TRIBUNMANADO.CO.ID - Ada pemandangan berbeda di sela penyelenggaraan North Sulawesi Investment Forum (NSIF) 2026 di Manado, Jumat 7 Agustus 2026.
Di tengah pembahasan mengenai investasi dan pengembangan proyek di Sulawesi Utara, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus Komaling (YSK), mencoba secara langsung transaksi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) Antarnegara (QRIS Cross-Border) ke Korea Selatan.
Gubernur melakukan user experience tersebut didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulut, Joko Supratikto, yang menjelaskan mekanisme serta manfaat konektivitas pembayaran QRIS antarnegara.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari QRIS Cross-Border Experience yang dihadirkan BI untuk memperkenalkan perkembangan Sistem Pembayaran Indonesia kepada pemerintah daerah, pelaku usaha, calon investor dan masyarakat umum.
Kehadiran QRIS Antarnegara menunjukkan kesiapan suatu daerah dalam menerima investasi dan wisatawan yang ditopang oleh infrastruktur pembayaran yang mudah, cepat, aman, dan efisien.
Joko Supratikto menjelaskan, saat ini QRIS Antarnegara telah dapat digunakan di enam negara, yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
"Konektivitas ini memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia yang bepergian ke negara-negara tersebut untuk melakukan pembayaran menggunakan aplikasi pembayaran domestik yang mendukung QRIS,” jelas Joko.
Infrastruktur Pembayaran untuk Pariwisata dan Investasi
Kehadiran QRIS Antarnegara di NSIF 2026 memiliki relevansi khusus dengan karakter Sulawesi Utara sebagai salah satu pintu gerbang Indonesia ke kawasan Asia Pasifik dan sebagai destinasi pariwisata internasional.
Kemudahan pembayaran bagi wisatawan asing diharapkan dapat mengurangi friksi transaksi sekaligus memperluas peluang pelaku usaha dan UMKM lokal memperoleh manfaat dari aktivitas wisata.
Di sisi lain, pengalaman pembayaran digital juga menjadi bagian dari upaya memperlihatkan kepada calon investor bahwa Sulawesi Utara didukung oleh ekosistem transaksi yang semakin terdigitalisasi.
Perkembangan QRIS di Sulawesi Utara menunjukkan basis ekosistem digital yang semakin luas.
Data Bank Indonesia mencatat pada Juni 2026 terdapat 387.182 merchant dan 597.907 pengguna QRIS di Sulawesi Utara.
Sepanjang periode semester I-2026, volume transaksi mencapai 36,44 juta transaksi dengan nominal Rp3,85 triliun, tumbuh sekitar 30 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari Investasi hingga Digitalisasi Pemerintah Daerah
Penguatan ekosistem digital dalam NSIF 2026 juga tidak berhenti pada QRIS Antarnegara.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penguatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah, antara lain peluncuran Sahabat Pajak AI – Asisten Virtual Pajak Daerah Kota Kotamobagu serta penandatanganan Roadmap Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Inisiatif tersebut memperlihatkan keterkaitan antara investasi dengan kualitas tata kelola daerah.
Digitalisasi penerimaan dan transaksi pemerintah daerah dapat mendukung pelayanan publik yang semakin mudah, transparan, dan efisien, yang pada akhirnya turut membentuk iklim usaha dan investasi yang lebih baik.
NSIF 2026 telah menjadi ruang untuk mempertemukan proyek potensial dengan investor serta menjadi etalase kesiapan ekosistem ekonomi Sulawesi Utara.
Mulai dari proyek investasi, tata kelola pemerintah daerah, hingga konektivitas pembayaran lintas negara.
Melalui sinergi tersebut, BI bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus mendorong terciptanya investasi berkualitas, digitalisasi ekonomi, dan pariwisata yang semakin inklusif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang berkelanjutan.
(TribunManado.co.id/Ndo)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK