Apa Itu Lost Spark? Mungkin Anda Pernah Mengalami tetapi Tidak Menyadarinya
Muhammad Fatoni August 10, 2026 03:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Apakah Anda pernah merasa aktivitas yang sebelumnya begitu menyenangkan tiba-tiba terasa biasa saja?

Bahkan, Anda mungkin sudah tidak memiliki keinginan untuk melakukan aktivitas tersebut.

Belakangan ini, media sosial ramai membicarakan sebuah istilah yang disebut lost spark.

Banyak orang kemudian mengaku pernah mengalami kondisi serupa, tetapi sebelumnya tidak mengetahui bahwa keadaan tersebut sering disebut sebagai lost spark.

Kondisi seperti ini dapat muncul setelah seseorang melewati masa yang cukup berat atau sibuk. Setelah semuanya selesai, justru muncul perasaan seperti kehilangan arah.

Tidak ada lagi tekanan yang harus dikejar, tetapi juga tidak ada sesuatu yang benar-benar membuat bersemangat. Aktivitas tetap dilakukan karena tanggung jawab, bukan karena keinginan.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan lost spark?

Apakah kondisi ini sama dengan burnout? Dan bagaimana cara menghadapinya?

Apa Itu Lost Spark?

Lost spark secara sederhana dapat diartikan sebagai kondisi ketika seseorang merasa kehilangan semangat, rasa tertarik, atau antusiasme terhadap kehidupan sehari-hari.

Hal-hal yang sebelumnya menyenangkan bisa terasa biasa saja.

Seseorang tetap menjalankan rutinitas seperti biasa, tetapi rasanya hanya seperti menjalani hari secara otomatis.

Misalnya, seseorang yang sebelumnya senang bermain musik tiba-tiba tidak lagi memiliki keinginan untuk bermain.

Atau seseorang yang biasanya bersemangat bertemu teman justru merasa tidak terlalu tertarik untuk melakukannya.

Kondisi ini tidak selalu berarti seseorang mengalami gangguan mental tertentu.

Lost spark lebih tepat dipahami sebagai istilah populer untuk menggambarkan pengalaman ketika motivasi dan rasa tertarik terhadap kehidupan sedang menurun.

Dalam psikologi, kondisi yang memiliki kemiripan dengan pengalaman tersebut adalah languishing, yaitu keadaan ketika seseorang tidak sedang mengalami kondisi mental yang berat, tetapi juga tidak merasa benar-benar berkembang atau menikmati kehidupannya.

Mengapa Seseorang Bisa Kehilangan Semangat?

Ada banyak hal yang dapat membuat seseorang merasa kehilangan semangat.

Rutinitas yang terus berulang, perubahan dalam kehidupan, tekanan yang berlangsung cukup lama, hingga perasaan bahwa kehidupan yang dijalani sudah tidak sesuai dengan apa yang diinginkan dapat memengaruhi motivasi seseorang.

Kondisi tersebut juga dapat terjadi setelah seseorang melewati masa yang sangat sibuk.

Ketika sedang berjuang mencapai sesuatu, seseorang biasanya memiliki tujuan yang jelas. Namun, setelah tujuan tersebut tercapai atau masalah yang dihadapi selesai, muncul pertanyaan baru seperti, "Setelah ini harus melakukan apa?"

Pada titik tersebut, seseorang bisa merasa kosong karena tidak lagi memiliki tujuan yang sebelumnya membuatnya terus bergerak.

Baca juga: Mengenal Tari Bedhaya Semang, Tarian Sakral Keraton Yogyakarta

Apa Bedanya Lost Spark dengan Burnout?

Lost spark dan burnout memang dapat terlihat mirip, tetapi keduanya bukan istilah yang sama.

Burnout lebih berkaitan dengan kelelahan akibat tekanan yang berlangsung terus-menerus. Kondisi ini sering dikaitkan dengan pekerjaan atau tanggung jawab yang berat.

Seseorang yang mengalami burnout biasanya merasa sangat lelah, kehilangan energi untuk bekerja, menjadi lebih sinis terhadap pekerjaannya, dan mengalami penurunan kemampuan dalam menyelesaikan tugas.

Sementara itu, lost spark lebih menggambarkan hilangnya rasa tertarik dan antusiasme terhadap kehidupan atau aktivitas yang sebelumnya disukai.

