Meski masih dalam satu rumpun bangsa, tetapi Malaysia dan Indonesia berbeda dari segi bahasa. Terkadang, perbedaan ini mengundang tawa bagi turis Indonesia.Itu karena bagi penutur bahasa Indonesia, kata-kata dalam bahasa Malaysia ini akan terbaca dan terdengar lucu, serta tidak lazim dalam bahasa Indonesia.
Contohnya sign yang tertera di toilet, yaitu Orang Kurang Upaya. Dalam bahasa Malaysia, Orang Kurang Upaya merupakan penyandang disabilitas. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, Orang Kurang Upaya adalah orang yang kurang dalam berusaha.
Contoh lain, dalam bahasa Malaysia Dinas Pemadam Kebakaran adalah Balai Bomba dan Penyelamat. Sedangkan Pengurup Wang adalah istilah Malaysia untuk Money Changer.
Atau Cermin Kecemasan yang ternyata adalah emergency exit dalam bahasa Malaysia. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, cermin kecemasan adalah cermin yang membuat cemas.
Tim detikTravel juga sempat melihat sign Pusat Persolekan di kawasan Bukit Bintang. Ternyata, dalam bahasa Indonesia itu artinya Salon Kecantikan.
Di Malaysia, terutama Kuala Lumpur, turis dari Indonesia akan banyak melihat bus dengan tulisan Bas Persiaran lalu lalang. Ternyata bas persiaran itu adalah bus pariwisata.
Artikel ini menjadi artikel terpopuler, Minggu (9/8/2026). Baca artikel populer lainnya di bawah ini:
- Untuk Pertama Kalinya, Pesawat Raksasa Airbus A380 Mendarat di Soetta
- Indonesia Bakal Punya Negara Tetangga Baru, Siap Merdeka di 2030
- Pakar Bisa Ular: Turis Asing Lebih Siap Hadapi Gigitan Ular daripada Wisatawan Lokal
- Asal Muasal Kobaran Api yang Hanguskan Ratusan Hektare Lahan di Bromo
- Digigit Ular Saat Traveling? Jangan Disedot atau Diikat, Ini yang Harus Dilakukan
- Jakarta Punya Kampung Parfum di Condet, Disambangi Turis Malaysia-Timur Tengah
- Digelar di PIK, Snoopy Run Indonesia Padukan Olahraga-Aktivitas Keluarga
- 7 Rekomendasi Tempat Glamping Murah Pemandangan Gunung 2026
- Kontak Dokter Indonesia Ini Wajib Ada di Saku Turis Eropa





