TRIBUNJOGJA.COM, BANGKALAN - Siapa orang tertua di Indonesia saat ini berdasarkan data resmi dari pemerintah?
Berdasarkan data terbaru dari Data Kependudukan Bersih (DKB) yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), status manusia tertua di Indonesia saat ini dipegang oleh Siti Khodijah.
Siti Khodijah pada 2026 ini genap berusia 120 tahun.
Nenek yang merupakan warga Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur ini kondisi sudah lemah meski secara umum masih sehat.
Pendengarannya juga masih baik.
Siti masih bisa berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.
Namun penglihatannya sudah mulai berkurang karena kondisi usianya yang sudah lanjut.
Siti Khodijah berdasarkan data dari Dispenduk Capil Kabupaten Bangkalan lahir pada 12 Februari 1906.
Sementara orang tertua di Indonesia nomor dua adalah Maryam.
Maryam yang merupakan Desa Durjan, Kecamatan Kokop, Bangkalan, yang berusia 118 tahun atau dua tahun lebih muda dari Siti Khodijah.
Dikutip dari Tribun Jatim, Kepala Dispenduk Capil Kabupaten Bangkalan Bambang Setiawan mengatakan, pihaknya baru mengetahui adanya warga yang berusia lebih tua setelah staf melakukan pemantauan terhadap data kependudukan.
"Ternyata staf kami memantau ada yang lebih tua dari Ibu Maryam, yaitu Siti Khodijah yang berusia 120 tahun, beliau kelahiran 12 Februari 1906," ungkap Bambang, Jumat (7/8/2026), dilansir dari TribunJatim.
"Mungkin pada DKB 2026 semester II nanti, Ibu Maryam dan Ibu Khodijah menjadi dua penduduk tertua di Indonesia," imbuhnya.
Pemkab Bangkalan bersama Pemerintah Kecamatan Arosbaya dan Kepala Desa Lajing sebelumnya sempat menyambangi rumah Siti Khodijah pada Kamis (6/8/2026).
Kedatangan mereka disambut menantu pertama Siti Khodijah, H Usman, yang usianya sudah mencapai 94 tahun.
Saat ditemui, Siti Khodijah terbaring di kamar tidurnya karena mengalami keterbatasan pada indera penglihatan.
Meski demikian, kondisi pendengarannya masih baik, sehingga ia masih dapat berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.
"Ini membuktikan bahwa masyarakat Madura banyak yang berusia tua. Apa resepnya? Beliau tadi tidak menyampaikan, namun memang kehidupannya sederhana," ucap Bambang.
Baca juga: Perbedaan Makna dan Konteks Ucapan Happy Anniversary dan Happy Birthday
Kisah hidup Siti Khodijah disampaikan secara singkat oleh Usman dan anaknya, Abdul Halim, yang kini berusia 40 tahun.
Usman merupakan suami dari anak sulung Siti Khodijah, yakni Hafizah atau Hj Hotijah, yang kini berusia 83 tahun.
Hj Hotijah memiliki lima saudara.
Namun, tiga di antaranya telah meninggal dunia lebih dahulu.
Keluarga menyebut Siti Khodijah tidak memiliki kebiasaan khusus seperti mengonsumsi jamu.
Ia menjalani kehidupan sederhana dan memiliki latar belakang sebagai petani.
"Tidak mengonsumsi jamu. Hanya saja kami sebagai keluarga petani senang mengonsumi sayuran, daun kelor salah satunya," jelas Usman.
Sementara itu, Abdul Halim menambahkan, Siti Khodijah mulai tidak mampu berdiri sekitar 10 tahun lalu atau ketika usianya mencapai sekitar 110 tahun.
Meski memiliki keterbatasan fisik, daya ingat Siti Khodijah disebut masih relatif normal, meski terkadang mulai lupa terhadap beberapa hal.
Masih Ingat Ibadah Salat
Halim yang merawat Siti Khodijah mengatakan, neneknya itu masih mengingat waktu salat dan dapat menjalankan ibadah dengan posisi duduk.
"Untuk ibadah salat saya ingatkan, semisal ketika memasuki waktu salat asar, saya sampaikan, dan beliau langsung salat dengan posisi duduk, masih bisa menghafal bacaan takbir sampai selesai salat," jelas Halim.
Dalam kesehariannya, Siti Khodijah juga memiliki kebiasaan tertentu dalam mengonsumsi makanan.
Menurut Halim, Siti Khodijah lebih menyukai nasi yang masih hangat karena teksturnya lebih lunak dan dianggap lebih nyaman bagi pencernaannya.
"Nenek ketika masih sehat, sangat aktif ketika di pagi hari. Selepas salat subuh atau ketika masih suasana gelap, menyapu pekarangan rumah. Ibu saya (Hafizah) sudah berusia sekitar 80-an, juga adik dari ibu atau bibi saya berusia sekitar 70-an," pungkas Halim.