TRIBUNKALTIM.CO - Tragedi maut drag race di Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), membuat sosok pembalap Tian Ngantung menjadi pusat perhatian.
Pembalap muda dari tim Pangeran 05 McJoe ini kini menjadi sorotan usai mobil yang dikemudikannya menabrak penonton hingga merenggut nyawa 8 orang.
Kondisi terkini, Tian Ngantung mengalami luka serius dalam insiden drag race maut tersebut.
Kasat Reskrim Polres Kotamobagu Iptu Ahmad Waafi mengungkapkan, sang pebalap sempat dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Monompia usai kecelakaan.
Baca juga: Tragedi Drag Race Kotamobagu, Kronologi 8 Penonton Tewas Dihantam Mobil Pembalap Tian Ngantung
"Pembalapnya sempat dirawat juga di RSU Monompia.
Tapi karena di sana juga banyak keluarga korban, maka yang bersangkutan kita pindahkan," kata dia.
"Jadi saat ini pebalapnya sudah dirujuk ke Manado," ucap dia.
Waafi menegaskan sang pembalap belum menjalani pemeriksaan.
"Pastinya akan kita periksa. Tapi saat ini belum bisa karena masih dalam perawatan," tuturnya.
"Tadi saat dirujuk ke Manado, semua wajah pebalap penuh dengan perban," beber Waafi.
Insiden maut tersebut terjadi pada ajang drag race di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 16.00 WITA.
Turnamen yang diikuti 590 starter sepeda motor dan 337 starter mobil ini berubah menjadi petaka saat giliran Tian turun di kelas Free For All (FFA) mengendarai mobil Honda Jazz.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Tian awalnya melaju normal tanpa kendala menuju garis finis.
Namun, usai melewati garis finis dan memasuki area pengereman sekitar 100 meter, mobil tersebut tiba-tiba mengalami crash, keluar jalur, dan menghantam sejumlah penonton yang berdiri di sisi arena.
Benturan keras tersebut menyebabkan belasan orang menjadi korban, dengan total 8 orang dinyatakan tewas.
Tiga korban lainnya dilaporkan mengalami luka berat dan harus mendapatkan penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Kandou Manado.
“Sudah ditangani dengan baik,” ujar Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou melalui Manajer Tim Kerja Hukum dan Humas, Dr. dr. Erwin Kristanto, SH, Sp.FM(K).
“Sampai saat masih dirawat, tapi untuk nama-nama maaf kami tidak bisa sampaikan karena sifatnya rahasia medis,” tuturnya.
Pasca-insiden, pelaksanaan drag race di lokasi langsung dihentikan.
Mobil Honda Jazz milik tim Pangeran 05 McJoe yang dikendarai Tian Ngantung diamankan di Mapolres Kota Kotamobagu. Satreskrim Polres Kotamobagu resmi mengambil alih kasus ini.
"Iya sudah kita tangani," kata Iptu Waafi via telepon.
Meski begitu, pihaknya belum memeriksa siapapun.
"Kalau diperiksa belum ada," ucapnya. "Saat ini kita masih fokus untuk pemulihan para korban," tegas mantan Katim Resmob Polda Sulut ini.
Waafi menyebut pihaknya masih akan mempelajari regulasi dari kegiatan tersebut dan belum mengetahui alasan pasti sang pembalap keluar dari jalur.
"Kalau soal itu kita masih cari tahu," tuturnya.
Tragedi yang menewaskan 8 orang ini langsung menuai sorotan tajam, terutama terhadap keamanan lintasan di jalan Upai.
Warga menyoroti pembatas penonton yang hanya menggunakan tali plastik sehingga membuat mereka berdiri sangat dekat dengan tepian jalan lintasan pebalap.
"Pembatasan tepian jalan hanya menggunakan tapi plastik. Ini sangat tidak aman bagi warga yang menonton balapan," ujar Rifan, salah seorang warga setempat.
