SURYA.CO.ID, BATU – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melakukan kunjungan kerja ke Museum Mega Science Center dan Budaya Jatim Park di Kota Batu untuk meninjau fasilitas edukasi interaktif bagi para pelajar, Minggu (9/8/2026).
Kunjungan itu bertujuan untuk melihat secara langsung penerapan teori sains yang dapat diakses publik sebagai wahana pembelajaran luar kelas.
Melalui kunjungan ini, pemerintah mendorong sinergi antara tempat wisata edukasi dan kurikulum sekolah demi meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Kehadiran jajaran kementerian serta pejabat daerah menegaskan komitmen bersama dalam menghadirkan metode belajar yang lebih menyenangkan dan praktis.
Baca juga: Festival Hari Jamur Nasional 2026, Kota Batu Bersiap Jadi Rumah Jamur Eksotis Indonesia
Mendikdasmen bersama rombongan menjajal langsung berbagai fasilitas peragaan canggih yang disajikan di area museum itu.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengunjungi Museum Mega Science Center dan Budaya Jatim Park, Kota Batu, Jawa Timur pada Minggu (9/8/2026).
Kedatangannya untuk melihat langsung sarana edukasi bagi masyarakat khususnya untuk para pelajar dalam membantu memahami penerapan sains di kehidupan sehari-hari secara langsung.
Dalam kunjungan yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur sekaligus mantan Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai, Sekretaris Daerah Kota Batu Alfi Nurhidayat, serta manajemen Jawa Timur Park Group itu rombongan dijelaskan sekaligus praktik langsung, sejumlah wahana permainan science yang ada di sana.
Usai berkeliling, Abdul Mu’ti mengatakan berbagai fasilitas yang ada dalam museum yang lokasinya tak jauh dari Jatimpark 1 itu menampilkan penerapan sains yang dapat membantu pengunjung, khususnya pelajar melihat hubungan antara materi yang dipelajari di sekolah dengan penerapannya dalam kehidupan nyata.
Sehingga selain berwisata, siswa juga nantinya akan mendapat ilmu dari perjalanan selama berkeliling museum.
“Yang menarik dari Science Center ini adalah bagaimana para pengunjung, terutama mungkin anak-anak yang masih dalam masa belajar, dapat melihat langsung bahwa yang mereka pelajari di kelas itu penerapannya bisa berupa berbagai produk dan juga berbagai karya,” kata Abdul Mu’ti, Minggu (9/8/2026).
Baca juga: Libur Lebaran, Sarangan hingga Jatim Park Jadi Magnet 12 Juta Wisatawan
Inovasi sarana edukasi ini dinilai sejalan dengan program penguatan kualitas pembelajaran yang sedang digalakkan oleh kementerian.
Dengan adanya museum ini nantinya dapat membantu anak memahami berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dijelaskan melalui sains dan teknologi, serta peragaan-peragaan yang ada di berbagai diorama itu.
“Konsep ini sejalan dengan kebijakan pembelajaran mendalam atau deep learning yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Jadi teorinya begini, wujudnya begini, caranya bagaimana dan seterusnya,” terangnya.
Pemerintah berharap integrasi antara teori dan praktik di museum itu mampu mendongkrak motivasi serta daya kritis para siswa.
Ia berharap keberadaan museum ini nantinya dapat memberikan inspirasi sekaligus meningkatkan minat belajar anak-anak baik di Jawa Timur khususnya, maupun Indonesia pada umumnya.
“Minat belajar yang meningkat itu tentu akan berkorelasi dengan semangat belajar dan kemampuan belajar mereka,” pungkasnya.