Ingin Berhenti Judol tapi Selalu Kambuh? Coba 7 Langkah Ini
Joko Widiyarso August 10, 2026 03:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Ingin berhenti judi online (judol), tetapi beberapa hari kemudian justru kembali bermain?

Kalau pernah mengalaminya, mungkin muncul rasa kesal kepada diri sendiri.

Sudah berjanji tidak akan bermain lagi, tetapi ketika ada uang lebih, sedang bosan, stres, atau melihat tawaran permainan di media sosial, tangan kembali membuka situs atau aplikasi judi online.

Pada akhirnya, siklusnya berulang.

Menang sedikit membuat ingin bermain lagi. Kalah membuat penasaran dan ingin mengembalikan uang yang hilang. Tanpa terasa, uang, waktu, bahkan pikiran ikut terkuras.

Berhenti dari judol memang tidak selalu sesederhana menghapus aplikasi. Bagi sebagian orang, kebiasaan tersebut sudah menjadi pola yang sulit diputus.

Namun, bukan berarti tidak bisa berhenti.

Jika Tribunners sedang berusaha keluar dari kebiasaan ini, berikut beberapa langkah yang bisa dicoba.

1. Akui bahwa Ada Masalah

ukat.co.uk, Kenali perbedaan dan ciri-ciri stress dan depresi
ukat.co.uk, Kenali perbedaan dan ciri-ciri stress dan depresi (ukat.co.uk)

Langkah pertama mungkin terdengar sederhana, tetapi justru sering menjadi bagian yang paling sulit.

Coba berhenti sejenak dan tanyakan kepada diri sendiri.

"Sebenarnya, apa yang sudah hilang karena judol?"

Bukan hanya uang. Bisa jadi waktu bersama keluarga, konsentrasi belajar atau bekerja, hubungan dengan orang terdekat, hingga ketenangan pikiran.

Tidak perlu langsung menyalahkan diri sendiri.

Mengakui bahwa judol sudah mulai mengganggu kehidupan bukan berarti Tribunners adalah orang yang gagal. Justru dari pengakuan itulah perubahan bisa dimulai.

2. Putus Akses ke Judol

ILUSTRASI - Judi Online (https://jogja.polri.go.id/)

Kalau ingin berhenti, jangan hanya mengandalkan niat.

Niat bisa berubah ketika sedang lelah, stres, atau tergoda.

Karena itu, buat akses menuju judol menjadi sesulit mungkin.

Hapus aplikasi atau akun yang berkaitan dengan judi, blokir situs yang biasa digunakan, berhenti mengikuti akun yang mempromosikan judi, dan hindari grup atau percakapan yang sering membagikan tautan permainan.

Kalau ada rekening atau dompet digital yang sering digunakan untuk deposit, pertimbangkan untuk membatasi aksesnya.

Ibarat ingin berhenti makan makanan tertentu, tetapi makanan tersebut selalu diletakkan di depan mata. Godaannya tentu jauh lebih besar.

3. Jangan Kejar Uang yang Sudah Hilang

Ini salah satu jebakan yang sering membuat seseorang semakin sulit keluar.

Setelah kalah, muncul pikiran:

"Sekali lagi saja. Siapa tahu uangnya kembali."

Masalahnya, permainan berikutnya tidak menjamin uang yang hilang akan kembali.

Justru keinginan mengejar kekalahan dapat membuat seseorang memasukkan uang lebih banyak. Kerugian yang awalnya kecil pun bisa semakin besar.

Cobalah mengubah cara pandang.

Uang yang sudah hilang memang menyakitkan, tetapi mengejar uang tersebut melalui judol bukanlah jalan keluar.

Berhenti sekarang mungkin terasa seperti mengakui kekalahan. Namun, terus bermain hanya karena ingin mengembalikan uang yang hilang bisa membuat kerugiannya semakin panjang.

4. Kenali Kapan Keinginan Bermain Muncul

Coba perhatikan pola diri sendiri.

Kapan biasanya keinginan bermain muncul?

Apakah ketika sedang bosan? Ketika menerima gaji atau uang bulanan? Saat sedang punya masalah? Atau justru ketika melihat teman mendapatkan kemenangan dari judi online?

