Laporan wartawan TribunJatim.com, Anggit Pujie Widodo.
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, diminta mewaspadai perubahan cuaca selama mengikuti rangkaian kegiatan pada 27-31 Agustus 2026.
Lembaga Kesehatan (LK) PBNU mengingatkan peserta agar mempersiapkan kondisi fisik sejak sebelum tiba di lokasi. Perbedaan suhu yang cukup terasa antara siang dan malam menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.
Ketua LK PBNU dr. HM. Zulfikar As'ad, mengatakan cuaca pada siang hari di Jombang cenderung panas, sedangkan malam hari dapat terasa lebih dingin. Kondisi tersebut membuat peserta perlu menyesuaikan pakaian dengan waktu dan aktivitas.
"Siang hari lebih baik menggunakan pakaian berbahan tipis karena cuaca cukup panas. Sementara malam hari suhu bisa terasa sangat dingin," ucap pria yang biasa disspa Gus Ufik ini kepada Tribunjatim.com, Senin (10/8/2026).
Selain pakaian, peserta yang memiliki riwayat penyakit tertentu juga diminta membawa obat pribadi. Hal ini penting untuk mengantisipasi apabila penyakit kambuh di tengah padatnya aktivitas selama muktamar.
LK PBNU bersama panitia telah menyiapkan sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendukung pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Tiga posko kesehatan disiapkan dan akan memberikan pelayanan selama 24 jam.
Baca juga: Putri Mbah Wahab Ungkap Harapan untuk PBNU Jelang Muktamar ke-35 NU di Jombang
Posko tersebut berada di kawasan Universitas KH Wahab Hasbullah (Unwaha), MTsN 3 Jombang, dan MAN 3 Jombang.
Keberadaan posko tersebut diharapkan dapat memudahkan peserta memperoleh pertolongan medis, apabila mengalami gangguan kesehatan selama berada di sekitar lokasi muktamar.
Waspadai Debu dan Risiko ISPA
Gus Ufik yang juga Ketua Umum Asosiasi Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (Arsinu) mengingatkan peserta untuk mengantisipasi kondisi udara selama musim kemarau.
Cuaca kering membuat lingkungan lebih mudah berdebu. Peserta yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan dinilai lebih berisiko mengalami iritasi maupun gangguan pada saluran pernapasan.
Karena itu, penggunaan masker dianjurkan, khususnya ketika peserta berada di kawasan yang berdebu atau beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.
Selain gangguan pernapasan, peserta juga diminta mewaspadai dehidrasi akibat cuaca panas.
"Dehidrasi juga perlu diwaspadai. Saat kemarau, kondisi panas membuat kebutuhan cairan meningkat. Karena itu, kebutuhan air harus tetap tercukupi, minimal sekitar delapan gelas sehari, terutama bagi yang banyak beraktivitas di luar ruangan," katanya melanjutkan.
Gus Ufik berharap peserta tidak hanya mempersiapkan kebutuhan selama muktamar, tetapi juga menjaga kebugaran sejak sebelum berangkat.
"Istirahat cukup, menjaga asupan cairan, membawa obat pribadi, serta menyesuaikan pakaian dengan kondisi cuaca menjadi langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kondisi tubuh," ungkapnya.
Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung di PPBU Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026. Forum nasional tersebut akan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
"Dengan jumlah peserta yang besar dan agenda yang padat, kesiapan fisik serta dukungan layanan kesehatan menjadi bagian penting agar seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung aman dan lancar," pungkasnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com