AS Kalah Telak di Timur Tengah, Gagal Kuasai Hormuz, 5 Dekade Dominasi Washington Berakhir
Aura Dewi Arafuru August 10, 2026 12:42 PM

- Amerika Serikat disebut gagal mencapai tujuan utamanya di Timur Tengah usai Iran tetap mempertahankan kendali atas Selat Hormuz.

Jika pengaruh Teheran terus menguat, dominasi militer Washington yang telah berlangsung selama lima dekade di kawasan Teluk berpotensi berubah.

Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, pada Minggu (9/8).

Menurutnya, AS terpaksa mundur tanpa berhasil mencapai tujuan utama yang telah ditetapkan.

Mohebbi bahkan menyebut kondisi tersebut sebagai kekalahan bagi Washington.

Kini, AS disebut berusaha membuka kembali Selat Hormuz yang masih berada di bawah kendali Iran.

Selat ini merupakan jalur penting bagi pelayaran dan perdagangan energi dunia.

Namun sejak awal konflik, Iran menutup akses pelayaran melalui kawasan tersebut.

Teheran menyebut penutupan itu sebagai respons terhadap campur tangan militer AS.

Mohebbi menegaskan Hormuz kini bukan sekadar jalur pelayaran.

Iran menyebutnya sebagai wilayah pertempuran yang akan tetap dipertahankan.

Kendali tersebut akan dipertahankan sampai tuntutan Iran terpenuhi.

Upaya membuka kembali Hormuz kini menjadi salah satu persoalan utama dalam pembicaraan Iran dan AS.

Negosiasi untuk memulihkan pelayaran komersial juga berlangsung melalui Oman sebagai mediator.

Namun Washington menolak pembatasan maupun pungutan Iran terhadap kapal yang melintas.

Di sisi lain, sejumlah analis menilai pengaruh Iran terhadap Hormuz semakin besar.

Serangan terhadap sejumlah pangkalan AS juga disebut mendorong Pentagon memindahkan sebagian aset militernya dari kawasan Teluk.

Kondisi itu membuat ruang gerak militer AS di sekitar Hormuz semakin terbatas.

Iran bahkan dilaporkan menyiapkan mekanisme baru untuk mengatur lalu lintas kapal selama konflik berlangsung.

Aturan tersebut berpotensi membatasi kapal yang dianggap berkaitan dengan pihak yang memusuhi Teheran.

Meski belum tentu menjadi bagian dari kesepakatan akhir, langkah ini menunjukkan besarnya tekanan Iran atas jalur strategis tersebut.

Jika pengaruh Teheran di Hormuz terus menguat, posisi militer AS di kawasan Teluk juga berpotensi berubah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.