Prabowo Minta Pertamina Pangkas Layer dan Anak Cucu Perusahaan
Facundo Chrysnha Pradipha August 10, 2026 03:34 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat bersama Direktur Utama Pertamina Simon Mantiri di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu, (9/8/2026).

Dalam rapat tersebut Simon menyampaikan sejumlah laporan kepada Presiden.

“Pada hari Minggu sore, Presiden Prabowo menerima Dirut PT Pertamina (Persero) Simon A. Mantiri di kediaman Hambalang, Jawa Barat, 9 Agustus 2026,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Laporan yang disampaikan kepada Presiden di antaranya, perkembangan program B50 yaitu bahan bakar campuran solar fosil dan solar dari sawit (biodiesel) yang diluncurkan beberapa Presiden waktu lalu.

“Dirut Pertamina melaporkan kemajuan dari Program Mandatori B50 (Biodiesel 50 persen) yang telah diluncurkan Presiden Prabowo bulan Juli lalu,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut disampaikan juga mengenai kesiapan infrastruktur bahan bakar terbarukan berbasis etanol (bioetanol).

“Serta kesiapan infrastruktur dalam tahapan persiapan mandatori Bioethanol oleh Pemerintah,” katanya.

Untuk diketahui setelah berhasil mengembangkan B50 yang merupakan bahan bakar campuran antara solar fosil dan solar dari sawit dengan persentase 50:50,

Presiden menggenjot bioetanol yang bisa dimanfaatkan untuk campuran bensin.

Tidak hanya itu, dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo kata Seskab meminta Dirut Pertamina untuk mengurangi layer layer, serta anak cucu perusahaan di Pertamina dan BUMN lainnya.

Baca juga: Pastikan Distribusi Energi, Komisaris Pertamina Patra Niaga Cek Integrated Terminal Tanjung Uban

“Pemangkasan ditujukan agar pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, produktivitas lebih meningkat, dan efisiensi seluruh BUMN lebih terjaga,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.