1,3 Ton Ketamin Disembunyikan Dalam Kompartemen di Anjungan MV King Sun Digagalkan di Kepri
M Iqbal August 09, 2026 11:20 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, BATAM - Kapal perang TNI Angkatan Laut (TNI AL) KRI Kerambit-627 dari satuam gugus tempur laut menggagalkan dugaan penyelundupan Ketamin di perairan Berakit Pulau Bintan, Kamis (6/8).

Tak tanggung-tanggung, barang bukti yang diamankan dari kapal asing berbendera Tanzania itu sebanyak 1,3 ton bernilai Rp2,1 triliun.

Petugas berhasil menemukan barang yang disembunyikan dalam kompartemen tersembunyi dekat anjungan kapal. Dikemas dalam 1.300 bungkus teh Cina dan ditemukan dalam 65 karung.

Pada saat itu, petugas juga mengamankan delapan orang anak buah kapal (ABK). Terdiri dari satu warga negara Taiwan berinisial TSM (43) dan tujuh warga negara Myanmar..

Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI), Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M mengungkap siasat yang dilakukan oleh kapal MV King Sun.

Hal itu disampaikannya saat konferensi pers yang digelar di Pangkalan Kodaeral IV, Tanjung Sengkuang, Kota Batam, Provinsi Kepri, Minggu (9/8/2026), 

Menurutnya, pola yang dilakukan tersebut menjadi salah satu anomali yang terpantau dalam pengawasan laut.

"Tujuannya itu ke luar, modusnya itu mutar-muter perairan, nah itu yang disebut anomali," ujar Denih usai konferensi pers.

Menurut Denih, anomali pergerakan kapal dapat terpantau melalui sistem radar KRI maupun informasi dari Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal).

Dari pemantauan tersebut, MV King Sun diduga masuk kategori darkship, yakni kapal yang identitas atau keberadaannya tidak terdeteksi sebagaimana mestinya.

Kondisi itu kemudian menjadi dasar bagi TNI AL untuk melakukan pemeriksaan terhadap kapal.

Selain pergerakannya yang terpantau anomali, MV King Sun juga memiliki riwayat perubahan identitas kapal.

Sebelum menggunakan nama MV King Sun, kapal tersebut diketahui bernama Chin Cun No. 12, kemudian berganti nama menjadi Fude.

Kapal itu juga berubah tipe dari kapal penangkap ikan menjadi kapal kargo serta berganti bendera dari Vanuatu menjadi Tanzania.

Terkait perubahan identitas tersebut, Denih belum memastikan apakah hal itu merupakan bagian dari modus penyelundupan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.