Kunci Jawaban IPA Kelas 9 SMP Halaman 21 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi, Aktivitas 1.9 Ayo Analisis
Ayu Wahyuni August 10, 2026 12:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Inilah kunci jawaban IPA kelas 9 SMP halaman 21 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi 2026, Aktivitas 1.9 Ayo Analisis yang dikutip melalui YouTube Media Pembelajaran.

Pada kegiatan ini, siswa diajak menganalisis beberapa contoh gangguan akibat ketidakseimbangan hormon.

Analisis meliputi hormon yang terlibat, kelenjar endokrin yang berkaitan, fungsi hormon, serta dampaknya terhadap tubuh manusia.

Baca juga: Kunci Jawaban IPA Kelas 9 SMP Halaman 18-19 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi 2026, Aktivitas 1.8 BAB 1

Aktivitas 1.9 Ayo Analisis

Tubuh yang Tidak Seimbang

Tujuan: Menganalisis akibat ketidakseimbangan hormon.

Langkah-langkah:

1. Bentuklah kelompok bersama teman-temanmu.
2. Carilah dan pilihlah beberapa kasus ketidakseimbangan hormon pada manusia, seperti gigantisme, kretinisme, diabetes insipidus, atau lainnya.
3. Identifikasikan hormon yang terlibat pada tiap kasus.
4. Analisis kelenjar endokrin yang mengalami gangguan dan jelaskan fungsinya.
5. Jelaskan akibat dari gangguan hormon tersebut terhadap tubuh manusia.
6. Susunlah hasil analisis kalian dalam format presentasi.
7. Presentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.
8. Ikutilah sesi diskusi dan tanggapi pertanyaan dari kelompok lain.

Baca juga: Kunci Jawaban IPA Kelas 9 SMP Halaman 55-56 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi 2026, Ayo Uji Kemampuan

Jawaban :

1. Gigantisme

  • Hormon yang terlibat: Growth Hormone (GH) atau hormon pertumbuhan.
  • Kelenjar yang mengalami gangguan: Kelenjar hipofisis.
  • Fungsi hormon: Growth Hormone berfungsi merangsang pertumbuhan tulang. otot, dan jaringan tubuh sehingga tubuh dapat tumbuh dan berkembang secara normal.

Gangguan yang terjadi:
Gigantisme terjadi ketika tubuh menghasilkan hormon pertumbuhan dalam jumlah terlalu banyak pada masa pertumbuhan, biasanya sebelum lempeng pertumbuhan tulang menutup.

Akibat terhadap tubuh:
Pertumbuhan tulang dan tubuh menjadi berlebihan sehingga seseorang dapat memiliki tinggi badan jauh di atas normal. Kondisi ini juga dapat menyebabkan ukuran tangan, kaki, dan bagian tubuh lainnya menjadi lebih besar.

2. Kretinisme

  • Hormon yang terlibat: Hormon tiroid, terutama tiroksin (T4).
  • Kelenjar yang mengalami gangguan: Kelenjar tiroid.
  • Fungsi hormon: Hormon tiroksin berperan dalam mengatur metabolisme tubuh serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuh, terutama perkembangan otak pada masa bayi dan anak-anak.

Gangguan yang terjadi:
Kretinisme dapat terjadi akibat kekurangan hormon tiroid sejak masa bayi atau anak-anak. Kekurangan hormon tersebut menyebabkan proses pertum-buhan dan perkembangan tidak berlangsung secara normal.

Akibat terhadap tubuh:
Pertumbuhan fisik dan perkembangan otak dapat mengalami hambatan. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan perkembangan yang menetap.

3. Diabetes Insipidus

  • Hormon yang terlibat: Antidiuretic Hormone (ADH).
  • Kelenjar yang berkaitan: Kelenjar hipofisis berperan dalam melepaskan ADH ke dalam darah.
  • Fungsi hormon: ADH berfungsi membantu ginjal melakukan reabsorpsi air sehingga tubuh dapat mempertahankan jumlah air yang cukup.

Gangguan yang terjadi:
Diabetes insipidus dapat terjadi ketika tubuh kekurangan ADH atau ginjal tidak memberikan respons yang baik terhadap hormon tersebut.

Akibat terhadap tubuh: Ginjal tidak mampu mempertahankan air dengan baik sehingga penderita dapat sering buang air kecil dalam jumlah banyak dan sering merasa haus. Jika kehilangan cairan tidak diganti, tubuh dapat mengalami dehidrasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.