TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO – Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 akan digelar di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai 10-15 Agustus 2026.
Rangkaian kegiatan festival menggabungkan perayaan iman Katolik dengan seni budaya, kegiatan sosial, aksi ekologis, ekonomi kreatif, hingga perjumpaan lintas agama dan etnis.
Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 15 Agustus 2026 melalui Ekaristi Akbar Pesta Maria Assumpta di Waterfront City Labuan Bajo.
Panitia menargetkan sekitar 15.000 umat mengikuti perayaan tersebut. Sebelum Ekaristi Akbar, rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah rohani mandiri pada pukul 08.00-15.00 WITA di Waterfront City. Selanjutnya, Misa Akbar Maria Assumpta dijadwalkan mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai.
Festival ini mengusung karakter inklusif dengan melibatkan berbagai komunitas. Perayaan juga akan dimeriahkan koor dan tari kolosal liturgi.
Baca juga: Tak Hanya Perayaan Iman, Festival Golo Koe 2026 Ajak Warga Melalui Gerakan "Pulihkan Bumi"
Salah satu rangkaian utama Festival Golo Koe adalah Prosesi Maria Assumpta Nusantara. Prosesi paroki telah berlangsung sejak 1 Juli hingga 5 Agustus 2026. Patung Maria Assumpta diarak dari satu paroki ke paroki lainnya melalui jalur laut menuju Bari.
Total terdapat 26 paroki yang menjadi bagian dari rangkaian prosesi tersebut. Prosesi akbar kemudian dijadwalkan berlangsung pada 14 Agustus 2026 mulai pukul 15.00 WITA di Waterfront City.
Dalam prosesi tersebut, patung Maria Assumpta akan diarak menggunakan kapal pinisi dan diiringi puluhan kapal motor ketingting.
Setelah prosesi laut, perarakan dilanjutkan melalui jalur darat. Rombongan akan melewati tujuh stasi dengan renungan Kitab Suci dari Waterfront City menuju Bukit Golo Koe. Rangkaian prosesi juga diisi pujian, lagu dan tarian bernuansa inkulturatif.
Baca juga: Dua Relikui dari Basilika Santo Petrus di Lewouran Flores Timur, Apa Maknanya bagi Umat Katolik?
Festival tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga ruang untuk menampilkan kekayaan budaya Manggarai dan Nusantara.
Pada 13 Agustus 2026, digelar Teater Budaya Manggarai dan Pertunjukan Caci* di Waterfront City. Pertunjukan caci akan dibawakan oleh pelajar atau anak sekolah sebagai bagian dari upaya pewarisan dan pelestarian nilai-nilai budaya.
Sementara itu, Pentas Seni Budaya Nusantara dijadwalkan berlangsung pada 10-13 dan 15 Agustus 2026 di Amphitheater Waterfront City.
Pentas tersebut melibatkan komunitas lintas etnis dan agama, sanggar seni, paroki, sekolah, serta instansi atau lembaga.
Sejumlah kesenian yang ditampilkan meliputi seni suara, tari tradisional, tari kreasi modern, teatrikal dan drama musikal, serta musik tradisional.
Baca juga: Budaya Manggarai Tampil Lebih Dekat dengan Wisatawan di Festival Golo Koe 2026
Rangkaian festival juga dimeriahkan Karnaval Budaya dan Tari Kolosal Maria Assumpta Nusantara pada 12 Agustus 2026.
Karnaval dimulai dari depan RS Siloam dan melibatkan utusan paroki, paguyuban etnik, lembaga atau instansi pemerintah, serta kelompok lintas agama.
Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan selebrasi Maria melalui **Tari Kolosal Maria Assumpta Nusantara** di Waterfront City.
Dimensi sosial dan kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian dari Festival Golo Koe 2026.
Pada 12 Agustus 2026, digelar kegiatan sosial karitatif berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi para lansia serta pembagian sembako bagi kelompok rentan dan keluarga miskin.
Sehari sebelumnya, 11 Agustus 2026, digelar Edukasi Ekologis dan Aksi Penanaman Pohon
Kegiatan yang berlangsung pukul 14.30-17.00 WITA itu melibatkan orang muda, pelajar, mahasiswa, komunitas peduli lingkungan, serta dinas dan instansi terkait.
Materi kegiatan mencakup edukasi rehabilitasi terumbu karang, penanaman mangrove dan aksi pembersihan sampah.
Pada hari yang sama juga dijadwalkan Kebangunan Rohani Katolik (KRK) di Gereja St. Petrus Sernaru.
Kegiatan tersebut melibatkan para imam, biarawan dan biarawati, umat atau utusan paroki, komunitas rohani, serta orang muda, pelajar dan mahasiswa.
Festival Golo Koe 2026 juga membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM melalui Pameran Ekonomi Kreatif dan Kuliner Lokal.
Pameran dibuka pada 10 Agustus dan berlangsung pada 10-13 serta 15 Agustus 2026, pukul 18.00-23.00 WITA di Waterfront City.
Pesertanya berasal dari kelompok UMKM dampingan paroki dan pemerintah daerah, komunitas masyarakat, serta lembaga dan sekolah.
Selain produk ekonomi kreatif dan kuliner, pameran juga menampilkan karya sosial-karitatif, pendidikan, pastoral, ekologis, serta karya komunitas lintas agama dan etnik.
Seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 yang mengusung semangat "Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan.”