TRIBUNMANADO.CO.ID,KOTAMOBAGU - Korban meninggal dunia dan luka dalam insiden drag race yang dilaksanakan di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut) ternyata mayoritas dari Kecamatan Bilalang.
Kecamatan Bilalang merupakan salah satu Kecamatan yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulut.
Di mana kecamatan Bilalang ini terdiri dari 8 desa yakni desa Apado, Bilalang 3, Bilalang 3 Utara,Bilalang 4, Bilalang Baru, Kolingangaan, Tudu Aog dan desa Tudu Aog Baru.
Meski begitu ada dua desa yang menyebutkan nama Bilalang namun masuk di wilayah Kota Kotamobagu yakni Bilalang Satu dan Bilalang dua masuk dalam Kecamatan Kotamobagu Utara.
Jarak dari Kecamatan Bilalang menuju Ibu kota Bolmong di Lolak sekitar 62 Kilo Meter dengan waktu tempuh normal sekitar 1 jam 30 menit.
Dalam tragedi drag race di Upai, dari total 7 korban meninggal dunia, sebanyak 5 orang di antaranya merupakan warga desa yang berada di Kecamatan Bilalang.
Sementara dari 9 korban yang mengalami luka, sebanyak 4 orang di antaranya juga berasal dari Kecamatan Bilalang.
Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bolaang Mongondow Ma'rief Mokodompit.
"Untuk korban meninggal di Kecamatan Bilalang ada 5 orang dan luka berat 4 orang," ucapnya Senin (10/08/2026) dini hari.
Ma'rief menjelaskan bahwa 5 korban meninggal tersebut berasal dari Desa Bilalang Baru 1 orang, Desa Bilalang Empat 1 orang dan 3 orang dari Desa Bilalang 3.
"Totalnya ada 9 orang baik itu luka ataupun yang meninggal dunia dari Kecamatan Bilalang," ucapnya.
Atas insiden ini kata Ma'rief, Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi juga mengunjungi rumah sakit untuk memantau sekaligus memberikan ucapan belasungkawa kepada korban insiden ini.
"Bupati juga sudah berada di rumah sakit bersama dengan wali kota sekaligus memberikan ucapan belasungkawa kepada para korban," tandasnya.
Hingga Minggu (9/8/2026) pukul 22.40 WITA, akibat insiden drag race di otamobagu dilaporkan 7 korban meninggal dan 9 orang terluka.
Korban Meninggal:
1. Januni Pusung: perempuan, 35 tahun. Alamat, Desa Bilalang Baru, Kabupaten Bolmong
2. Harianti Mokoginta: perempuan. Alamat: Bilalang 3, Kabupaten Bolmong
3. Lisma Mokoginta: perempuan, 38 tahun. Alamat: Bilalang III, Bolmong
4. Ali Ponamon: laki laki, 65 tahun. Alamat: Desa Pontodon, Kota Kotamobagu
5. Bio Mokoagow: perempuan, 74 tahun. Alamat: Bilalang 3, Bolmong
6. Nilawati Mokodongan: perempuan. Alamat: Pontodon Induk, Kotamobagu
7. Rugaina Manangin: perempuan. Alamat: Bilalang 4, Bolmong
Dirawat di RS Monompia, Kabupaten Bolmong:
1. Hadi Toisi. Alamat: Pangian Tengah, Bolmong (LB)
2. Ali Jojang. Alamat: Bilalang 4, Bolmong (LB)
3. Murdani Pobela. Alamat: Bilalang Baru, Bolmong (LB)
4. Muxin Dondo. Alamat: Pontodon Timur, Kotamobagu (LB)
5. Arhan Mokoginta. Alamat: Bilalang 3, Bolmong (LB)
6. Rapiska Mokodongan. Alamat: Genggulang (LB)
7. Enjelia Lito. Alamat: Bilalang 3, Bolmong (LB) .
8. Prasetio Mokodongan. Alamat: Pontodon, Kotamobagu (LR) .
Dirawat di RS Pobundayan Kotamobagu:
1. Rina Longkun. Alamat: Bilalang Baru, Bolmong (LB).
Tian Ngantung, pebalap yang terlibat lakalantas saat drag race maut di Kelurahan Upai kini dirawat di Manado.
Hal itu dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Kotamobagu Iptu Ahmad Waafi.
Saat dihubungi Tribunmanado.co.id pada Minggu, 9 Agustus 2026, Iptu Waafi mengatakan, pebalap mobil drag race maut tersebut juga mengalami luka cukup serius.
Menurutnya, Tian Ngantung sempat dirawat di RSU Monompia setelah tabrakan.
"Pebalapnya sempat dirawat juga di RSU Monompia. Tapi karena di sana juga banyak keluarga korban, maka yang bersangkutan kita pindahkan," kata dia.
"Jadi saat ini pebalapnya sudah dirujuk ke Manado," ucap dia.
Iptu Waafi menegaskan sang pebalap belum menjalani pemeriksaan.
"Pastinya akan kita periksa. Tapi saat ini belum bisa karena masih dalam perawatan," tuturnya.
"Tadi saat dirujuk ke Manado, semua wajah pebalap penuh dengan perban," beber Iptu Waafi.