Kesedihan Simbok Tukinil di Klaten Usai Kucing Oren Yanto Mati, Tak Mau Makan hingga Sulit Tidur
Vincentius Jyestha Candraditya August 10, 2026 11:16 AM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kepergian Yanto, kucing kesayangan Mbah Tukinil, ternyata meninggalkan kesedihan mendalam. Sejak kucing berwarna oranye itu ditemukan mati pada akhir Juli 2026, Mbah Tukinil disebut lebih banyak melamun, sulit beristirahat hingga enggan makan jika tidak dipaksa.

Kucing yang dipelihara konten kreator asal Desa Ponggok, Kecamatan Klaten, tersebut selama ini bukan sekadar hewan peliharaan. Yanto sudah dianggap seperti anak sendiri oleh Mbah Tukinil.

Kini, tidak ada lagi sosok Yanto yang biasanya menemani hari-hari Mbah Tukinil. Kepergian kucing berbobot sekitar 5-6 kilogram itu membuat kesehariannya berubah.

Mbah Tukinil mengaku masih terus terbayang-bayang sosok Yanto yang telah menemaninya selama sekitar tiga tahun.

"Kula niku tinggal Yanto, mboten saged enjoh turu, makan ra doyan, kebayang ning moto mawon (saya ditinggal Yanto, enggak bisa tidur, makan tidak doyan, terbayang di mata saja)," ujarnya.

Kesedihan tersebut juga terlihat dari kondisi Mbah Tukinil setelah Yanto mati. Bagus, yang juga merupakan admin media sosial Mbah Tukinil, mengatakan perempuan tersebut kini lebih sering melamun.

Bahkan, untuk makan pun terkadang harus dipaksa.

"Banyak melamun, kadang tak suruh makan. Kalau enggak dipaksa, enggak mau makan," jelasnya.

Tak hanya soal makan, waktu istirahat Mbah Tukinil juga ikut terganggu. Bagus menyebut kepergian Yanto membuat Mbah Tukinil terus kepikiran.

"Karena yo orang pikiran kan, yo namanya ditinggal hewan kesayangan kan, yo sedih terus banyak pikiran. Kemudian Yanto sudah seperti anak simbok sendiri, ya dikasih makan," ucapnya.

Yanto Dianggap Membawa Kemakmuran

Yanto merupakan salah satu kucing yang turut dikenal publik melalui konten-konten Mbah Tukinil di media sosial. Kucing berwarna oranye itu memiliki berat sekitar 5-6 kilogram dan berusia kurang lebih tiga tahun.

Selain Yanto, Mbah Tukinil sebenarnya masih memiliki kucing lain bernama Bambang. Namun, Yanto memiliki tempat tersendiri bagi Mbah Tukinil.

Ia bahkan menganggap Yanto turut memberikan rejo atau kemakmuran dalam kehidupannya.

Baca juga: Mbah Tukinil di Klaten Berduka Kehilangan Yanto, Kucing Oren Kesayangan yang Dianggapnya Bawa Makmur

Kedekatan tersebut membuat kepergian Yanto terasa begitu berat bagi Mbah Tukinil. Sosok yang selama ini hadir dalam kesehariannya itu kini hanya tersisa dalam ingatan.

Yanto sebelumnya ditemukan dalam kondisi sudah mati di luar rumah, tepatnya di bawah pohon mangga yang berjarak sekitar 20 meter dari rumah Mbah Tukinil.

Sejak saat itu, Mbah Tukinil harus menjalani hari-harinya tanpa kucing kesayangan yang telah dianggap seperti anak sendiri tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.