TRIBUNNEWS.COM - Ancaman keamanan ternyata sempat mewarnai gelaran Piala Dunia 2026 yang telah berakhir pada 20 Juli lalu.
Piala Dunia 2026 telah berakhir dengan Spanyol keluar sebagai juaranya setelah mengalahkan Argentina 1-0 pada laga final di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat.
Namun baru-baru ini, sebuah dokumen kepolisian yang bocor mengungkap sejumlah insiden serius yang melibatkan pemain hingga wasit, hingga tim nasional selama Piala Dunia 2026.
Dokumen tersebut dilaporkan memuat berbagai ancaman teror, termasuk yang secara khusus menyasar dua megabintang sepak bola dunia, yakni Lionel Messi (Argentina) dan Cristiano Ronaldo (Portugal).
Berikut rangkumannya, dikutip dari The Sun.
Timnas Argentina menjadi salah satu pihak yang menghadapi ancaman keamanan selama Piala Dunia 2026.
Jelang pertandingan melawan Yordania, seorang pria diduga menghubungi Bandara Dallas dan mengaku akan menyerbu stadion bersama dua orang lainnya. Ia disebut membawa ancaman berupa bom rakitan dan senapan AR-15.
Dalam dokumen tersebut, pria yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri itu mengancam akan menyerang polisi serta pemain dari kedua tim. Lionel Messi bahkan disebut secara khusus sebagai target.
Baca juga: Janji Gianni Infantino, Proyek FIFA Jadikan Maroko sebagai Tokoh Final Piala Dunia 2030
Ancaman kembali muncul saat Argentina berhadapan dengan Mesir. Seorang terduga pelaku teror menuliskan pesan di platform X yang berisi rencana menyerang Messi di Stadion Atlanta menggunakan bom.
Situasi semakin mencekam setelah seorang pria lainnya menghubungi polisi dan mengaku telah menempatkan tiga bom di tempat sampah yang berada di seberang tribun.
Mendapat laporan tersebut, petugas langsung melakukan penyisiran di sekitar stadion dengan mengerahkan tim penjinak bom dan anjing pelacak.
Selain Messi, Cristiano Ronaldo juga masuk dalam laporan keamanan tersebut.
Seorang pegawai FIFA dilaporkan mengaktifkan alarm setelah seorang pria mencurigakan berusaha mencari informasi mengenai lokasi hotel tempat Ronaldo menginap.
Ancaman lain terjadi ketika seorang penggemar fanatik menerobos hotel Ronaldo dan mencoba mengikuti sang pemain hingga ke dalam lift.
Pria tersebut akhirnya diamankan polisi. Saat ditangkap, ia mengaku hanya ingin mendapatkan kesempatan untuk berfoto selfie dengan Ronaldo.
Baca juga: PSSI Minta Maaf atas Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Evaluasi Segera Dilakukan
Kylian Mbappe juga menghadapi serangan di media sosial. Bintang Prancis tersebut menjadi sasaran ujaran rasial, termasuk cercaan yang dilontarkan seorang senator Paraguay.
Ancaman juga diterima Alexander Sorloth beserta istrinya. Striker Norwegia itu menjadi sasaran setelah dianggap gagal memberikan umpan kepada Erling Haaland dalam pertandingan perempat final melawan Inggris.
Dari Kolombia, Jaminton Campaz menghadapi ancaman setelah gagal mengeksekusi penalti. Kondisi tersebut membuatnya tidak dapat pulang bersama rombongan tim setelah Kolombia tersingkir.
Ancaman terhadap pemain Kolombia mengingatkan pada tragedi Andres Escobar. Bek tersebut tewas dibunuh kartel narkoba setelah mencetak gol bunuh diri untuk Kolombia pada Piala Dunia 1994.
Ancaman selama Piala Dunia 2026 tidak hanya ditujukan kepada pemain.
Wasit Francois Letexier dilaporkan menerima lebih dari 6.000 pesan bernada ancaman melalui WhatsApp pribadinya. Hal tersebut terjadi setelah keputusan kontroversialnya dalam pertandingan Argentina melawan Mesir.
Asisten wasit video (VAR), Willy Delajod, juga menjadi sasaran kemarahan suporter Mesir. Ia menerima berbagai pesan yang berisi kemarahan hingga ancaman pembunuhan.
Rangkaian insiden tersebut membuat aspek keamanan menjadi perhatian serius selama Piala Dunia 2026.
Hingga pada akhirnya, Piala Dunia 2026 sukses digelar meski diwarnai sejumlah kontroversi.
(Tribunnews.com/Isnaini)