TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso memberikan penghargaan kepada seluruh tim gabungan yang terlibat dalam evakuasi dua pendaki yang ditemukan meninggal dunia di Gunung Piramid, Kelurahan/Kecamatan Curahdami.
Menurut Dhafir, penghargaan tersebut layak diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, keberanian, dan kerja keras petugas serta relawan yang menjalankan misi kemanusiaan dalam kondisi medan yang berbahaya.
"Dedikasi dan keberanian relawan dan seluruh pihak yang terlibat patut diapresiasi," kata Dhafir saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2026).
Baca juga: Evakuasi Dramatis Dua Pendaki di Gunung Piramid Pakai Teknik Lowering, 100 Personel Dikerahkan
Evakuasi dua korban melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai unsur. Mereka terdiri atas Basarnas, TNI, Polri, BPBD Bondowoso, PMI, pemerintah desa dan kecamatan, komunitas MA, organisasi potensi SAR, serta relawan lokal.
Tim gabungan harus menghadapi medan Gunung Piramid yang dikenal terjal dan berisiko tinggi. Jalur menuju lokasi korban memiliki permukaan berbatu dan licin serta diapit jurang curam.
"Tim evakuasi harus berjuang menembus medan berbatu yang licin, cuaca ekstrem, serta jarak pandang yang terbatas demi menjangkau titik keberadaan para korban," terang Dhafir.
Proses pengangkatan jenazah juga membutuhkan penanganan khusus. Tim menggunakan peralatan keselamatan dan teknik vertical rescue untuk membawa jenazah dari dasar jurang menuju posko utama.
Proses tersebut berlangsung selama berjam-jam sebelum kedua korban berhasil dibawa ke fasilitas kesehatan setempat. Koordinasi antarunsur di lapangan menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan evakuasi yang penuh risiko tersebut.
Baca juga: Profil Maliya Finda Pendaki Asal Surabaya Aktif Hiking, Kini Ditemukan Meninggal di Gunung Piramid
Dhafir menilai penghargaan resmi dari Pemkab Bondowoso dapat menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan petugas dan relawan yang terlibat.
Menurut dia, apresiasi tersebut bukan sekadar penghargaan formal, tetapi juga bentuk terima kasih atas pengorbanan dan jiwa kemanusiaan yang ditunjukkan selama proses pencarian hingga evakuasi.
Selain itu, Dhafir mengingatkan para pecinta alam dan masyarakat agar tidak mengabaikan faktor keselamatan ketika melakukan pendakian.
Ia berharap insiden di Gunung Piramid menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pengawasan, informasi keselamatan, serta tata kelola kawasan wisata alam yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Baca juga: Ditunda karena Cuaca, Evakuasi Dua Pendaki Tewas di Gunung Piramid Bondowoso Dilanjutkan Hari Ini
Insiden tersebut bermula ketika dua pendaki dilaporkan hilang kontak saat berada di Gunung Piramid.
Keduanya adalah Maliya Finda (51), warga Surabaya, dan Irfan (35), pemandu lokal asal Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso.
Tim gabungan menemukan kedua korban dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 12.13 WIB. Lokasi penemuan berada di jurang di bawah jalur Punggung Naga dengan kedalaman sekitar 60 meter.
Setelah ditemukan, proses evakuasi dilakukan secara bertahap dan menghadapi medan yang sulit. Kedua jenazah akhirnya berhasil dievakuasi pada Rabu (5/8/2026) hingga sekitar pukul 19.40 WIB.