- Politikus PDIP Guntur Romli mengkritik penangkapan dua orang pria yang mengulas pidato Presiden Prabowo Subianto soal nuklir Iran.
Guntur Romli mendesak agar aparat membebaskan dua pria yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut.
Guntur Romli menilai penangkapan AYP dan AF yang dilakukan oleh Polda Jawa Barat merupakan bentuk tindakan represif aparat.
Sebab konten pidato Prabowo soal nuklir itu diunggah sebagai diskusi kebijakan publik, bukan hasutan kekerasan.
Pernyataan itu disampaikan Guntur Romli, dilansir dari Instagramnya pada Senin (10/8).
Guntur Romli kemudian menyoroti kritik yang dilontarkan oleh Kompolnas terkait penangkapan dua warga Jawa Barat tersebut.
Dalam hal itu Kompolnas mengingatkan bahwa dinamika ruang siber berbeda dengan ruang nyata.
Guntur Romli juga menyoroti komentar Amnesty Internasional yang menyebut bahwa dalih polisi menangkap AYP dan AF tidak berdasar.
Politikus PDIP itu menegaskan bahwa kritik terhadap Presiden merupakan ekspresi yang sah, bukan kejahatan.