Liputan6.com, Jakarta - Apple menguasai pasar HP flagship dan mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 9% pada paruh pertama 2026. Namun, merek-merek asal China mulai menggerogoti pangsa pasar di segmen itu.
Raksasa teknologi asal Cupertino, Amerika Serikat (AS) ini menyumbang 23% dari total pengiriman ponsel pintar secara global dan meraup 49% dari keseluruhan keuntungan. Angka tersebut menunjukkan posisi Apple dalam kategori harga premium belum tergoyahkan.
Dilaporkan Apple Insider, Senin (10/8/2026), menurut laporan Counterpoint Research, Apple menguasai 65% pasar ponsel pintar premium global. Pertumbuhan tahunan tercatat sebesar 9% pada paruh pertama 2026, meskipun lebih rendah dibandingkan 2022 yaitu mencapai angka 74%.
Penurunan ini dikaitkan dengan pesatnya perkembangan ponsel pintar premium asal Tiongkok seperti Huawei, Xiaomi, dan Oppo. Konsumen di China kemudian cenderung akan memilih merek dalam negeri.
Meskipun demikian, Apple tetap mendominasi pasar global dengan pangsa 65%, diikuti Samsung sebesar 19%. Sementara sisanya dikuasai produsen perangkat (OEM) sebesar 16%.
Pasar ponsel pintar premium tumbuh sebesar 5% secara tahunan pada paruh pertama 2026 dan mencatat rekor pangsa pasar global 29%.
Pertumbuhan ini dipicu oleh kelangkaan RAM global, membuat biaya produksi melambung tinggi kemudian mendorong ponsel pintar masuk ke segmen premium seharga lebih dari USD 600 (sekitar Rp 10,6 juta). Akibatnya, konsumen menjadi beralih ke ponsel yang lebih premium.
Hal ini mendorong produsen ponsel pintar gencar menghadirkan opsi pembiayaan, seperti Samsung melalui Galaxy Card dan Apple lewat Apple Upgrade, juga meningkatkan nilai tukar tambah.
Semua langkah ini dilakukan guna memikat pengguna untuk memperbarui perangkat mereka lebih cepat.
Apple tampaknya akan menghadapi tantangan besar terkait penjualan iPhone 18 Pro yang terkendala kelangkaan RAM. Model iPhone 17 juga saat ini sudah berada di batas maksimal kapasitas produksi.
Meskipun permintaan tetap tinggi, ketidakstabilan rantai pasok global menjadi masalah utama.