BPBD, SAR, hingga Polres Kulon Progo Siap Siaga, Antisipasi Karhutla dan Krisis Air Bersih
Yoseph Hary W August 10, 2026 01:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Kepolisian Resor (Polres) Kulon Progo berkolaborasi menggelar Apel Kesiapan Menghadapi Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan). Kegiatan itu digelar di Halaman Mako Polres Kulon Progo pada Senin (10/08/2026).

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko mengatakan Apel Kesiapan Karhutla ini dilakukan sebagai bentuk respons pihaknya dalam menghadapi fenomena El Nino di musim kemarau.

"Ini untuk menyikapi adanya fenomena El Nino yang berkepanjangan sehingga perlu menunjukkan kesiapan dan kesiapsiagaan bersama," kata Ambar usai Apel digelar.

Kesiapan yang dilakukan adalah dari sisi sarana dan prasarana (sarpras) hingga tenaga untuk mengantisipasi terjadinya karhutla. Kesiapan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), SAR, Polres, hingga Kodim (Komando Distrik Militer) 0731/Kulon Progo.

Ancaman karhutla dan krisis air bersih

Selain karhutla, Ambar mengatakan pihaknya juga menghadapi krisis air bersih di sejumlah wilayah, terutama di Pegunungan Menoreh. Saat ini program dropping (penyaluran) air bersih juga telah berjalan, namun pihaknya juga berupaya untuk menjaga sumber air.

"Salah satunya dengan menggalakkan reboisasi untuk menjaga sumber air," ujarnya.

Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat mengatakan pihaknya telah menyiagakan seluruh 300 personel dalam menghadapi potensi karhutla. Seluruh polsek juga disiagakan untuk siaga mengantisipasi karhutla.

Selain mengantisipasi, ia menilai hal yang penting dilakukan adalah upaya sosialisasi ke masyarakat. Sebab kejadian karhutla banyak disebabkan oleh aktivitas masyarakat yang kini menjadi kebiasaan, seperti membakar sampah.

"Penyebab kebakaran bisa bermula dari perilaku masyarakat yang tak terduga," jelas Ridho.

Sosialisasi ke masyarakat pun akan digencarkan lewat Bhabinkamtibmas di tiap kalurahan. Apalagi di musim kemarau ini kejadian kebakaran kian sering terjadi, terutama di wilayah utara yang banyak lahan keringnya.

Ridho pun berharap masyarakat juga ikut aktif menjaga situasi di lingkungan masing-masing agar kebakaran lahan tidak terjadi. Salah satunya berhati-hati saat membakar sampah, memastikan apinya benar-benar padam saat sudah selesai.

"Sebab percikan api dari bakaran sampah bisa mengenai lahan kering dan menyebabkan kebakaran," katanya.(alx)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.