Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale
TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Sebanyak 24 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang tergabung dalam Komunitas KKN Mandiri Mahardika Bakti Nusantara Generasi 11 melaksanakan program pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kampung Soukobye, Distrik Biak Utara, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua.
Program KKN 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa menerapkan pilar ketiga Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat.
Baca juga: Sepeda Motor Hilang Siang Bolong di Pasar Sentral Timika, Pos Polisi dan Security Kosong
Kegiatan di Kampung Soukobye secara resmi mulai dijalankan pada Minggu, 26 Juli 2026, setelah rombongan menempuh perjalanan panjang dari Yogyakarta menuju Biak.
Sebelum tiba di Biak, perjalanan mahasiswa dimulai dari Kampus UMY pada 21 Juli 2026. Rombongan menggunakan minibus menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, setelah menempuh perjalanan darat sekitar tujuh hingga delapan jam.
Dari Surabaya, perjalanan dilanjutkan menuju wilayah timur Indonesia melalui rute Surabaya-Makassar-Baubau-Sorong-Manokwari-Nabire hingga Biak.
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni KM Tilongkabila Terbaru 11-19 Agustus 2026, Cek Kapan Tiba di Bitung
Perjalanan lintas wilayah tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi para peserta sebelum memulai pengabdian di lokasi KKN.
Selain menempuh jarak ribuan kilometer, perjalanan tersebut juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperkuat kebersamaan dan kekompakan antar peserta.
Mereka juga berkesempatan melihat langsung keberagaman bentang alam serta budaya Indonesia, khususnya di Tanah Papua.
Ketua KKN Mandiri Mahardika Bakti Nusantara Generasi 11, Anugerah Diaz Pratama, mengatakan pelaksanaan KKN direncanakan berlangsung sekitar 45 hari.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Jayapura Hari Ini, Senin 10 Agustus 2026: Abepura dan Heram Cerah
Tahapan kegiatan diawali sejak keberangkatan pada 21 Juli 2026 dan dilanjutkan dengan proses koordinasi bersama pemerintah kampung serta sejumlah pemangku kepentingan di daerah.
“Selayaknya KKN pada umumnya, tentunya memang niat kita adalah untuk mengabdi. Implementasinya melalui program-program yang kemudian kita bawa,” kata Anugerah.
Ia menjelaskan, setelah tiba di Biak, mahasiswa akan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pemerintah Kampung Soukobye dan sejumlah pihak terkait sebelum menjalankan berbagai program yang telah disiapkan.
“Untuk pelaksanaannya sendiri, kita rencana memang di sekitar 45 hari. Dari tanggal 21 hingga sekarang sampai di Biak, 26 Juli 2026. Setelahnya nanti kami akan berkoordinasi dengan pihak desa dan beberapa stakeholder untuk kemudian implementasi program dari Mahardika Bakti itu sendiri,” ujarnya di Biak
Baca juga: Anggota MRP Apresiasi Pelatihan Penguatan Kapasitas Perempuan di Sarmi
Menurut Anugerah, Mahardika Bakti Nusantara Generasi 11 merupakan wadah yang menghimpun mahasiswa UMY dari berbagai program studi dan jurusan. Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari Direktorat Riset dan Pengabdian UMY.
Selain itu, mahasiswa membangun kolaborasi dengan sejumlah instansi dan lembaga di Biak, termasuk Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (ISIP) Yapis Biak.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan kegiatan sekaligus memastikan program yang dijalankan tidak berhenti setelah masa KKN berakhir.
Anugerah mengatakan, program KKN yang dibawa ke Kampung Soukobye akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat. Fokus utama diarahkan pada persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat.
Baca juga: Biak Numfor Ubah Mekanisme Kartu Biak Cerdas demi Dongkrak Akses Sekolah
“Program-program KKN tentunya menyasar langsung kepada masalah-masalah sosial ekonomi yang ada di Soukobye itu sendiri,” katanya.
KKN Mandiri Mahardika Bakti Nusantara Generasi 11 yang dilaksanakan di Biak Numfor merupakan angkatan ke-11 dari program tersebut.
Program KKN 3T ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus belajar memahami kondisi sosial masyarakat secara langsung di wilayah Papua.
Tahun 2025 lalu, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahardika Bakti Nusantara juga pernah melakukan KKN di Kabupaten Biak Numfor tepatnya di Kampung Soukobye, Distrik Biak Utara.(*)