TRIBUNTRENDS.COM - Ajang Tournament Drag Race dan Drag Bike di Kelurahan Upai, Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, berakhir tragis.
Kejuaraan balap lurus untuk mobil dan motor itu awalnya digelar sebagai wadah bagi para pencinta otomotif.
Para pembalap lokal hingga regional Sulawesi Utara dan daerah sekitarnya dijadwalkan beradu cepat secara sportif di lintasan.
Namun, suasana perlombaan berubah menjadi kepanikan pada Minggu (9/8/2026).
Sebuah mobil peserta drag race mengalami slip ketika tengah melaju di lintasan.
Mobil Honda Jazz tersebut kemudian kehilangan kendali dan bergerak ke arah area penonton.
Beberapa penonton yang berada di lokasi pun tak sempat menghindar dari laju kendaraan tersebut.
Benturan itu menyebabkan sejumlah orang mengalami luka dan harus mendapatkan pertolongan.
Baca juga: Sosok Serda M Maulana Sidik Meninggal Akibat Tabrakan dengan WN Tiongkok, Baru Berulang Tahun ke-22
Sebanyak 16 orang menjadi korban dalam kecelakaan maut tersebut.
Dari jumlah itu, tujuh orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan sembilan lainnya mengalami luka-luka.Kecelakaan tersebut juga membuat kondisi Honda Jazz yang terlibat tampak mengalami kerusakan cukup parah.
Kerusakan paling terlihat berada pada bagian depan mobil setelah menghantam para penonton.Peristiwa nahas itu sontak mengubah gelaran balap yang semula berlangsung meriah menjadi duka.
Kabar kecelakaan tersebut kemudian menyebar luas dan menjadi perhatian warganet di media sosial.
Video maupun informasi mengenai tragedi maut itu ramai beredar di Facebook hingga TikTok.
Tragedi maut terjadi sekitar pukul 16.00 WITA di sirkuit nonpermanen Kelurahan Upai.
Mobil Honda Jazz yang dikemudikan pembalap Tian Ngantung dari tim Pangeran 05 McJoe awalnya melaju normal di lintasan.
Namun setelah melewati garis finis dan memasuki area pengereman sekitar 100 meter, mobil mengalami crash, kehilangan kendali dan menabrak penonton yang berada di sisi lintasan.
Akibat benturan tersebut, sejumlah penonton menjadi korban.
Mobil yang terlibat dalam kecelakaan dikemudikan oleh Tian Ngantung, pembalap dari tim Pangeran 05 McJoe.
Ia mengikuti perlombaan pada kelas Free For All (FFA) menggunakan mobil Honda Jazz.
Tian Ngantung kini dirawat di Manado.
Hal itu dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Kotamobagu Iptu Ahmad Waafi.
Saat dihubungi Tribunmanado.co.id pada Minggu, 9 Agustus 2026, Iptu Waafi mengatakan, pebalap mobil drag race maut tersebut juga mengalami luka cukup serius.
Menurutnya, Tian Ngantung sempat dirawat di RSU Monompia setelah tabrakan.
"Pebalapnya sempat dirawat juga di RSU Monompia. Tapi karena di sana juga banyak keluarga korban, maka yang bersangkutan kita pindahkan," kata dia.
"Jadi saat ini pebalapnya sudah dirujuk ke Manado," ucap dia.
Iptu Waafi menegaskan sang pebalap belum menjalani pemeriksaan.
"Pastinya akan kami periksa. Tapi saat ini belum bisa karena masih dalam perawatan," tuturnya.
"Tadi saat dirujuk ke Manado, semua wajah pebalap penuh dengan perban," beber Iptu Waafi.
Jumlah korban meninggal dunia yang semula enam orang bertambah menjadi tujuh orang setelah satu korban luka berat meninggal dunia saat menjalani perawatan.
Korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi yakni:
Sementara sejumlah korban lainnya masih menjalani perawatan di RSUD Kotamobagu dan RS Monompia.
9 Korban Luka Berat (LB) dan Luka Ringan (LR)
Dirawat di RS Monompia, Kabupaten Bolmong:
1. Hadi Toisi. Alamat: Pangian Tengah, Bolmong (LB)
2. Ali Jojang. Alamat: Bilalang 4, Bolmong (LB)
3. Murdani Pobela. Alamat: Bilalang Baru, Bolmong (LB)
4. Muxin Dondo. Alamat: Pontodon Timur, Kotamobagu (LB)
5. Arhan Mokoginta. Alamat: Bilalang 3, Bolmong (LB)
6. Rapiska Mokodongan. Alamat: Genggulang (LB)
7. Enjelia Lito. Alamat: Bilalang 3, Bolmong (LB) .
8. Prasetio Mokodongan. Alamat: Pontodon, Kotamobagu (LR) .
Dirawat di RS Pobundayan Kotamobagu:
1. Rina Longkun. Alamat: Bilalang Baru, Bolmong (LB).
Baca juga: Bus ALS Diduga Ambil Jalur Lawan Sebelum Tabrakan Maut dengan Truk Tangki Minyak
Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik mengatakan pihaknya bersama pemerintah daerah, dinas terkait dan panitia langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi juga mengumpulkan keterangan saksi, mengamankan lokasi dan melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
Panitia penyelenggara menyatakan siap bertanggung jawab atas penanganan para korban akibat insiden tersebut.
Pihak panitia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menyatakan akan mengikuti proses yang sedang dilakukan aparat kepolisian serta instansi terkait.
Pengamat Hukum Sulawesi Utara, Supriyadi Pangellu SH MH, menilai tragedi tersebut harus menjadi evaluasi menyeluruh bagi penyelenggara event otomotif.
Menurutnya, penyelenggara wajib memiliki race safety plan yang mengatur standar keamanan lintasan, area penonton, hingga prosedur keselamatan selama perlombaan berlangsung.
Ia juga menyoroti perlunya evaluasi terhadap panitia, pengawas perlombaan, IMI dan pihak pemberi izin apabila ditemukan adanya kelalaian dalam penyelenggaraan.
Dalam regulasi olahraga otomotif, keselamatan menjadi aspek utama yang harus dipenuhi penyelenggara.
Beberapa poin penting yang menjadi perhatian antara lain:
- Penonton harus ditempatkan di zona aman.
- Lintasan dan area pengereman wajib memenuhi standar keselamatan.
- Kendaraan peserta harus lolos pemeriksaan teknis (scrutineering).
- Pengamanan area balap dan pembatas penonton harus memadai.
- Sirkuit nonpermanen tetap wajib menerapkan standar keselamatan sesuai regulasi.
Open Tournament Tidar Drag Race–Drag Bike Kotamobagu Championship 2026 berlangsung sejak 6 hingga 9 Agustus 2026.
Ajang tersebut diikuti 590 starter kelas motor dan 337 starter kelas mobil, dengan peserta berasal dari Sulawesi Utara maupun luar daerah.
Terkini ajang balap itu langsung dihentikan total, kepolisian mengamankan TKP serta kendaraan untuk pengusutan dan penanganan lebih lanjut.
(TribunTrends/Tribunnews)