TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 3,9 mengguncang wilayah timur laut Melonguane, Sulawesi Utara, Senin (10/8/2026) pagi.
Berdasarkan informasi awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 04.42 WIB atau 05.42 Wita.
Lokasi gempa berada di koordinat 4,57 Lintang Utara dan 127,03 Bujur Timur, atau sekitar 74 kilometer timur laut Melonguane, Sulawesi Utara.
Gempa tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer, sehingga tergolong sebagai gempa dangkal.
Baca juga: Saksi Kata: Kenangan sang Ibu Sebelum Hajrin Hudjuli Tenggelam di Sungai Bone Gorontalo
BMKG menyampaikan informasi tersebut mengutamakan kecepatan sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan masih dapat berubah seiring kelengkapan data.
Sulawesi Utara Berada di Kawasan Aktif Gempa
Wilayah Sulawesi Utara, khususnya kawasan Kepulauan Talaud dan sekitarnya, merupakan salah satu daerah yang memiliki aktivitas tektonik cukup tinggi.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh pertemuan dan interaksi beberapa lempeng tektonik di kawasan utara Sulawesi, termasuk Lempeng Laut Filipina, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik.
Selain itu, kawasan tersebut juga berdekatan dengan zona subduksi dan struktur sesar aktif yang dapat menjadi sumber aktivitas gempa bumi.
Magnitudo 3,9 dengan Kedalaman 10 Kilometer
Gempa Magnitudo 3,9 tergolong gempa dengan kekuatan relatif kecil. Namun, karena pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer, gempa ini termasuk gempa dangkal.
Gempa dangkal pada magnitudo yang sama berpotensi menghasilkan guncangan yang lebih terasa di permukaan dibandingkan gempa dengan pusat yang lebih dalam. Tingkat dampaknya tetap bergantung pada jarak dari episentrum, kondisi tanah, serta kualitas bangunan di wilayah yang terdampak.
Hingga informasi awal BMKG tersebut diterbitkan, belum ada keterangan mengenai kerusakan maupun korban akibat gempa.
Imbauan BMKG dan Tips Saat Gempa
Masyarakat di wilayah yang merasakan guncangan diimbau tetap tenang dan tidak panik. Jangan mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengikuti perkembangan melalui kanal resmi BMKG.
Saat gempa terjadi, masyarakat dapat melakukan langkah Drop, Cover, and Hold On, yakni segera merunduk, berlindung di bawah meja atau struktur yang kokoh, serta melindungi kepala dan leher.
Jauhi kaca, lemari, dan benda lain yang berpotensi jatuh. Setelah guncangan berhenti, keluar dari bangunan secara tertib menuju tempat yang aman apabila kondisi memungkinkan.
Masyarakat juga disarankan menyiapkan tas siaga berisi dokumen penting, obat-obatan, senter, air minum, dan kebutuhan dasar lainnya.
Masyarakat di Sulawesi Utara dan wilayah sekitarnya diimbau tetap tenang, tidak panik, serta terus memantau informasi resmi BMKG apabila terdapat pembaruan data maupun informasi mengenai gempa susulan. (*)