Zulhas Akui Ada Program Pemerintah Belum Optimal, Minta Doa Ulama
Tim News August 10, 2026 05:30 AM

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta doa dan dukungan masyarakat agar pemerintah dapat memperbaiki sejumlah program yang belum berjalan optimal.

Permintaan itu disampaikan Zulhas, sapaan Zulkifli Hasan, saat menghadiri doa keselamatan bangsa, zikir kebangsaan, dan haul pendiri NKRI yang diinisiasi Pengurus Besar Jamiyah Ahlith Thariqah Al Mutabaroh Ahlussunnah Wal Jamaah (PB Jatma Aswaja) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu, 9 Agustus 2026. .

“Mohon doanya yang belum sukses kita akan perbaiki, kerja keras, agar program-program itu tepat menjadi manfaat untuk umat,” ujar Zulhas.

Zulhas mengatakan pemerintahan saat ini telah berjalan hampir dua tahun. Dalam pelaksanaannya, terdapat sejumlah program yang dinilai berhasil, sementara sebagian lainnya masih membutuhkan perbaikan.

Menurut dia, salah satu capaian pemerintah adalah keberhasilan mencapai swasembada pangan. Kondisi tersebut, kata Zulhas, membuat ketersediaan sejumlah bahan pangan seperti beras, ikan, ayam, dan telur berada dalam kondisi cukup.

“Pemerintah baru 20 bulan, hampir 2 tahun. Ada yang berhasil, contohnya yang berhasil, pangan, Alhamdulillah kita swasembada. Jadi ibu-ibu tidak usah khawatir, beras cukup, ikan cukup, ayam cukup, telur cukup, Insya Allah,” kata dia.

Meski ketersediaan pangan dinilai cukup, Zulhas mengakui harga sejumlah komoditas masih mengalami kenaikan. Pemerintah, kata dia, tengah melakukan berbagai upaya untuk menekan harga agar kembali terjangkau masyarakat.

“Memang harga lagi naik, kita sekarang lagi operasi besar-besaran agar harga bisa turun kembali,” katanya.

Zulhas kemudian meminta para ulama, tokoh agama, dan masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut untuk mendoakan pemerintah agar dapat menjalankan berbagai program dengan baik.

Menurut dia, doa dari para ulama dan orang-orang saleh penting bagi pemerintah dalam menjalankan amanah sekaligus memperbaiki kebijakan yang belum berjalan optimal.

“Mohon doanya agar pemerintah bisa melaksanakan program-programnya dengan baik untuk kebaikan kita semuanya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Zulhas juga mengajak masyarakat menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah situasi dunia yang dinilainya tidak menentu.

 

Makna Zikir Kebangsaan

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB Jatma Aswaja Helmy Faishal Zaini mengatakan zikir kebangsaan dan haul pendiri NKRI bukan sekadar ritual keagamaan.

Menurut Helmy, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mengingat kembali tanggung jawab spiritual dan kebangsaan setiap warga negara.

“Cinta tanah air bukan hanya sesuatu yang kita ucapkan, tetapi harus menjadi bagian dari laku kehidupan. Ketika kita berdoa untuk keselamatan bangsa, sesungguhnya kita sedang mengingatkan diri bahwa Indonesia adalah rumah bersama yang harus kita rawat bersama,” ujar Helmy.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.