15 Hektare Lahan di Sedarat Baru Natuna Hangus Terbakar, Api Mengamuk di Tengah Cuaca Panas
Mairi Nandarson August 10, 2026 11:07 AM

Laporan Wartawan Tribun Batam, Birri Fikrudin

TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Lahan milik warga seluas sekitar 15 hektare di Desa Sedarat Baru, Kecamatan Bunguran Batubi, hangus dilalap si jago merah, Minggu (9/8/2026) sore.

Api dilaporkan mulai mengamuk sekitar pukul 14.40 WIB.

Kondisi cuaca yang panas dan terik membuat kobaran api dengan cepat menjalar di lahan yang dipenuhi semak belukar dan tanaman lainnya.

Warga yang melintas di sekitar lokasi melihat kepulan asap dan kobaran api yang semakin meluas.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada pemerintah desa dan aparat setempat hingga akhirnya dilaporkan kepada petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Natuna.

Petugas langsung bergerak menuju lokasi.

Namun, jarak lokasi kebakaran yang cukup jauh membuat tim membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mencapai titik api.

Setibanya di lokasi, petugas langsung berjibaku melakukan pemadaman. Kobaran api telah menyebar cukup luas sehingga petugas harus menyisir lahan yang terbakar untuk mencegah api kembali menjalar.

Di tengah kondisi lahan yang panas petugas bersama sejumlah pihak terus berupaya meredam titik-titik api.

Pemadaman berlangsung hampir dua jam, dengan proses pemadaman dimulai pukul 15.46 WIB dan berakhir pada pukul 17.16 WIB.

Kepala Disdamkarmat Natuna, Syawal, mengatakan luas lahan yang terdampak kebakaran cukup luas.

"Yang terbakar lahan, luas yang terdampak seluas 15 hektare," kata Syawal.

Ia menjelaskan, hingga saat ini penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui.

Namun, kondisi cuaca panas dan terik menjadi salah satu faktor yang membuat api lebih cepat membesar dan menyebar.

"Sebab kebakaran belum diketahui. Namun cuaca panas terik menjadi pemicu api cepat membesar. Saat tim tiba di lokasi, kondisi api sudah menyebar luas," ujarnya.

Dalam proses penanganan, petugas Disdamkarmat Natuna tidak bekerja sendiri.

Pemadaman turut dibantu oleh Pemerintah Desa, masyarakat sekitar serta petugas pemadam dari Polri.

Kolaborasi tersebut membantu petugas mempercepat proses pengendalian api hingga kondisi di lokasi dinyatakan aman.

Syawal mengimbau masyarakat Natuna untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering.

Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar, karena api dapat dengan mudah merambat ke semak belukar dan lahan di sekitarnya.

"Jangan melakukan pembakaran sembarangan, terutama di lahan yang banyak terdapat semak dan tanaman kering. Kalau melihat adanya titik api atau asap, segera laporkan agar bisa ditangani lebih cepat," imbaunya.

Langkah kewaspadaan sejak dini dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar bagi masyarakat.

(Tribunbatam.id/birrifikrudin). 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.