TRIBUNGORONTALO.COM – Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut di ajang Drag Race Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Sulawesi Utara, bertambah.
Saat ini tercatat tujuh korban setelah satu korban luka berat dinyatakan meninggal dunia di RSUD Kotamobagu pada Minggu (9/8/2026) malam.
Insiden tersebut terjadi ketika mobil balap Honda Jazz yang dikemudikan pebalap Tian Ngantung mengalami kecelakaan di area pengereman usai melewati garis finis.
Pembalap diduga kehilangan kendali hingga menabrak kerumunan penonton di tepi lintasan pada Minggu sore sekira pukul 16.00 Wita.
Melansir dari TribunManado.co.id, berikut nama-nama korban jiwa akibat tragedi tersebut.
1. Januni Pusung
Korban berjenis kelamin perempuan ini berusia 35 tahun. Januni tercatat sebagai warga Desa Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), yang menghembuskan napas terakhirnya akibat luka benturan keras setelah dievakuasi dari lokasi kejadian.
2. Harianti Mokoginta
Korban perempuan asal Desa Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow. Harianti menjadi salah satu dari deretan penonton yang berada di area pengereman saat kendaraan balap lepas kendali.
3. Lisma Mokoginta
Perempuan berusia 38 tahun ini juga merupakan warga Desa Bilalang III, Kabupaten Bolaang Mongondow. Kepergian Lisma meninggalkan duka mendalam bagi pihak keluarga dan warga desa setempat.
4. Ali Ponamon
Seorang pria lanjut usia berusia 65 tahun. Ali merupakan warga Desa Pontodon, Kota Kotamobagu, yang turut menjadi korban jiwa di tengah antusiasme menyaksikan kejuaraan otomotif tersebut.
5. Bio Mokoagow
Seorang wanita lansia berusia 74 tahun. Warga asal Desa Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow ini menjadi salah satu korban tertua dalam tragedi kemanusiaan di sirkuit non-permanen tersebut.
6. Nilawati Mokodongan
Korban berjenis kelamin perempuan yang berdomisili di Desa Pontodon Induk, Kota Kotamobagu. Nilawati dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis pasca-insiden.
7. Rugaina Manangin
Korban perempuan asal Desa Bilalang yang menjadi korban jiwa ketujuh. Rugaina sempat berjuang melawati kondisi kritis akibat luka berat di RSUD Kotamobagu sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis pada Minggu malam.
Baca juga: BREAKING NEWS: Drag Race Kotamobagu Sulut Berakhir Tragis, 6 Penonton Tewas
Insiden maut ini terjadi sekitar pukul 16.00 WITA di sirkuit non-permanen Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara—wilayah yang berjarak sekitar 184 kilometer dari Kota Manado.
Turnamen balap resmi ini sejatinya menyedot perhatian publik dengan total peserta mencapai 590 starter kelas sepeda motor dan 337 starter kelas mobil.
Kecelakaan melibat mobil balap jenis Honda Jazz yang dikemudikan oleh pebalap Tian Ngantung dari tim Pangeran 05 McJoe, yang saat itu bertanding di kelas kompetisi Free For All (FFA). Menurut penuturan saksi mata di lokasi, kendaraan Tian awalnya melaju kencang secara normal dan mulus melintasi trek hingga melewati garis finis.
Namun petaka terjadi sekitar 100 meter setelah garis finis, tepatnya di zona pengereman.
Kendaraan tiba-tiba mengalami crash, hilang kendali secara drastis, lalu meluncur deras menabrak barisan penonton yang berdiri rapat di pinggir arena pengereman.
Baca juga: BREAKING NEWS: Drag Race Kotamobagu Sulut Berakhir Tragis, 6 Penonton Tewas
Benturan keras membuat puluhan penonton terlempar dan mengakibatkan kepanikan luar biasa di area sirkuit.
Personel Brimob bersama warga setempat dengan sigap langsung melakukan proses evakuasi darurat membawa para korban yang bergelimpangan menuju dua rumah sakit rujukan, yakni RSUD Monompia dan RSUD Kotamobagu.
Kepala Dinas Kesehatan Kotamobagu, Wahdania Mantang, membenarkan adanya pembaruan data korban jiwa pada Minggu malam setelah Rugaina Manangin menghembuskan napas terakhirnya di RSUD Kotamobagu.
Adapun pihak penyelenggara langsung mengambil keputusan tegas untuk menghentikan seluruh rangkaian kegiatan Drag Race Upai demi keselamatan bersama dan penghormatan kepada para korban.
Pihak panitia menyatakan sikap siap memikul tanggung jawab penuh atas seluruh dampak serta kerugian materiil dan immateriil dari peristiwa nahas tersebut, termasuk menanggung seluruh biaya pengobatan medis bagi puluhan korban luka-luka yang masih dirawat.
Ketua Panitia Drag Race, Lucky Sugeha, terlihat sangat terpukul saat mendampingi para korban di rumah sakit.
Dengan wajah berduka, ia menegaskan komitmen panitia di hadapan keluarga korban untuk tidak lepas tangan.
"Saya sudah berada di sini, di rumah sakit. Kami siap bertanggung jawab atas para korban yang masih dalam perawatan. Intinya kami siap bertanggung jawab penuh atas kejadian ini," tegas Lucky. (*)