POS-KUPANG.COM, LARANTUKA – Langkah modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Flores Timur makin mantap. PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Larantuka bersama Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur resmi memperkuat kolaborasi untuk mendukung pembangunan 17 titik greenhouse sistem hidroponik, sekaligus memperluas program Electrifying Agriculture bagi kelompok tani setempat.
Melalui pertemuan yang berlangsung pada Rabu (05/08), kedua belah pihak mematangkan kesiapan pasokan energi listrik. Inisiatif ini diharapkan mampu membantu para petani meningkatkan produktivitas, menekan biaya operasional, dan menerapkan pola pertanian yang lebih efisien serta berkelanjutan.
Program Electrifying Agriculture sendiri merupakan inovasi PT PLN (Persero) untuk mengajak para pelaku agrikultur beralih dari mesin berbahan bakar minyak (BBM) ke peralatan berbasis listrik. Energi listrik ini nantinya dimanfaatkan untuk mengoperasikan pompa air, sistem penyiraman otomatis, mesin pengolah hasil panen, hingga alat penggilingan.
Manager PLN ULP Larantuka, Yufenalis Irovanto Malar, menegaskan kesiapan PLN dalam mendukung penuh transisi teknologi ini.
"PLN ULP Larantuka siap mendukung pembangunan 17 titik greenhouse di Larantuka serta kebutuhan kelistrikan kelompok tani. Kami ingin memastikan listrik tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga menjadi energi produktif yang membantu petani bekerja lebih efektif, hemat, dan berdaya saing," ujar Yufenalis.
Baca juga: Pater Markus Solo Bagikan Gambar Santo Pelindung kepada Murid SDK Lewouran Flotim
Untuk memastikan penyaluran listrik tepat sasaran, PLN bersama Dinas Pertanian akan segera turun ke lapangan melakukan pemetaan lokasi, perhitungan daya, serta penyiapan keandalan jaringan.
Dukungan tersebut disambut hangat oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur, Yosep Sadi Openg, S.P., M.Si.
Menurutnya, kepastian pasokan energi adalah kunci utama transformasi pertanian modern di daerah setempat.
"Ketersediaan listrik yang memadai sangat meringankan beban operasional petani sekaligus membuka jalan bagi pemanfaatan teknologi pertanian yang lebih efisien. Kami berharap kolaborasi ini berlanjut pada pemetaan kelompok tani dan komoditas unggulan agar manfaatnya bisa dirasakan secara meluas," ungkap Yosep.
Secara terpisah, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F Eko Sulistyono, menyampaikan bahwa elektrifikasi sektor agrikultur merupakan komitmen PLN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
"Elektrifikasi pertanian adalah bentuk nyata bagaimana energi mampu menjadi penggerak produktivitas. Melalui Electrifying Agriculture, kami ingin hadir mendampingi petani NTT agar mampu memberi nilai tambah pada hasil panennya. Sinergi dengan pemerintah daerah akan terus kami perkuat," tegas F Eko Sulistyono.
Kolaborasi berkelanjutan antara PLN ULP Larantuka dan Dinas Pertanian Flores Timur ini diharapkan menjadi pijakan awal mewujudkan ekosistem pertanian modern yang mandiri, efisien, dan menyejahterakan masyarakat Flores Timur. (*)