Jadi, burnout lebih banyak berkaitan dengan kelelahan akibat tekanan, sedangkan lost spark lebih dekat dengan hilangnya rasa tertarik dan semangat.

Keduanya juga dapat muncul bersamaan. Seseorang yang terlalu lama mengalami tekanan dapat merasa kelelahan sekaligus kehilangan minat terhadap berbagai hal yang sebelumnya disukai.

Bagaimana Cara Menghadapi Lost Spark?

Ketika menyadari bahwa semangat dalam menjalani kehidupan sedang menurun, Anda tidak harus langsung memaksa diri untuk kembali menjadi seperti sebelumnya.

Hal pertama yang dapat dilakukan adalah mencoba memahami apa yang sedang terjadi.

1. Mulai dari Aktivitas Kecil
Jangan menunggu sampai semangat datang terlebih dahulu.

Cobalah melakukan aktivitas kecil yang sebelumnya cukup menyenangkan. Tidak perlu langsung dalam waktu lama atau menghasilkan sesuatu yang besar.

Misalnya membaca beberapa halaman buku, berjalan sebentar, mendengarkan musik, menggambar, atau kembali melakukan hobi selama beberapa menit.

Terkadang, keinginan untuk melakukan sesuatu justru muncul setelah kita mulai melakukannya.

2. Coba Hal yang Berbeda
Rutinitas yang sama setiap hari dapat membuat kehidupan terasa monoton.

Karena itu, mencoba sesuatu yang baru dapat menjadi salah satu cara untuk memberikan pengalaman berbeda.

Tidak harus sesuatu yang besar. Mengubah rute perjalanan, mengunjungi tempat yang belum pernah didatangi, mencoba makanan baru, atau mempelajari hal yang sebelumnya tidak pernah dipelajari juga dapat menjadi pilihan.

Tujuannya bukan mencari kesibukan baru sebanyak-banyaknya, tetapi memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk menemukan kembali hal-hal yang menarik.

3. Ingat Kembali Hal yang Penting bagi Diri Sendiri
Terkadang seseorang kehilangan semangat karena kehidupan yang dijalani sudah tidak sesuai dengan hal-hal yang sebenarnya dianggap penting.

Cobalah bertanya kepada diri sendiri, apa yang sebenarnya ingin dicapai dan hal apa yang membuat kehidupan terasa berarti.

Jawabannya bisa berbeda bagi setiap orang. Ada yang menganggap keluarga penting, ada yang ingin memiliki waktu lebih banyak untuk diri sendiri, sementara orang lain mungkin ingin berkembang dalam bidang yang disukai.

Dengan mengetahui kembali hal-hal yang dianggap penting, seseorang dapat mulai menentukan arah yang ingin dijalani.

4. Bedakan Istirahat dan Sekadar Menghabiskan Waktu
Tidur dan bersantai memang penting untuk memulihkan tenaga. Namun, istirahat tidak selalu berarti menghabiskan waktu dengan menatap layar atau menggulir media sosial sepanjang hari.

Ada kalanya tubuh membutuhkan istirahat, tetapi pikiran juga membutuhkan kegiatan yang benar-benar membuat kita merasa senang.

Melakukan hobi, berjalan-jalan, bermain musik, berkebun, membaca, atau menghabiskan waktu bersama orang lain dapat menjadi bentuk kegiatan yang berbeda dari sekadar beristirahat.

5. Tidak Perlu Memaksa Diri untuk Selalu Bersemangat
Kehidupan tidak selalu berada dalam kondisi penuh semangat.

Ada masa ketika seseorang merasa produktif dan memiliki banyak tujuan. Namun, ada pula masa ketika seseorang hanya ingin menjalani hari dengan lebih tenang.

Kehilangan semangat untuk sementara waktu tidak otomatis berarti ada sesuatu yang salah dengan diri sendiri.

Yang perlu diperhatikan adalah ketika perasaan kehilangan minat tersebut berlangsung lama, semakin berat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika hal itu terjadi, berbicara dengan orang yang dipercaya atau tenaga profesional dapat menjadi langkah yang tepat.

Pada akhirnya, lost spark bukan berarti percikan kehidupan seseorang benar-benar hilang. Bisa jadi, seseorang hanya sedang berada dalam fase ketika dirinya membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak, memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan, lalu perlahan menemukan kembali hal-hal yang membuat kehidupan terasa berarti.

(MG ABIL PRAMUDYA)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.