RS Awal Bros Botania Batam Jawab Dugaan Malapraktik: Keselamatan Pasien Prioritas Utama Kami
Septyan Mulia Rohman August 10, 2026 05:07 PM

 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Manajemen Rumah Sakit Awal Bros Batam memberikan tanggapan terkait laporan dugaan malapraktik yang disampaikan keluarga pasien Dewi Sartika Sitinjak atau Dss (24) ke Polresta Barelang pada Sabtu (8/8/2026 malam.

Dewi sebelumnya dilaporkan menjalani perawatan intensif di ruang ICU setelah disebut mengalami kondisi tidak sadarkan diri selama sekitar 10 hari pascaoperasi ambeien yang dilakukan pada Selasa (28/7/2026) malam.

Direktur Rumah Sakit Awal Bros, dr. Retno Kusumo, MARS mengatakan, pihak rumah sakit memahami perhatian dan kekhawatiran keluarga maupun masyarakat terhadap kondisi DSS yang saat ini masih mendapatkan perawatan medis.

dr. Retno menegaskan jika keselamatan pasien menjadi prioritas utama rumah sakit.

"Rumah sakit sangat memahami perhatian dan kekhawatiran keluarga serta masyarakat terhadap kondisi pasien saat ini. Keselamatan pasien merupakan prioritas utama kami," kata dr. Retno dalam keterangan tertulisnya kepada TribunBatam.id, Senin (9/8/2026).

dr. Retno menjelaskan, Dss memang merupakan pasien yang mendapatkan pelayanan dan tindakan medis di Rumah Sakit Awal Bros.

Baca juga: Pasien Ambeien Koma Setelah Operasi, Humas RS Awal Bros Botania Batam: Kami Bahas di Internal Dulu

Sejak pasien datang dan mendapatkan pelayanan, tim medis disebut telah memeriksa, mengambil tindakan medis, memantau serta melakukan penanganan berdasarkan kondisi klinis pasien.

Sebelum tindakan medis dilakukan, pasien maupun keluarga telah mendapatkan penjelasan mengenai tindakan yang akan dijalani.

Pihak pasien dan keluarga juga disebut telah memberikan persetujuan tindakan medis atau informed consent sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Pasien DSS benar merupakan pasien yang dirawat dan mendapatkan tindakan medis yang sesuai dengan penyakit yang dikeluhkan pasien saat pertama kali datang berobat," jelasnya.

Pihak rumah sakit juga menyatakan terus memberikan informasi mengenai perkembangan kondisi pasien kepada pihak keluarga yang mewakili.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan hak keluarga pasien atas informasi terpenuhi melalui komunikasi dan penjelasan yang memadai.

Terkait laporan dugaan malapraktik yang telah dibuat keluarga pasien, manajemen Rumah Sakit Awal Bros meminta seluruh pihak tidak terburu-buru menyimpulkan adanya kesalahan maupun kelalaian medis.

Rumah sakit menilai fakta medis dan hasil evaluasi dari pihak yang kompeten perlu diperoleh secara lengkap terlebih dahulu.

Pihak rumah sakit tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada DSS selama menjalani perawatan.

Komunikasi dengan keluarga pasien juga akan terus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Rumah sakit tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pasien serta berkomunikasi dengan keluarga pasien dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Laporkan Dugaan Malapraktik di RS Awal Bros Botania ke Polisi

Keluarga Dewi Sartika Sitinjak (24), pasien yang menjalani operasi ambeien di Rumah Sakit Awal Bros Batam sebelumnya melaporkan pihak rumah sakit ke Polresta Barelang atas dugaan malapraktik, laporan tersebut dibuat pada Sabtu (8/8/2026) malam.

Dewi saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU setelah disebut mengalami kondisi tidak sadarkan diri selama sekitar 10 hari pascaoperasi yang dilakukan pada Selasa (28/7/2026) malam.

Kuasa hukum keluarga Dewi, Jendris Sihombing, mengatakan keluarga mempertanyakan penanganan medis yang diterima Dewi setelah menjalani operasi hingga akhirnya mengalami kondisi kritis dan membutuhkan alat bantu pernapasan.

Menurut Jendris, keluarga melihat adanya sejumlah kejanggalan dalam rangkaian penanganan medis yang dialami Dewi.

Ia menjelaskan, sekitar dua jam setelah operasi, kondisi Dewi disebut masih terlihat baik.

Bahkan, Dewi masih sempat berkomunikasi dengan keluarganya melalui panggilan video WhatsApp dari ruang rawat inap.

Namun, menurut keterangan keluarga, kondisi Dewi kemudian berubah setelah mendapatkan tiga suntikan yang disebut diberikan untuk meredakan nyeri dan pendarahan.

"Dua jam setelah operasi, pihak rumah sakit memberikan pasien tiga dosis suntikan. Dua dosis disuntik melalui tangan, dan satu dosis dicampurkan ke dalam botol infus," ujar Jendris. (TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.