Angka Pengangguran di Lampung Bertambah, Pendidikan Diploma dan Sarjana Tertinggi
Noval Andriansyah August 10, 2026 12:39 AM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Jumlah pengangguran di Provinsi Lampung tercatat mengalami kenaikan berdasarkan rilis data statistik terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung.

Baca juga: Pengangguran Lulusan Perguruan Tinggi di Lampung Capai 7,92 Persen

Dalam rilis periode Mei 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Lampung menyentuh angka 3,97 persen dengan kelompok lulusan perguruan tinggi menyumbang persentase pengangguran tertinggi.

Data menunjukkan bahwa kepemilikan gelar Diploma maupun Sarjana dari Universitas ternyata belum menjamin kemudahan untuk langsung terserap ke dalam dunia kerja.

Lulusan Diploma dan Universitas menempati posisi puncak TPT berdasarkan tingkat pendidikan yakni sebesar 7,92 persen, berbanding terbalik dengan lulusan SD ke bawah yang justru berada di angka terendah 1,47 persen.

Kondisi tersebut memperlihatkan adanya fenomena di mana tingginya jenjang pendidikan tidak berbanding lurus dengan kemudahan mendapatkan lapangan pekerjaan di wilayah Lampung.

Penjelasan BPS Lampung

Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, membenarkan bahwa kelompok tamatan perguruan tinggi mendominasi persentase pengangguran di wilayahnya.

Menurutnya, jurang perbedaan TPT antara lulusan perguruan tinggi dan jenjang pendidikan dasar terbilang cukup signifikan.

"Berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan, TPT paling tinggi ada pada tamatan Diploma dan Universitas yang mencapai 7,92 persen. Sebaliknya, TPT paling rendah justru berada pada tingkat pendidikan SD ke bawah," ujar Ahmadriswan, Minggu (9/8/2026).

Kenaikan Jumlah Angkatan Kerja dan Pengangguran

Secara makro, total angkatan kerja di Provinsi Lampung pada Mei 2026 bertambah 37,64 ribu orang dibandingkan Februari 2026, sehingga menembus angka 5.153,54 ribu orang.

Dari total angkatan kerja tersebut, sebanyak 4.949,08 ribu orang telah bekerja, sedangkan 204,45 ribu orang sisanya masih berstatus menganggur.

Jumlah warga yang belum bekerja tersebut mengalami peningkatan sebanyak 2,13 ribu orang jika dibandingkan dengan data pada Februari 2026.

Kenaikan jumlah warga tanpa pekerjaan tersebut otomatis mendorong TPT Lampung naik tipis sebesar 0,02 persen poin.

Meski merangkak naik, TPT Lampung tercatat masih berada di peringkat ketiga terendah se-Sumatera, tepat di bawah Provinsi Bengkulu (3,20 persen) dan Sumatera Selatan (3,60 persen).

Lulusan Sarjana Sulit Dapat Kerja Sesuai Jurusan

Tingginya angka pengangguran lulusan Diploma dan Universitas menjadi sorotan. Sebab, kelompok berpendidikan tinggi selama ini dianggap memiliki peluang lebih besar untuk memasuki pasar kerja.

Namun, pengalaman para pencari kerja menunjukkan persoalannya tidak sesederhana itu.

Lisya, sarjana Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Radin Inten Lampung (UIN RIL), mengaku telah mengirimkan lebih dari 50 lamaran kerja dalam tiga tahun terakhir.

Berbagai cara telah dilakukan untuk mendapatkan pekerjaan.

Ia bahkan mengaku rutin memantau situs informasi lowongan kerja hingga beberapa kali dalam sehari.

“Saya udah ngirim lamaran lebih dari 50 kali dalam kurun waktu tiga tahun belakangan ini.”

Menurut Lisya, salah satu kendala terbesar adalah terbatasnya lapangan pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kompetensinya.

“Kesulitan dalam mencari kerja kurangnya lapangan pekerjaan, padahal udah buka tutup situs online info loker sehari bisa lima kali.”

Persaingan mendapatkan pekerjaan juga dirasakan semakin berat. Ia mengaku pernah menemukan situasi ketika lowongan yang sesuai justru sulit ditembus karena adanya dugaan faktor koneksi dalam proses perekrutan.

“Sekalinya ada yang sesuai kalah sama ordal.”

Banyak Lowongan Sales

Ironisnya, pendidikan tinggi yang ditempuh dengan harapan bisa mendapatkan pekerjaan sesuai bidang yang diminati tidak selalu berujung demikian.

Lisya mengatakan banyak lowongan yang tersedia justru tidak berkaitan langsung dengan jurusan yang ditempuhnya selama kuliah.

Salah satu posisi yang menurutnya cukup sering muncul adalah pekerjaan sebagai sales.

“Kuliah harapannya bisa kerja sesuai dengan jurusan yang diminati, kenyataannya banyak loker jadi sales.”

Ia sebenarnya pernah mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang dinilai cukup sesuai. Namun, persoalan lain muncul karena jam kerja yang tidak sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.

“Sudah pernah bekerja, gaji cocok tapi jam kerja kurang sesuai.”

Pertanian Raja Lapangan Kerja 

Di tengah tingginya pengangguran lulusan pendidikan tinggi, struktur pasar kerja Lampung masih sangat bergantung pada sektor-sektor yang tidak selalu membutuhkan pendidikan tinggi.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 44,04 persen dari total penduduk bekerja.

Berikutnya, sektor perdagangan besar dan eceran menyerap 16,70 persen, sedangkan industri pengolahan mencapai 8,41 persen.

BPS juga mencatat mayoritas pekerja di Lampung masih berada di sektor informal.

Sebanyak 3.423,3 ribu orang atau 69,17 persen bekerja dalam kegiatan informal. Sementara pekerja formal hanya mencapai 1.525,7 ribu orang atau 30,83 persen.

( Tribunlampung.co.id / Riyo Pratama )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.