Jakarta (ANTARA) - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang pada Senin, menjadi upaya mendeteksi kondisi kesehatan sekaligus potensi penularan tuberkulosis (TBC) di kalangan warga binaan.

"Kebetulan hari ini ada kegiatan dari Lapas Cipinang dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI. Kita diberikan kesempatan untuk menggabungkan kegiatan dalam rangka CKG, cek kesehatan gratis yaitu skrining Tuberkolosis," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Arief Wahyudhy di Lapas Cipinang, Jakarta Timur, Senin.

Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan tersebut sekaligus menjadi upaya untuk mendeteksi secara dini potensi penularan TBC di lingkungan warga binaan.

Menurut Arief, pelaksanaan kegiatan melibatkan sejumlah petugas kesehatan dari jajaran Dinas Kesehatan maupun Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur.

Selain itu, kegiatan juga mendapat dukungan dari klinik dan rumah sakit yang berada di lingkungan sekitar Lapas Cipinang.

"Kalau kami mengoordinir petugas untuk menskrining TBC dan CKG yang terintegrasi bersama jajaran Dinas Kesehatan atau Sudin sekitar 20 orang, dibantu juga dengan klinik dan rumah sakit di sini, jadi total 31 orang," jelas Arief.

Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan kesehatan dilakukan di lima lokasi khusus yang telah dijadwalkan. Setiap lokasi menargetkan sebanyak 200 orang untuk mengikuti pemeriksaan.

Dengan demikian, terdapat sekitar 1.000 orang yang menjadi sasaran pemeriksaan dalam kegiatan tersebut.

Selain itu, Arief menjelaskan, integrasi antara CKG dan skrining TBC penting dilakukan karena dapat membantu petugas kesehatan mengetahui kondisi kesehatan warga binaan sekaligus mengidentifikasi potensi penularan penyakit TBC secara lebih dini.

"Dengan CKG yang terintegrasi TBC ini kita bisa mengetahui potensi penularan TBC ada di mana," ucap Arief.

Apalagi, warga binaan juga memiliki hak untuk memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan, sehingga mengetahui kondisi kesehatannya secara lebih menyeluruh.

"Warga binaan juga memperoleh hak untuk melakukan cek kesehatan gratis dan juga skrining TBC ini agar semua bisa dideteksi secara lebih lagi," ujar Arief.

Adapun skrining TBC menjadi perhatian karena penyakit tersebut masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang perlu dikendalikan, termasuk di wilayah Jakarta Timur.

Arief berharap, deteksi dini TBC dapat mencegah terjadinya penularan lebih luas, terutama di lingkungan yang memiliki tingkat interaksi dan kepadatan tinggi seperti lembaga pemasyarakatan.