Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan masih tergolong tinggi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mengingatkan kondisi cuaca yang kering membuat sebagian besar wilayah rawan terjadi kebakaran.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena aktivitas karhutla masih terus ditemukan di sejumlah daerah.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Sumsel per 9 Agustus 2026, tercatat 1.033 kejadian karhutla di Sumsel sejak 1 Januari hingga 9 Agustus 2026. Dari kejadian tersebut, indikasi luas lahan terbakar mencapai 664,87 hektare.
"Pemantauan hotspot dari Sipongi Kementerian Kehutanan pada Senin (10/8/2026) pukul 05.00 WIB menunjukkan terdapat 251 titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah Sumsel," kata Sudirman, Senin (10/8/2026).
Baca juga: Kebakaran Lahan Sawah di Pedamaran Timur OKI: 6 Hektar Hangus, Petugas Terkendala Akses Jalan
Berdasarkan data yang ada, hotspot terbanyak terpantau di Ogan Komering Ilir (54 titik), Musi Banyuasin (51), Muara Enim (28), Ogan Ilir (21), Banyuasin (20), dan Lahat (20).
Jumlah hotspot tersebut menambah catatan tingginya aktivitas titik panas sepanjang 2026.
Hingga 9 Agustus, total hotspot yang terpantau di Sumsel mencapai 6.783 titik.
Juli menjadi bulan dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 2.096 titik, disusul Agustus yang hingga 9 Agustus telah mencapai 1.871 titik.
Kondisi serupa juga terlihat dari jumlah kejadian harian. Pada 9 Agustus 2026, BPBD mencatat 57 titik kejadian karhutla berdasarkan hasil patroli dan laporan tim di lapangan.
Dari jumlah tersebut, kejadian terbanyak ditemukan di Muara Enim sebanyak 12 kejadian, OKI 9 kejadian, Ogan Ilir 8 kejadian, Palembang 7 kejadian, Muba 5 kejadian, serta Musi Rawas Utara dan PALI masing-masing empat kejadian.
"Sebagian besar wilayah saat ini berada dalam kondisi yang sangat mudah terjadi kebakaran. Hal itu sejalan dengan peringatan BMKG yang menempatkan potensi kemudahan terjadinya kebakaran di sebagian besar Sumsel dalam kategori sangat tinggi (very high)," katanya.
Selain ancaman kebakaran, kabut asap juga mulai terdeteksi dengan kategori sedang di sebagian wilayah OKI, Ogan Ilir, dan Banyuasin.
Untuk mengantisipasi meluasnya karhutla, BPBD bersama unsur terkait terus melakukan patroli darat dan udara, pemantauan hotspot, sosialisasi pencegahan, serta pemadaman apabila ditemukan titik api.
"Saat ini, penanggulangan karhutla di Sumsel didukung 11.567 personel yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Satpol PP, perusahaan pemegang konsesi, dan unsur lainnya," katanya.
Di sektor udara, disiagakan satu pesawat Cessna C208B untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca, satu helikopter patroli Airbus AS365 N2, serta tiga helikopter water bombing untuk mendukung pemadaman karhutla.
BPBD juga terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca yang sangat mudah memicu terjadinya kebakaran.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com