Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti melakukan peninjauan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 7 Parung, Bogor. Ia sekaligus menjadi pembina upacara bendera.
Saat menyampaikan amanatnya, Mu'ti menjelaskan bahwa SNT merupakan sekolah yang mengintegrasikan beberapa jenjang sekolah dalam satu gedung. Contohnya, SNT 7 Parung mengintegrasikan SMP dan SMA.
Mu'ti menyapa satu per satu siswa SNT 7 Parung sekaligus menyampaikan pesan semangat kepada para siswa. Ia menyebut bahwa siswa SNT harus menjadi pelopor dan teladan.
"Anak-anakku sekalian, kalian adalah pionir, kalian adalah pelopor yang menjadi mitra kami dan menjadi agen dalam mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu dan dalam rangka mewujudkan Generasi Emas 2045," katanya di Balai Besar Guru Penggerak (BBGP), Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Senin (10/8/2026).
Kemampuan Akademik Siswa SNT di Atas Rata-rata
Mu'ti juga menegaskan SNT berisikan siswa dengan kemampuan akademik tinggi dan bakat istimewa. SNT sendiri menjadi wadah dalam menyelenggarakan pendidikan khusus.
"Sekolah Nasional Terintegrasi ini baru kita laksanakan pada periode ini, yang tujuannya adalah memberikan kesempatan dan memberikan pelayanan kepada anak-anak yang memiliki kemampuan yang istimewa, khususnya dalam bidang akademik, untuk dapat tumbuh dan berkembang lebih cepat dan lebih baik lagi," kata Mu'ti.
Ia mengatakan gagasan pendirian Sekolah Nasional Terintegrasi berasal dari Presiden Prabowo Subianto, yang merupakan wujud komitmen beliau sesuai dengan Asta Cita yang keempat untuk mendidik, membentuk generasi Indonesia yang unggul, dan sumberdaya manusia yang berkualitas.
"Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan satu model pendidikan khusus yang kita kembangkan sebagai penjabaran dari Inpres yang telah diterbitkan oleh Bapak Presiden, dan sebagai bagian dari usaha besar bangsa Indonesia untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045," katanya.
Penyelenggaraan SNT ini merujuk kepada sekolah di luar negeri. Mengelola satu sistem pembelajaran berdasarkan homogenitas menurut Mu'ti dapat membantu siswa berkembang lebih cepat.
"Ada banyak diskusi mengenai sistem pendidikan ini, tapi kalau kita mencoba melihat berbagai pengalaman negara-negara maju di dunia, sistem pendidikan di mana anak-anak yang memiliki kemampuan akademik di atas rata-rata diselenggarakan dalam pendidikan khusus bukanlah hal yang baru," katanya.
"Karena itu, maka model pendidikan khusus ini adalah satu pilihan agar kalian semua dapat tumbuh, dapat berkembang sesuai dengan kemampuan akademik yang kalian miliki dan berkembang menjadi generasi hebat Indonesia 2045," sambung Mendikdasmen.
Daftar 17 Sekolah Nasional Terintegrasi Nasional
Sejauh 2026 ini, ada sebanyak 17 SNT yang mulai menyelenggarakan pendidikan. Berikut daftarnya:
Berikut adalah daftar 17 Sekolah Nasional Terintegrasi tersebut:
1. Sekolah Nasional Terintegrasi Subulussalam2. Sekolah Nasional Terintegrasi Bone Bolango3. Sekolah Nasional Terintegrasi Bogor4. Sekolah Nasional Terintegrasi Cianjur5. Sekolah Nasional Terintegrasi Banyumas6. Sekolah Nasional Terintegrasi Jepara7. Sekolah Nasional Terintegrasi Otorita Ibu Kota Nusantara8. Sekolah Nasional Terintegrasi Tarakan9. Sekolah Nasional Terintegrasi Tidore Kepulauan10. Sekolah Nasional Terintegrasi Kupang11. Sekolah Nasional Terintegrasi Gowa12. Sekolah Nasional Terintegrasi Donggala13. Sekolah Nasional Terintegrasi Bolaang Mongondow14. Sekolah Nasional Terintegrasi Minahasa Utara15. Sekolah Nasional Terintegrasi Buton Tengah16. Sekolah Nasional Terintegrasi Tebo17. Sekolah Nasional Terintegrasi Tanjung Jabung Timur





