TRIBUNMANADO.CO.ID - KOTAMOBAGU - Sorak penonton dalam gelaran Tournament Drag Race di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut), mendadak berubah jadi kepanikan.
Sebuah mobil peserta balap mengalami kecelakaan dan menghantam penonton yang berada di sisi lintasan, Minggu (9/8/2026) sore sekitar pukul 16.00 WITA.
Para korban langsung dievakuasi dari lokasi kejadian dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Insiden maut tersebut terjadi pada drag bike yang berlangsung di Kelurahan Upai, Kotamobagu.
TKP-nya berjarak sekitar 184 km dari Kota Manado, ibu kota Sulawesi Utara.
Di tengah tragedi tersebut, pihak panitia menyatakan tidak akan menghindar dari tanggung jawab.
Ketua Panitia Tournament Drag Race, Lucky Sugeha, mendatangi rumah sakit untuk melihat kondisi para korban yang masih menjalani perawatan.
Ia mengatakan panitia siap bertanggung jawab terhadap para korban, termasuk menanggung biaya pengobatan.
“Saya sudah berada di sini, di rumah sakit. Kami siap bertanggung jawab atas para korban yang masih dalam perawatan,” ujar Lucky Sugeha.
Lucky terlihat terpukul saat berada di rumah sakit.
Musibah yang terjadi dalam kegiatan tersebut membuat sejumlah penonton menjadi korban, bahkan merenggut tujuh nyawa.
Lucky kembali menegaskan sikap panitia atas kejadian tersebut.
“Intinya kami siap bertanggung jawab penuh atas kejadian ini,” ucapnya.
Korban Meninggal:
1. Januni Pusung: perempuan, 35 tahun. Alamat, Desa Bilalang Baru, Kabupaten Bolmong
2. Harianti Mokoginta: perempuan. Alamat: Bilalang 3, Kabupaten Bolmong
3. Lisma Mokoginta: perempuan, 38 tahun. Alamat: Bilalang III, Bolmong
4. Ali Ponamon: laki laki, 65 tahun. Alamat: Desa Pontodon, Kota Kotamobagu
5. Bio Mokoagow: perempuan, 74 tahun. Alamat: Bilalang 3, Bolmong
6. Nilawati Mokodongan: perempuan. Alamat: Pontodon Induk, Kotamobagu
7. Rugaina Manangin: perempuan. Alamat: Bilalang 4, Bolmong
Dirawat di RS Monompia, Kabupaten Bolmong:
1. Hadi Toisi. Alamat: Pangian Tengah, Bolmong (LB)
2. Ali Jojang. Alamat: Bilalang 4, Bolmong (LB)
3. Murdani Pobela. Alamat: Bilalang Baru, Bolmong (LB)
4. Muxin Dondo. Alamat: Pontodon Timur, Kotamobagu (LB)
5. Arhan Mokoginta. Alamat: Bilalang 3, Bolmong (LB)
6. Rapiska Mokodongan. Alamat: Genggulang (LB)
7. Enjelia Lito. Alamat: Bilalang 3, Bolmong (LB) .
8. Prasetio Mokodongan. Alamat: Pontodon, Kotamobagu (LR) .
Dirawat di RS Pobundayan Kotamobagu:
1. Rina Longkun. Alamat: Bilalang Baru, Bolmong (LB).
Pihak kepolisian Resor Kotamobagu tetap akan menjalankan serangkaian prosedur pemeriksaan terkait insiden ini.
Tim Polres Kotamobagu melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
Kasat Reskrim Polres Kotamobagu, Iptu Ahmad Waafi S.Tr.K., M.H, membenarkan bahwa insiden tersebut tengah dalam penanganan pihak kepolisian.
“Saat ini barang bukti kendaraan sudah kita amankan di Polres Kotamobagu. Perkara ini masih dalam proses penyelidikan. Pastinya kami akan memeriksa semuanya yang terlibat, maupun panitia,” ucapnya.
Kepolisian masih mendalami rangkaian kejadian untuk memastikan penyebab kecelakaan, termasuk aspek keselamatan dan penyelenggaraan kegiatan.
Olah TKP dan pemeriksaan saksi menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan guna mengungkap secara terang bagaimana kendaraan dapat keluar dari lintasan hingga menghantam penonton.
Tian Ngantung, pebalap yang terlibat lakalantas saat drag race maut di Kelurahan Upai kini dirawat di Manado.
Hal itu dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Kotamobagu Iptu Ahmad Waafi.
Saat dihubungi Tribunmanado.co.id pada Minggu, 9 Agustus 2026, Iptu Waafi mengatakan, pebalap mobil drag race maut tersebut juga mengalami luka cukup serius.
Menurutnya, Tian Ngantung sempat dirawat di RSU Monompia setelah tabrakan.
"Pebalapnya sempat dirawat juga di RSU Monompia. Tapi karena di sana juga banyak keluarga korban, maka yang bersangkutan kita pindahkan," kata dia.
"Jadi saat ini pebalapnya sudah dirujuk ke Manado," ucap dia.
Iptu Waafi menegaskan sang pebalap belum menjalani pemeriksaan.
"Pastinya akan kita periksa. Tapi saat ini belum bisa karena masih dalam perawatan," tuturnya.
"Tadi saat dirujuk ke Manado, semua wajah pebalap penuh dengan perban," beber Iptu Waafi. (Pin/Nie/Zal/Ind)