IPM Jawa Barat Naik 0,98 Poin, Jadi Pertumbuhan Tertinggi di Indonesia
Seli Andina Miranti August 10, 2026 09:44 AM

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Nazmi Abdurrahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat pada 2025 menjadi yang tertinggi secara nasional.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah. IPM mencakup tiga dimensi utama, yakni kesehatan, pendidikan, serta standar hidup layak.

IPM Jawa Barat mencapai 75,90 pada 2025 atau tumbuh 0,98 poin, dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut, menjadi yang tertinggi di antara 38 provinsi di Indonesia.

Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, capaian tersebut menunjukkan adanya akselerasi pembangunan manusia yang kuat di Jawa Barat.

Baca juga: BPS Catat Pengangguran Jawa Barat Meningkat 6,14 Ribu, Tembus 1,79 Juta Orang 

"Kalau kita melihat IPM secara level, Jawa Barat memang masih berada pada posisi ke-15 di antara 38 provinsi di Indonesia. Namun, kalau kita melihat perubahan dari tahun ke tahun, Jawa Barat justru menunjukkan akselerasi pembangunan manusia yang paling tinggi," ujar Margaretha, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, peningkatan IPM tersebut menjadi indikator bahwa pembangunan manusia di Jawa Barat mengalami percepatan.

Dengan jumlah penduduk lebih dari 51 juta jiwa, kenaikan IPM mencerminkan perubahan kondisi pembangunan manusia secara agregat di berbagai wilayah Jawa Barat.

"Hal ini menunjukkan secara momentum Jawa Barat sedang mengalami akselerasi yang sangat kuat," katanya.

Margaretha mengatakan, kenaikan IPM juga dapat menjadi gambaran perbaikan kualitas hidup masyarakat Jawa Barat secara rata-rata.

"Ketika IPM meningkat, kita dapat mengatakan bahwa secara rata-rata kualitas hidup penduduk Jawa Barat mengalami perbaikan," katanya.

Margaretha menjelaskan, pertumbuhan IPM Jawa Barat pada 2025 ditopang peningkatan pada seluruh dimensi pembentuk IPM, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.

Pada dimensi kesehatan, Umur Harapan Hidup (UHH) meningkat 0,37 tahun menjadi 75,53 tahun.

Kemudian, pada dimensi pendidikan, Harapan Lama Sekolah (HLS) meningkat dari 12,80 tahun menjadi 13,02 tahun. Sementara Rata-rata Lama Sekolah (RLS) naik dari 8,87 tahun menjadi 9,14 tahun.

Baca juga: Permintaan MBG Turun Selama Libur Sekolah, BPS Jabar Catat Deflasi 0,05 Persen pada Juli 2026

Dari sisi standar hidup layak, pengeluaran per kapita yang disesuaikan meningkat sekitar Rp290 ribu, dari Rp12,16 juta menjadi Rp12,45 juta.

BPS menilai, peningkatan pada ketiga dimensi tersebut menunjukkan Jawa Barat tidak hanya mencatat pertumbuhan angka IPM, tetapi juga mengalami perbaikan kualitas kehidupan masyarakat.

"Jawa Barat bukan hanya sedang meningkatkan IPM, tetapi sedang berusaha memperbaiki kualitas lebih dari 51 juta penduduknya," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, meski secara level IPM Jawa Barat berada di bawah sejumlah provinsi seperti DKI Jakarta dan DI Yogyakarta, pertumbuhan IPM Jabar pada 2025 menjadi yang tertinggi secara nasional.

"Meski IPM keempat secara nasional dan di bawah DKI dan DIY, tetapi pada tahun 2025 ini kami meraih peringkat tertinggi secara nasional kenaikan IPM," kata Dedi.

Menurut Dedi, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, desa, hingga RT dan RW.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah hingga tingkat RT dan RW. Ini adalah keberhasilan kita bersama," ucapnya.

Baca juga: 191 Ribu Rumah di Bandung Tidak Layak Huni, BPS: Data Statistik Perkuat Program Pembiayaan Perumahan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.