kota yang kami layani,” jelasnya.

Baca juga: Pramono Anung Ingin Persija Jakarta Jadi Juara Super League 2026-2027, Begini Kata Shin Tae-yong

Agus menyebut perubahan pola hubungan tersebut sebagai pergeseran dari sponsorship menuju partnership. Dengan begitu, kehadiran Bank Jakarta bersama Persija diharapkan tidak berhenti pada aspek branding, tetapi berkembang menjadi pengalaman yang bisa dirasakan langsung oleh komunitas dan masyarakat.

“From sponsorship to partnership, from visibility to experience,” tegasnya.

Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Bank Jakarta memperkenalkan wajah digital baru melalui laman resmi bankjakarta.co.id.

Pembaruan itu menjadi bagian dari transformasi perusahaan untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih sesuai dengan perkembangan perilaku masyarakat.

Agus menjelaskan perubahan tersebut tidak sekadar berkaitan dengan pergantian alamat laman. Bank Jakarta ingin membangun pengalaman digital yang lebih segar, modern, mudah digunakan, sekaligus berorientasi pada kebutuhan nasabah.

“Selama bertahun-tahun masyarakat mengenal kami melalui bankdki.co.id. Sekarang bukan hanya domainnya yang berubah. Kami ingin digital experience Bank Jakarta juga mencerminkan bank yang sedang kami bangun, lebih fresh, lebih modern, lebih intuitif dan lebih customer centric,” ungkapnya.

Menurut Agus, perubahan digital tersebut harus menjadi bagian dari proses yang lebih besar. Transformasi, kata dia, tidak cukup hanya ditunjukkan melalui perubahan tampilan atau identitas, tetapi harus tercermin dalam kemauan perusahaan untuk terus memperbaiki kualitas layanan.

“Transformasi bukan tentang mengatakan bahwa Bank Jakarta sudah sempurna. Transformasi adalah keberanian untuk terus menjadi lebih baik,” kata Agus.

Baca juga: Jalani Pemusatan Latihan di Thailand, Persija Jakarta Siap Datangkan Tambahan Pemain Baru

Ia menambahkan, perkembangan Jakarta yang semakin dinamis turut menuntut Bank Jakarta meningkatkan kapasitasnya.

Sebagai bank yang membawa nama Jakarta, perusahaan ingin memperkuat kualitas layanan sekaligus tetap menjaga kedekatan dengan masyarakat.

Agus menegaskan Bank Jakarta tidak ingin mengandalkan statusnya sebagai bagian dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat. 

Sebaliknya, kepercayaan tersebut harus dibangun melalui kualitas dan kemampuan perusahaan dalam memberikan layanan.

“Kami tidak ingin masyarakat memilih Bank Jakarta hanya karena kami milik Pemprov DKI. Kami ingin dipilih karena memang layak untuk dipilih. Itulah Bank Jakarta yang sedang kami bangun,” tegasnya.

Sementara itu, perubahan yang tengah dilakukan Persija juga diharapkan menghasilkan capaian konkret di lapangan. Kehadiran Shin Tae-yong, pemain-pemain baru, serta dukungan dari berbagai elemen Jakarta menjadi modal untuk menghadapi musim kompetisi yang baru.

Agus melihat pembaruan yang terjadi di kedua pihak memiliki semangat yang sama. Persija hadir dengan wajah dan energi baru, sementara Bank Jakarta memperkuat transformasi digital dan pengalaman layanan.

“New coach, new players, new energy. Dari Bank Jakarta juga ada new website, new experience, new spirit. Semuanya untuk satu tujuan, membawa kebanggaan untuk Jakarta,” tuturnya.

Baca juga: Rano Karno Apresiasi Dukungan Bank Jakarta untuk Anugerah MHT 2026

Di tengah kolaborasi tersebut, Agus juga menyampaikan harapan besar yang menjadi target bersama keluarga besar Persija dan The Jakmania. 

Dia ingin perjalanan baru Macan Kemayoran pada musim ini berujung pada pencapaian tertinggi.

Menurutnya, target tersebut memiliki nilai khusus karena Persija berpeluang mempersembahkan prestasi pada momentum Jakarta memasuki usia 500 tahun pada 2027 mendatang.

“Ada satu target yang mungkin tidak tertulis di kontrak dengan Persija, tetapi saya yakin seluruh Jakmania punya target yang sama. Persija mesti juara,” ujar Agus.

Ia menilai apabila target tersebut terwujud, keberhasilan Persija tidak hanya menjadi pencapaian olahraga, tetapi juga dapat menjadi kebanggaan bagi masyarakat Jakarta.

“Apalagi Jakarta sedang menuju momentum bersejarah lima abad. Kalau Persija bisa mempersembahkan gelar pada momentum itu, itu akan menjadi hadiah yang sempurna untuk Jakarta,” tutup Agus.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.