Catat pemicunya.

Setelah mengetahui pemicunya, siapkan kegiatan pengganti.

Misalnya, ketika biasanya membuka judol saat sedang bosan, coba ganti dengan berjalan kaki, bermain gim tanpa unsur taruhan, menonton film, mendengarkan musik, berolahraga, atau menghubungi teman.

Tujuannya bukan sekadar mencari kesibukan.

Tubuh dan pikiran sedang belajar membangun kebiasaan baru.

5. Ceritakan kepada Orang yang Dipercaya

Berhenti sendirian memang bisa terasa berat.

Jika memungkinkan, ceritakan kondisi tersebut kepada seseorang yang dipercaya.

Tidak harus kepada banyak orang. Satu orang saja sudah cukup.

Bisa teman dekat, pasangan, saudara, orang tua, atau seseorang yang dapat membantu mengingatkan ketika keinginan bermain kembali muncul.

Kalimatnya pun tidak perlu rumit.

"Aku lagi usaha berhenti judol. Misalkan nanti aku tergoda, Minta tolong ingatin".

Meminta bantuan bukan berarti lemah.

Kadang seseorang hanya membutuhkan satu orang yang tahu bahwa dirinya sedang berjuang.

6. Atur Kembali Keuangan

Setelah berusaha menghentikan judol, jangan lupa membenahi bagian keuangan.

Mulailah dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran. Pisahkan kebutuhan utama dari pengeluaran yang tidak terlalu penting.

Kalau sebelumnya uang sering habis untuk deposit, tentukan tujuan baru untuk uang tersebut.

Misalnya untuk makan, biaya kuliah, membayar kebutuhan, menabung, atau sesuatu yang memang ingin dibeli.

Tidak perlu langsung memikirkan bagaimana mendapatkan kembali seluruh uang yang pernah hilang.

Fokus terlebih dahulu pada ”jangan menambah kerugian baru”

Sedikit demi sedikit, kondisi keuangan bisa kembali ditata.

7. Jangan Takut Mencari Bantuan

Jika sudah berkali-kali mencoba berhenti tetapi selalu kembali bermain, jangan menganggap diri sendiri tidak punya kemauan.

Bisa jadi masalahnya sudah lebih sulit dikendalikan daripada sekadar kebiasaan.

Apalagi jika judol mulai mengganggu pekerjaan, kuliah, hubungan dengan keluarga, kondisi keuangan, atau membuat pikiran terus tertuju pada perjudian.

Dalam kondisi seperti itu, mencari bantuan profesional merupakan pilihan yang wajar.

Psikolog atau tenaga kesehatan mental dapat membantu seseorang memahami pola perilaku, mengenali pemicu, serta menyusun strategi untuk mengurangi dorongan berjudi.

Tidak harus menunggu sampai semuanya berantakan untuk meminta bantuan.

Tidak Harus Langsung Sempurna

Tribunners, kalau hari ini sedang berusaha berhenti dari judol, jangan terlalu sibuk menghukum diri sendiri karena pernah terjebak.

Yang lebih penting adalah melihat apa yang bisa dilakukan setelahnya.

Jika pernah kambuh, coba cari tahu apa yang menjadi pemicunya. Kemudian kembali putus akses dan mulai lagi.

Perjalanan berhenti dari kebiasaan yang sudah mengakar memang bisa naik turun.

Yang perlu diingat, kalah bukan alasan untuk terus bermain dan menang bukan alasan untuk kembali bermain.

Tujuan akhirnya bukan mendapatkan kembali uang yang pernah hilang melalui judol, melainkan menghentikan kerugian dan mengambil kembali kendali atas hidup sendiri.

Satu keputusan kecil hari ini mungkin belum langsung mengubah semuanya.

Tetapi berhenti melakukan deposit berikutnya, menutup akses ke situs judi, atau berani bercerita kepada orang yang dipercaya bisa menjadi awal yang berarti.

Tribunners. Berhenti bukan tentang menjadi sempurna dalam satu malam, tetapi tentang terus memilih untuk tidak kembali ke tempat yang sama.

(MG Natasya Aulia)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.