Ia menegaskan panitia seakan membiarkan hal ini. "Harusnya hal seperti ini diperhatikan. Akhirnya sekarang ada korban," katanya lagi.
Kritikan keras juga datang dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bolaang Mongondow Raya (BMR). Ketua Umum HMI Cabang BMR, Fadli Korompot, menilai peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan di lintasan, melainkan kegagalan sistem keselamatan.
“Kami meminta panitia bertanggung jawab secara moral dan administratif atas penyelenggaraan kegiatan.
Jangan sampai setelah kejadian seperti ini, tanggung jawab hanya berhenti pada kecelakaan kendaraan.
Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan yang diterapkan,” tegas Fadli.
Fadli juga meminta aparat kepolisian melakukan penyelidikan menyeluruh.
“Kami mendukung penuh proses hukum yang dilakukan kepolisian.
Kalau dalam pemeriksaan ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran, siapapun yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum,” katanya.
Menanggapi sorotan tersebut, Ketua Panitia Lucky Sugeha menyatakan sikap siap memikul tanggung jawab penuh atas musibah itu.
Ia tampak terpukul saat mendatangi para korban yang berbaris di ruang perawatan rumah sakit.
“Saya sudah berada di sini, di rumah sakit. Kami siap bertanggung jawab atas para korban yang masih dalam perawatan.
Intinya kami siap bertanggung jawab penuh atas kejadian ini," ucap Lucky. Ia juga menegaskan pihaknya akan menanggung sepenuhnya biaya pengobatan para korban.
Korban kedelapan laki-laki asal Desa Bilalang 4.
"Korban meninggal dunia yakni Ali Jojang warga Desa Bilalang 4," jelasnya.
Senin (10/8/2026) korban jiwa bertambah menjadi 8 orang, dini hari tadi satu korban luka berat di RSUD Monompia juga dinyatakan meninggal.
"Dini hari tadi 1 korban luka berat yang ditangani dan dalam perawatan RSUD Monompia juga sudah meninggal," ucap Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kotamobagu Wahdania Mantang.
Korban kedelapan laki-laki asal Desa Bilalang 4.
"Korban meninggal dunia yakni Ali Jojang warga Desa Bilalang 4," jelasnya.
Korban Meninggal:
1. Januni Pusung: perempuan, 35 tahun. Alamat, Desa Bilalang Baru, Kabupaten Bolmong
2. Harianti Mokoginta: perempuan. Alamat: Bilalang 3, Kabupaten Bolmong
3. Lisma Mokoginta: perempuan, 38 tahun. Alamat: Bilalang III, Bolmong
4. Ali Ponamon: laki laki, 65 tahun. Alamat: Desa Pontodon, Kota Kotamobagu
5. Bio Mokoagow: perempuan, 74 tahun. Alamat: Bilalang 3, Bolmong
6. Nilawati Mokodongan: perempuan. Alamat: Pontodon Induk, Kotamobagu
7. Rugaina Manangin: perempuan. Alamat: Bilalang, Bolmong
8. Ali Jojang, Laki-laki, Alamat Bilalang 4.
Korban Luka:
Dirawat di RS Monompia, Kabupaten Bolmong
1. Hadi Toisi. Alamat: Pangian Tengah, Bolmong (LB)
2. Murdani Pobela. Alamat: Bilalang Baru, Bolmong (LB)
3. Muxin Dondo. Alamat: Pontodon Timur, Kotamobagu (LB)
4. Arhan Mokoginta. Alamat: Bilalang 3, Bolmong (LB)
5. Rapiska Mokodongan. Alamat: Genggulang (LB)
5. Enjelia Lito. Alamat: Bilalang 3, Bolmong (LB) .
7. Prasetio Mokodongan. Alamat: Pontodon, Kotamobagu (LR) .
Dirawat di RS Pobundayan Kotamobagu
1. Rina Longkun. Alamat: Bilalang Baru, Bolmong (LB)
(TribunManado.co.id)