Batuk Berkepanjangan, Pemkab Bangka Selatan Diminta Segera Cek TBC Lewat CKG di Puskesmas
Ardhina Trisila Sakti August 10, 2026 03:42 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Masyarakat Kabupaten Bangka Selatan diminta tidak mengabaikan batuk berkepanjangan karena dapat menjadi tanda tuberkulosis (TBC).

Pemerintah daerah mengingatkan warga untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di puskesmas untuk mendeteksi penyakit sejak dini. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan secara gratis dan masyarakat dianjurkan memeriksakan kesehatan sedikitnya sekali dalam setahun.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan, Slamet Wahidin mengatakan masyarakat memiliki kesempatan memanfaatkan layanan kesehatan gratis melalui program CKG.

Program tersebut memberikan keleluasaan kepada masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas tanpa harus khawatir mengenai biaya. Pemeriksaan rutin dinilai penting untuk menemukan berbagai penyakit, termasuk TBC, sejak dini.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas wilayah Bangka Selatan dan pemeriksaan ini dijamin gratis,” kata dia kepada Bangkapos.com, Senin (10/8/2026).

Slamet Wahidin menjelaskan program CKG merupakan program pemerintah yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan minimal satu kali dalam setahun.

Masyarakat dapat mendatangi puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing. Kemudahan tersebut harus dimanfaatkan masyarakat sebagai langkah pencegahan, bukan hanya ketika sudah mengalami sakit.

Menurutnya terdapat sejumlah gejala yang perlu diwaspadai masyarakat sebagai indikasi TBC. Batuk lebih dari dua minggu, demam yang hilang timbul terutama pada malam hari, serta penurunan berat badan secara drastis menjadi tanda yang perlu segera diperiksa.

Warga yang mengalami gejala tersebut diminta tidak menunggu kondisi semakin parah untuk mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

“Gejala TB yang pertama adalah batuk lebih dari dua minggu, kemudian demam yang hilang timbul di malam hari dan terjadi penurunan berat badan yang cukup drastis,” beber Slamet Wahidin.

Adapun pemeriksaan TBC saat ini dapat dilakukan dalam waktu relatif cepat sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan menunggu terlalu lama. Pemeriksaan dahak dapat diketahui hasilnya sekitar satu hingga dua hari setelah dilakukan pemeriksaan di laboratorium.

Kecepatan pemeriksaan tersebut diharapkan mendorong masyarakat untuk segera memastikan kondisi kesehatannya ketika memiliki gejala yang mengarah pada TBC.

Ia juga mengingatkan masyarakat mengenai potensi penularan TBC melalui droplet ketika penderita batuk. Karena itu, warga yang sedang mengalami batuk maupun pilek diminta tetap menerapkan etika batuk meskipun belum mengetahui penyebab penyakitnya. Kebiasaan sederhana tersebut dinilai dapat membantu mengurangi penyebaran droplet ke orang-orang di sekitar.

“TB ketika batuk itu potensi penularannya cukup tinggi,” ungkapnya.

Slamet Wahidin meminta masyarakat membiasakan diri menggunakan masker ketika sedang batuk atau mengalami gejala gangguan pernapasan.

Selain masker, warga dapat menutup mulut dan hidung menggunakan sapu tangan atau bagian dalam siku saat batuk agar droplet tidak menyebar bebas. Langkah tersebut penting dilakukan karena masyarakat belum tentu mengetahui apakah batuk yang dialami berkaitan dengan TBC atau penyakit lainnya.

Ia menambahkan penerapan etika batuk dapat membantu mengurangi penyebaran droplet di lingkungan sekitar. Droplet yang keluar ketika seseorang batuk dapat menyebar di udara dan meningkatkan risiko penularan kepada orang lain, terutama pada kondisi tertentu.

Karena itu, pencegahan penularan perlu dimulai dari perilaku sederhana setiap individu sembari memastikan kondisi kesehatan melalui pemeriksaan.

“Langkah ini bisa mengurangi sebaran droplet, karena ketika droplet menyebar di udara, dia akan menular di sekeliling kita,” pungkas Slamet Wahidin.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.